Kuliah Biaya Terjangkau, Universitas Terbuka Sediakan Skema Pembayaran Fleksibel bagi Mahasiswa
REMBANG, utrembang.com – Universitas Terbuka (UT) dikenal sebagai perguruan tinggi dengan biaya pendidikan yang terjangkau bagi semua kalangan serta menyediakan skema pembayaran yang fleksibel.
Komponen biaya kuliah yang dibayarkan mahasiswa UT berbeda-beda, tergantung pada program studi serta jenis layanan perkuliahan, baik tatap muka maupun daring (online).
ICT SALUT Kartini Rembang, Machzun Zabidi, mengungkapkan bahwa komponen biaya kuliah yang wajib dibayarkan mahasiswa UT meliputi Uang Kuliah Tunggal (UKT) sesuai layanan serta ongkos kirim modul.
“Umumnya, mahasiswa UT membayar Uang Kuliah Tunggal dan ongkos kirim modul. Besaran biaya berbeda sesuai program studi dan jenis layanannya. Namun, bagi mahasiswa baru terdapat tambahan biaya admisi sebesar Rp100.000 dan pembelian jas almamater sebesar Rp150.000,” ungkap Machzun.
Machzun menambahkan, mahasiswa memperoleh sejumlah manfaat dari biaya yang dibayarkan tersebut.
“Mahasiswa mendapatkan berbagai benefit, meliputi penyediaan layanan perkuliahan, pendampingan saat terjadi kendala akademik, buku modul, penanganan ujian selain layanan pindah lokasi atau perubahan metode ujian serta berbagai kegiatan seperti OSMB dan PKBJJ, pelatihan, seminar, dan informasi penting seputar UT melalui TV, radio, serta podcast UT,” imbuhnya.
Meskipun kurikulum baru telah diberlakukan, biaya perkuliahan tidak mengalami perubahan yang signifikan.
Namun demikian, terdapat beberapa penyesuaian biaya pada program baru, khususnya program studi kependidikan yang menyediakan opsi pre-service atau prajabatan, dengan tambahan biaya berkisar antara Rp300.000 hingga Rp400.000.
Selain biaya yang terjangkau, Universitas Terbuka juga menyediakan skema pembayaran yang fleksibel bagi seluruh mahasiswa.
UT menerapkan dua skema layanan perkuliahan, yakni Sistem Paket Semester (SIPAS) dan Non-Sistem Paket Semester (Non-SIPAS).
SIPAS merupakan skema layanan perkuliahan yang terstruktur dan mudah dipahami karena mata kuliah telah dipaketkan untuk setiap semester.
Sementara itu, Non-SIPAS merupakan skema layanan perkuliahan yang lebih fleksibel, di mana mahasiswa dapat mengatur dan mengambil mata kuliah sesuai dengan kondisi masing-masing pada setiap semester.
Admin SALUT Kartini Rembang, Bagus Tio Pambudi, menjelaskan bahwa pembayaran layanan perkuliahan SIPAS maupun Non-SIPAS tergolong mudah dan dapat dilakukan secara mandiri dari mana saja.
“Mahasiswa SIPAS maupun Non-SIPAS dapat melakukan pembayaran melalui berbagai metode, seperti ATM, mobile banking, internet banking, dompet digital, serta teller bank mitra resmi Universitas Terbuka yang telah terintegrasi dengan sistem,” papar Bagus.
Universitas Terbuka juga memberikan tenggat waktu yang cukup panjang agar mahasiswa dapat melakukan pembayaran tepat waktu.
Bagus menambahkan bahwa apabila mahasiswa terlambat melakukan pembayaran, maka secara otomatis mahasiswa tersebut tidak dapat melakukan registrasi mata kuliah pada semester berjalan.
“Jika mahasiswa terlambat melakukan pembayaran karena sistem telah tertutup secara otomatis, maka mahasiswa dianggap tidak teregistrasi atau menjalani cuti satu semester dan dapat melanjutkan kembali perkuliahan pada semester berikutnya,” tambahnya.
Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan dapat melakukan pembayaran tepat waktu agar proses perkuliahan dapat berjalan dengan lancar sebagaimana mestinya.
Video pilihan: Kuliah di kampus negeri yang tidak jauh dari rumah?