Berita

Jalan Menantang, Pesona Lembah Manah Rembang Membuat Pengunjung Enggan Pulang

Jalan Menantang, Pesona Lembah Manah Rembang Membuat Pengunjung Enggan Pulang
Bagikan :

Jalan Menantang, Pesona Lembah Manah Rembang Membuat Pengunjung Enggan Pulang

Lembah Manah, destinasi wisata asri di Kabupaten Rembang. (Muhammad Faizin)

REMBANG, utrembang.com – Di balik jalan berbatu yang berkelok dan menantang di Desa Sanetan, Kecamatan Sluke, terbentang sebuah lanskap alam yang mampu membuat siapa pun sejenak melupakan hiruk pikuk kehidupan.

Hamparan rerumputan hijau, bebatuan alami, dan tebing yang dipenuhi pepohonan menjadikan Lembah Manah sebagai surga tersembunyi yang perlahan mulai mencuri perhatian para pencinta wisata alam.

Bak negeri dongeng, Lembah Manah menjadi tempat yang tepat untuk sejenak melepaskan penat dari padatnya aktivitas perkotaan.

Namun, untuk menikmati keindahan tersebut, pengunjung harus menempuh perjalanan yang tidak mudah. Jalan berbatu dan berkelok menjadi tantangan tersendiri sebelum akhirnya mereka disambut kehangatan warga setempat serta pesona alam yang memikat.

BACA JUGA :  SMKN 1 Rembang Juara Stemsa Cup 2026, Comeback Dramatis di Detik Terakhir

Meski demikian, keterbatasan infrastruktur belum menyurutkan semangat pengelola untuk terus mengembangkan kawasan wisata tersebut.

Perangkat Desa Sanetan yang juga menjabat sebagai penasihat UMKM setempat, Solikin, menjelaskan bahwa pengelolaan Lembah Manah masih menghadapi sejumlah kendala.

“Kendala yang kami hadapi, seperti perbaikan akses jalan, dipengaruhi oleh tata kelola organisasi dan pemanfaatan dana desa yang belum optimal. Selain itu, kaderisasi generasi muda juga masih menjadi tantangan,” jelasnya.

Menurut Solikin, potensi besar yang dimiliki Lembah Manah juga masih terkendala keterbatasan anggaran dari dinas terkait.

“Semua yang ada di sana masih alami. Hanya ada stone garden dan gazebo yang ditambahkan untuk menambah daya tarik,” ujarnya.

014b19f0-51b4-4c4f-80fb-6a498214c19a

Harmoni rumput, pohon, dan bebatuan ciptakan pesona khas Lembah Manah. (Muhammad Faizin)

Tak hanya menawarkan suasana yang rindang dan sejuk, destinasi ini juga dilengkapi berbagai fasilitas, seperti musala, kamar mandi, deretan warung UMKM, serta area untuk berkemah.

BACA JUGA :  MPLS dan MATAMUDA Jadi Awal Pembentukan Karakter Peserta Didik Baru di Rembang

Solikin menambahkan, pendapatan dari pengelolaan wisata dimanfaatkan untuk perawatan, perbaikan, serta pengembangan kawasan wisata secara bertahap.

Sementara itu, wisatawan lokal Ahmad Alvian Alif menyoroti akses menuju lokasi wisata. Ia juga berharap kebersihan kawasan lebih diperhatikan karena masih terdapat kotoran sapi di beberapa titik.

“Melihat indahnya Lembah Manah, saya rasa tempat ini memiliki potensi besar. Namun, promosi yang dilakukan melalui media belum mampu menjangkau masyarakat di luar daerah. Harapannya, Lembah Manah semakin dikenal luas,” harapnya.

Menatap masa depan, Pemerintah Desa Sanetan berkomitmen memperbaiki sistem pengelolaan sekaligus memperkuat struktur organisasi.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyusunan rencana strategis, mulai dari pengembangan taman edukasi, kolaborasi seni kreatif bersama pemuda, hingga penguatan promosi digital.

BACA JUGA :  Sebuah Perjalanan Mengusung Asa, SALUT Kartini Rembang Membuka Jendela Ilmu bagi Mahasiswa

Seluruh upaya tersebut diharapkan mampu menjadikan Lembah Manah sebagai destinasi wisata alam unggulan sekaligus penggerak perekonomian masyarakat setempat.

Video pilihan: Karavista Musik


Bagikan :
Editor : Alfia Dwi Nastiti