Mendikdasmen Abdul Mu’ti Hadiri Seminar Nasional FABs Rembang, Soroti Pentingnya Beasiswa dan Literasi Digital

Seminar Nasional FABs Rembang dihadiri oleh Mendikdasmen dan FORKOMPINDA Kabupaten Rembang. (Muhammad Faizin)
REMBANG, utrembang.com – Forum Anak Beasiswa (FABs) Kabupaten Rembang berhasil menggelar seminar nasional bertema “Digital Citizenship” di Kompleks Pendopo Museum Kartini Rembang, Sabtu (4/7).
Seminar tersebut diselenggarakan dalam rangka peringatan hari jadi ke-9 FABs Kabupaten Rembang. Kegiatan ini bertujuan membangun generasi yang cerdas, kreatif, dan berkarakter di era transformasi digital.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya pendidikan yang setara bagi seluruh generasi muda.
Menurutnya, beasiswa merupakan bagian penting dari afirmasi negara sebagai wujud pelaksanaan amanat konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan memberikan kesempatan yang sama kepada anak-anak Indonesia dalam mengakses pendidikan.
“Forum-forum seperti ini menjadi penting. Bukan menjadi forum nostalgia, bukan menjadi forum di mana kita membanggakan diri karena menjadi penerima beasiswa. Justru, forum ini harus menjadi wadah bagi kelompok-kelompok elite yang cerdas, yang telah menerima bantuan dari negara, untuk semakin mendekat kepada masyarakat dan mengabdi kepada daerah tempat mereka berada,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Rembang, Harno, menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Rembang berkomitmen memastikan setiap anak memperoleh pendidikan yang berkualitas tanpa terkecuali.
“Komitmen pemerintah daerah untuk memastikan setiap anak mendapatkan pendidikan berkualitas diwujudkan melalui salah satu program strategis yang saat ini kami dorong, yakni Program GASPOL 13 Tahun (Gerakan Ayo Sekolah sampai 13 Tahun),” paparnya.
Harno menambahkan bahwa Program GASPOL 13 Tahun merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam mendukung wajib belajar hingga usia 30 tahun. Program tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan angka partisipasi pendidikan, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mempercepat penanganan anak yang tidak bersekolah.

Mendikdasmen, Abdul Mu’ti memberikan sambutan di Seminar Nasional FABs Kabupaten Rembang. (Muhammad Faizin)
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Rembang, M. Hanies Cholil Barro’, menjelaskan bahwa sejak 2017 Pemerintah Kabupaten Rembang telah memberikan beasiswa kepada anak-anak berprestasi asal Kabupaten Rembang. Selama sembilan tahun, tercatat sebanyak 494 beasiswa telah disalurkan.
“Sejak 2017, Kabupaten Rembang telah memberikan beasiswa kepada anak-anak berprestasi asal Kabupaten Rembang sebanyak 494 beasiswa, yang terdiri atas 389 penerima di perguruan tinggi negeri di Pulau Jawa dan Madura serta 105 penerima di perguruan tinggi swasta di lingkungan Kabupaten Rembang,” ungkapnya.
Hanies juga berpesan kepada anggota FABs Kabupaten Rembang agar terus menjaga prestasi akademik selama menempuh pendidikan tinggi. Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan dan mempererat kebersamaan antarsesama penerima beasiswa.
Selain itu, Ketua Pelaksana kegiatan FABs Kabupaten Rembang, Abdul Adhim, menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Ia berharap generasi muda mampu memaksimalkan pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) serta semakin cermat dalam memilah informasi di media sosial sebagai bagian dari upaya beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
“Kami berharap seminar ini memberikan dampak yang berkelanjutan bagi siswa-siswi SMA dan SMK serta teman-teman mahasiswa yang menghadiri kegiatan ini,” pungkasnya.
Seminar ini menyasar generasi muda, khususnya pelajar dan mahasiswa di Kabupaten Rembang. Kehadiran mereka dinilai penting dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, muncul berbagai kekhawatiran terhadap dampaknya bagi generasi muda. Melalui seminar ini, FABs Kabupaten Rembang berharap dapat menghadirkan ruang diskusi mengenai pemanfaatan teknologi digital secara bijak dan produktif.
Harapannya, perkembangan teknologi tidak dipandang sebagai ancaman, melainkan menjadi peluang bagi generasi muda untuk berkarya, berinovasi, dan merancang masa depan bangsa.
Video pilihan: Karavista Musik