Kebut Semalam Masih Marak, Tutor UT Ungkap Dampaknya bagi IPK
REMBANG, utrembang.com – Fenomena belajar kebut semalam masih menjadi budaya yang melekat di kalangan mahasiswa Universitas Terbuka (UT).
Meski kerap dianggap sebagai solusi cepat dalam menghadapi tugas dan ujian, pola belajar ini justru disebut sebagai salah satu faktor penyebab rendahnya Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mahasiswa.
Mahasiswa UT Salut Kartini Rembang, Naila Fahima, mengaku cukup sering menerapkan sistem kebut semalam karena keterbatasan waktu.
Selain menjalani perkuliahan daring, ia juga bekerja sehingga waktu belajar kerap tertunda hingga mendekati tenggat waktu.
“Saya cukup sering melakukannya, terutama ketika menghadapi tenggat tugas atau menjelang ujian. Setelah pulang kerja, saya sering sudah lelah sehingga memilih mengerjakan semuanya mendekati batas waktu meskipun harus begadang,” ujarnya.
Sementara itu, Tutor UT, Muhisom, menjelaskan bahwa sistem kebut semalam merupakan metode belajar yang dilakukan secara mendadak dan intensif dalam waktu singkat.
Ia menjelaskan, dari sisi psikologi belajar, kebiasaan tersebut dapat menimbulkan stres dan tekanan pada otak.
“Belajar secara mendadak membuat mahasiswa mengalami stres berkepanjangan yang berakibat pada kelelahan mental dan penurunan kemampuan kognitif. Dalam jangka panjang, pemahaman materi menjadi dangkal dan mudah dilupakan,” jelasnya.
Muhisom juga menambahkan bahwa kebiasaan kebut semalam dapat berdampak signifikan terhadap IPK mahasiswa.
Faktor pemicunya antara lain manajemen waktu yang kurang baik, rendahnya motivasi belajar, serta gangguan dari media sosial dan hiburan.
Untuk menghindari kebiasaan tersebut, mahasiswa disarankan menyusun jadwal belajar yang realistis, memecah materi menjadi bagian-bagian kecil, menggunakan teknik belajar aktif, menjaga waktu istirahat, serta membangun lingkungan pertemanan yang suportif.
Video pilihan: Kuliah di UT Sungguh Mudah