Air Mata di Hari Pelantikan, Achmad Sholchan Jadi Nahkoda Baru Dindikpora Rembang

Menapaki perjalanan panjang dalam birokrasi, Achmad Sholchan dilantik jadi Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Rembang. (Windy Eka Putri Devina)
REMBANG, utrembang.com – Pagi ini udara terasa lebih sejuk. Matahari seolah memilih bersembunyi di balik awan kelabu.
Di aula Pendopo Museum Kartini Rembang, sebuah prosesi berlangsung khidmat.
Di antara jejeran kursi yang tertata rapi, seluruh tamu undangan memasang raut wajah serius dengan perhatian tertuju pada satu momen penting, yakni upacara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan.
Prosesi dimulai dengan pembacaan surat keputusan. Suasana aula mendadak hening ketika satu per satu nama disebutkan.
Hingga akhirnya, nama Achmad Sholchan dilafalkan dengan lantang sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang, menandai babak baru perjalanan pengabdiannya di lingkungan pemerintahan daerah.
Dalam momen penting tersebut, Sholchan berdiri mantap bersama jajaran pejabat pimpinan baru lainnya, mengucapkan sumpah jabatan dengan suara lantang dan penuh keyakinan.
Setiap kata yang terucap dan menggema di dalam ruangan mengandung amanah serta tanggung jawab baru yang akan diembannya.
Usai prosesi pelantikan, suasana berubah menjadi lebih personal ketika Sholchan dimintai keterangan.
Matanya tampak berkaca-kaca. Suaranya sempat tertahan saat berbincang mengenai amanah yang baru saja ia terima.
“Amanah dan tanggung jawab yang berat. Itu yang terlintas ketika pertama kali mengetahui hal ini,” ungkapnya.
Air mata yang menetes menjadi penanda keharuan sekaligus kesadaran akan besarnya tanggung jawab yang ia pikul untuk memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Rembang.
Sholchan telah menapaki perjalanan panjang dalam dunia birokrasi. Langkah awal pengabdiannya dimulai sebagai guru Bahasa Indonesia di salah satu sekolah di Kabupaten Rembang.
Puluhan tahun meniti karier, ia telah menduduki berbagai posisi strategis yang membentuk pengalaman serta cara pandangnya dalam bekerja.
Rekam jejak tersebut pula yang mengantarkannya pada kepercayaan pimpinan daerah untuk mengemban jabatan baru.
Menghadapi jabatan barunya, sejumlah persoalan penting menjadi perhatian utama Sholchan.
Pergantian kurikulum menuntut dirinya untuk segera mempelajari berbagai regulasi terbaru, ketentuan terkait kurikulum dan guru, serta sejumlah peraturan lain yang menjadi dasar penyelenggaraan pendidikan.
Terkait program kerja, ia mengaku belum ingin menyampaikan langkah konkret sebelum proses serah terima jabatan dilakukan.
“Saya belum berani menyampaikan program secara rinci karena belum serah terima. Saya perlu belajar, berkomunikasi, dan berkoordinasi dengan teman-teman di dinas, sekaligus memohon arahan dari pejabat sebelumnya, Drs. Sutrisno, M.Pd., terkait hal-hal yang menjadi konsen beliau dan belum sempat diselesaikan,” katanya.
Harapan utama yang ingin dicapai cukup jelas, yakni menyukseskan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Rembang.
Melalui kerja sama dan koordinasi dengan seluruh elemen pendidikan di Kabupaten Rembang, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah, ia berharap dunia pendidikan di Rembang dapat terus bergerak maju.
Video pilihan: Universitas Terbuka di Era Digital