Benarkah Artikel Ilmiah Lebih Mudah Dibanding Tugas Akhir Lain?
Oleh: Windy Eka Putri Devina *)
OPINI, utrembang.com – Bagi sebagian besar mahasiswa, semester enam dan tujuh merupakan masa paling berat dalam dunia perkuliahan. Mahasiswa dihadapkan pada tuntutan tugas akhir yang menjadi salah satu penentu utama kelulusan dari program studi yang ditempuh.
Di Universitas Terbuka, mahasiswa cenderung lebih memilih untuk mengambil tugas akhir berupa artikel ilmiah karena dipandang lebih mudah dibandingkan dengan tugas akhir lainnya. Namun, benarkah demikian?
Sebagian besar universitas menetapkan kebijakan tugas akhir berupa skripsi sebagai syarat kelulusan. Sementara itu, Universitas Terbuka memberikan empat pilihan untuk Tugas Akhir Program Sarjana (TAPS).
Dalam Katalog Sistem Penyelenggaraan UT 2026/2027 dijelaskan bahwa TAPS bertujuan untuk mengukur kemampuan mahasiswa secara komprehensif dalam suatu bidang ilmu pada program studi jenjang D-IV dan S1.
Layanan asesmen yang diberikan di antaranya adalah Skripsi, Proyek, Artikel Ilmiah, dan Ujian Komprehensif Tertulis (UKT).
Di antara keempat pilihan tugas akhir tersebut, sebagian besar mahasiswa Universitas Terbuka, baik yang sudah pernah menempuh maupun alumni, lebih menyarankan untuk mengambil Artikel Ilmiah.
Artikel Ilmiah dinilai lebih mudah untuk diselesaikan dibandingkan dengan tugas akhir lainnya dan tidak memiliki sidang sehingga mahasiswa tidak perlu merasa takut atau menghadapi adegan “bantai-membantai” dalam sidang seperti kebanyakan kisah yang dibagikan melalui media sosial.
Mengenal Skripsi, Artikel Ilmiah, Proyek, dan Ujian Komprehensif Tertulis (UKT)
Dikutip dari laman detik.com, dalam situs Pustaka Kemendikbud dijelaskan bahwa skripsi merupakan karya ilmiah yang ditulis oleh mahasiswa sebagai syarat untuk memperoleh gelar sarjana.
Skripsi biasanya merupakan tugas akhir studi yang mencakup penelitian atau kajian mendalam tentang suatu topik tertentu dalam bidang studi tertentu.
Berdasarkan bahan kajian dan tipe pembahasannya, skripsi dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis, di antaranya skripsi berdasarkan hasil kajian pustaka, skripsi berdasarkan hasil penelitian lapangan, dan skripsi berdasarkan hasil pengembangan.
Dikutip dari laman LMS SPADA Kemdiktisaintek, artikel ilmiah adalah bentuk komunikasi ilmiah yang digunakan oleh peneliti, ilmuwan, atau akademisi untuk menyampaikan hasil penelitian, analisis, pemikiran, atau kontribusi ilmiah lainnya kepada komunitas ilmiah atau melalui publikasi ilmiah.
Artikel ilmiah dirancang untuk mengomunikasikan temuan, pemahaman, atau konsep dalam format yang terstruktur, sistematis, dan terdokumentasi dengan baik.
Sementara itu, proyek didefinisikan sebagai karya tulis ilmiah berupa laporan yang disusun sebagai hasil observasi, praktik kerja, atau pengaplikasian ilmu tertentu yang membahas suatu proses atau masalah dalam bidang ilmu terapan dengan menggunakan kaidah yang berlaku pada bidang ilmu tersebut.
Proses dimulai dari penyusunan perencanaan program, kemudian merealisasikan program dan membuat hasil akhir berupa laporan proyek serta prototipe atau produk.
Prototipe merupakan model, rancangan, atau desain awal yang dibuat untuk pengujian konsep atau proses sebuah produk yang sedang dikembangkan.
Terakhir, Ujian Komprehensif Tertulis (UKT) merupakan tugas akhir berupa ujian tertulis dalam bentuk esai untuk mengukur capaian pembelajaran akhir program studi, dengan kategori soal ujian yang mengukur high-order thinking skills (HOTS) dan dilakukan secara tatap muka.
Perbedaan Skripsi dan Artikel Ilmiah
Skripsi umumnya memiliki jumlah halaman yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan artikel ilmiah.
Di Universitas Terbuka, ketentuan halaman untuk artikel ilmiah sebanyak 10–15 halaman, tetapi tidak termasuk sampul, halaman pengantar, daftar isi, dan daftar pustaka. Sementara itu, skripsi dapat mencapai lebih dari 50 halaman, bahkan ratusan halaman.
Materi dalam penulisan skripsi diperoleh melalui observasi atau penelitian terlebih dahulu terhadap bidang yang dikaji.
Skripsi memiliki sistem penulisan yang jauh lebih kompleks dibandingkan dengan artikel ilmiah.
Mahasiswa juga harus menempuh seminar proposal dan sidang skripsi sebelum dinyatakan memenuhi syarat kelulusan.
Sementara itu, artikel ilmiah relatif lebih sederhana dibandingkan dengan skripsi. Artikel ilmiah memiliki sistem penulisan yang sistematis, tetapi lebih ringkas.
Jumlah halaman yang telah ditentukan, yaitu 10–15 halaman, membuat mahasiswa harus menyampaikan materi penulisan secara padat.
Materi tersebut diperoleh dari data observasi dan penelitian terbaru yang dapat digunakan sebagai bahan referensi untuk penelitian selanjutnya.
Mahasiswa juga tidak perlu menunggu atau menempuh sidang akhir untuk memperoleh predikat lulus.
Di Universitas Terbuka, cukup dengan memperoleh nilai di atas 75 untuk satu artikel utuh yang diunggah pada sesi tugas 4, mahasiswa dapat dinyatakan lulus.
Kelebihan dan Kekurangan Masing-masing Tugas Akhir
Sering kali mahasiswa UT yang akan menginjak semester 7 menghadapi dilema tentang pilihan tugas akhir yang harus ditempuh.
Banyak mahasiswa yang ingin mencoba mengambil tugas akhir selain artikel ilmiah, tetapi karena tidak memiliki teman atau rekan yang memilih jalur tersebut, akhirnya memilih artikel ilmiah.
Sebenarnya, apa kelebihan dan kekurangan dari masing-masing tugas akhir yang ditawarkan oleh UT?
Skripsi memiliki waktu proses penyusunan yang lebih panjang, yaitu umumnya selama enam bulan. Skripsi membutuhkan analisis yang mendalam serta penulisan yang lebih kompleks dan lengkap. Mahasiswa didorong untuk melakukan riset mendalam terhadap bidang yang dikaji hingga tuntas.
Skripsi tidak memiliki jumlah halaman maksimal. Jumlah halaman bergantung pada kemampuan analisis mahasiswa dalam melakukan riset dan kedalaman topik yang diteliti sehingga hasil akhirnya dapat mencapai ratusan halaman. Biasanya, mahasiswa juga harus menjalani revisi berulang kali dengan dosen pembimbing.
Sebagian mahasiswa juga tidak dapat langsung dinyatakan lulus setelah menempuh sidang akhir tanpa melakukan revisi.
Mahasiswa masih harus melakukan revisi terhadap catatan yang diberikan oleh dosen penguji sebelum hasil final diserahkan kepada pihak kampus atau dipublikasikan.
Namun, di sisi lain, skripsi dapat menjadi salah satu karya tulis yang sangat membantu bagi mahasiswa yang akan menempuh studi lanjut atau pascasarjana.
Mahasiswa dapat memperoleh pengalaman penelitian yang lengkap, kemampuan analisis yang tajam, serta mengubah pola pikir yang tidak terstruktur menjadi lebih terstruktur dan logis.
Artikel ilmiah memiliki waktu proses penyusunan yang lebih singkat. Jika pada skripsi seluruh data yang disajikan harus lengkap dan detail, artikel lebih berfokus pada inti pembahasan penelitian.
Kerangka keduanya hampir sama, tetapi artikel jauh lebih dinamis dan ringkas. Artikel ilmiah tidak perlu diujikan dalam sidang seperti sidang skripsi.
Mahasiswa UT cukup mengunggah artikel utuh pada tugas sesi akhir di laman e-learning. Setelah dinyatakan lulus, artikel yang terpilih akan diunggah oleh pihak Universitas Terbuka.
Meski terlihat mudah, ada beberapa dosen pembimbing yang sangat teliti dan ketat dalam meninjau hasil tulisan penelitian mahasiswa.
Jumlah halaman yang terbatas juga dapat menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa untuk menjelaskan temuan, inti permasalahan penelitian, serta penyelesaiannya dengan gaya penulisan yang padat dan detail. Beberapa dosen juga mengharuskan mahasiswa melakukan publikasi secara mandiri.
Proyek merupakan karya nyata yang aplikatif dan relevan dengan bidang studi yang ditempuh. Mahasiswa yang menempuh tugas proyek akan diminta menghasilkan sebuah karya sebagai solusi terhadap suatu persoalan atau kasus yang memerlukan alternatif penyelesaian.
Dengan menempuh tugas proyek, mahasiswa akan memiliki hasil karya aplikatif, bukan sekadar tulisan, yang dapat menjadi portofolio saat melamar pekerjaan. Proyek juga umumnya melibatkan kerja tim sehingga dapat melatih kemampuan komunikasi dan kerja sama.
Di sisi lain, tidak dapat dipungkiri bahwa proyek membutuhkan waktu, biaya, dan sumber daya yang relatif besar. Proyek yang dipilih juga harus benar-benar relevan, mampu menjawab kebutuhan yang ada, dan sesuai dengan tujuan akademis.
Ujian Komprehensif Tertulis (UKT) merupakan tugas akhir berupa ujian tertulis dalam bentuk esai. Mahasiswa akan dihadapkan dengan soal-soal studi kasus dan harus menyelesaikannya dalam waktu tiga jam di lokasi ujian.
Biasanya terdapat empat soal studi kasus yang berkaitan dengan mata kuliah prasyarat kelulusan dari masing-masing program studi.
Mahasiswa diberikan keuntungan berupa diperbolehkannya membuka modul yang berisi teori-teori yang dapat mendukung jawaban analisis. Tugas akhir ini sangat cocok bagi mahasiswa yang kuat dalam memahami konsep dan teori.
Di sisi lain, waktu pengerjaan yang terbatas menuntut mahasiswa untuk berpikir secara cepat dan terstruktur. Hasil akhir dari pengerjaan soal-soal ujian tersebut menjadi salah satu penentu kelulusan mahasiswa.
Jadi, anggapan bahwa artikel ilmiah lebih mudah tidak sepenuhnya tepat. Kemudahan tersebut bersifat relatif dan sangat bergantung pada preferensi serta gaya belajar masing-masing mahasiswa.
Artikel Ilmiah memang memberikan kepraktisan dari segi efisiensi halaman dan ketiadaan sidang. Namun, menyajikan analisis ilmiah yang tajam dalam format yang ringkas tetap memerlukan kedisiplinan dan keterampilan menulis akademis yang tinggi.
Memilih Artikel Ilmiah semata-mata untuk menghindari proses evaluasi lisan tentu sangat disayangkan karena hal tersebut berpotensi membatasi eksplorasi potensi akademik mahasiswa.
Setiap opsi Tugas Akhir Program Sarjana (TAPS) dirancang untuk mengasah kualifikasi profesional yang berbeda.
Bagi mahasiswa yang berorientasi pada penyelesaian masalah terapan dan pembentukan portofolio kerja, jalur Proyek merupakan wadah yang dapat dimanfaatkan.
Sementara itu, mahasiswa dengan ketajaman analisis teoritis dapat mengoptimalkan kemampuannya melalui UKT, sedangkan Skripsi dapat menjadi pilihan bagi mahasiswa yang berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang pascasarjana.
Oleh karena itu, mahasiswa diimbau untuk tidak ragu keluar dari zona nyaman. Pilihlah jalur tugas akhir yang paling linier dengan rencana pengembangan karier dan cita-cita masa depan, bukan sekadar memilih jalur dengan tingkat risiko yang dipersepsikan paling rendah.
Daftar Pustaka
Universitas Terbuka. 2025. Katalog Sistem Penyelenggaraan Universitas Terbuka 2025/2026. Tangerang Selatan: Universitas Terbuka. https://www.ut.ac.id/wp-content/uploads/2025/09/03-Katalog-Sistem-Penyelenggaraan-Universitas-Terbuka-2025-2026-25092025_cover.pdf
detikJatim. 2023. “Skripsi: Pengertian, Jenis, Unsur, dan Tahapan dalam Menyusunnya.” detikJatim. https://www.detik.com/jatim/berita/d-6905827/skripsi-pengertian-jenis-unsur-dan-tahapan-dalam-menyusunnya
LMS SPADA Kemdiktisaintek. “Artikel Ilmiah.” LMS SPADA Kemdiktisaintek. https://lmsspada.kemdiktisaintek.go.id/mod/page/view.php?id=113535
Universitas Terbuka Aceh. “Perbedaan Jenis TAPS: Skripsi, Proyek, Artikel Ilmiah, Ujian Komprehensif Tertulis (UKT).” Universitas Terbuka Aceh. https://aceh.ut.ac.id/perbedaan-jenis-taps-skripsi-proyek-artikel-ilmiah-ujian-komprehensif-tertulis-ukt/
BINUS Online. 2022. “Mengenal Jurnal Ilmiah, Apa Bedanya dari Skripsi?” BINUS Online. https://online.binus.ac.id/2022/07/19/mengenal-jurnal-ilmiah-apa-bedanya-dari-skripsi/
*) Mahasiswa Semester 7 Program Studi Agribisnis, UT Salut Kartini Rembang
Video pilihan: Cundamani – Karavista Musik