TKA bagi Mahasiswa Lolos SNBP: Tantangan atau Tekanan?
Oleh: Putri Ulya Najwa Robbaniya *)
OPINI, utrembang.com – Mahasiswa yang lolos melalui jalur SNBP biasanya dikenal sebagai siswa yang rajin dan konsisten sejak sekolah.
Mereka masuk perguruan tinggi bukan melalui tes, melainkan berdasarkan nilai rapor dan prestasi selama menempuh pendidikan.
Munculnya Tes Kemampuan Akademik (TKA) kemudian memunculkan pertanyaan baru: apakah TKA berpengaruh terhadap kehidupan perkuliahan mereka?
Bagi mahasiswa SNBP, sistem seperti TKA bisa menjadi hal yang cukup “mengagetkan”.
Pasalnya, mereka tidak terbiasa dengan ujian yang bersifat tes besar dengan standar nasional.
Oleh karena itu, ketika dalam perkuliahan terdapat ujian atau penilaian yang serupa dengan TKA, sebagian mahasiswa dapat merasa lebih tertekan.
Namun, tidak semua dampaknya bersifat negatif. TKA juga dapat memberikan sisi positif.
Dengan adanya standar kemampuan, mahasiswa bisa lebih termotivasi untuk belajar secara serius dan tidak hanya mengandalkan nilai semasa sekolah.
Selain itu, TKA juga dapat membantu perguruan tinggi dalam melihat kemampuan mahasiswa secara lebih objektif.
Permasalahannya, jika diterapkan terlalu sering atau dengan beban yang berlebihan, model seperti TKA justru dapat membuat mahasiswa SNBP merasa terbebani. Terlebih jika mereka belum terbiasa dengan tekanan ujian semacam itu.
Kondisi ini berpotensi menimbulkan rasa minder atau stres, padahal mereka memiliki potensi yang baik.
Selain itu, terdapat kemungkinan munculnya perbedaan kesiapan antara mahasiswa SNBP dan mahasiswa yang masuk melalui jalur tes.
Mahasiswa yang terbiasa menghadapi ujian cenderung lebih siap, sedangkan mahasiswa SNBP memerlukan waktu untuk beradaptasi.
Menurut saya, TKA pada dasarnya bukanlah hal yang buruk. Namun, penerapannya perlu dilakukan secara seimbang agar tidak menimbulkan tekanan berlebihan.
Perguruan tinggi juga perlu memberikan dukungan agar seluruh mahasiswa dapat berkembang secara optimal tanpa merasa tertinggal.
Pada akhirnya, TKA sangat bergantung pada bagaimana penerapannya.
TKA dapat menjadi alat untuk mendorong perkembangan mahasiswa, tetapi juga dapat menjadi beban jika tidak digunakan secara bijak.
*) Mahasiswa Semester 2 Program Studi Pendidikan Agama Islam, UT Salut Kartini Rembang
Video pilihan: Karavista Musik