Berita

MPLS dan MATAMUDA Jadi Awal Pembentukan Karakter Peserta Didik Baru di Rembang

MPLS dan MATAMUDA Jadi Awal Pembentukan Karakter Peserta Didik Baru di Rembang
Bagikan :

MPLS dan MATAMUDA Jadi Awal Pembentukan Karakter Peserta Didik Baru di Rembang

Pelaksanaan MPLS di SMPN 2 Lasem. (Humas SMPN 2 Lasem)

REMBANG, utrembang.com Memasuki Tahun Ajaran 2026/2027, sekolah dan madrasah di Kabupaten Rembang mulai melaksanakan kegiatan pengenalan lingkungan bagi peserta didik baru.

Di sekolah umum, kegiatan dilaksanakan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS), sedangkan di madrasah melalui Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA).

Keduanya menjadi langkah awal untuk membantu peserta didik beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang, Achmad Sholchan, mengatakan MPLS bertujuan mengenalkan lingkungan sekolah, teman, guru, hingga sistem pembelajaran agar peserta didik baru merasa nyaman dan siap mengikuti proses belajar.

“Murid baru diharapkan bisa mengenal lebih dalam lingkungan sekolahnya, mulai dari teman, guru, hingga sistem pembelajarannya sehingga mereka merasa nyaman dan tenang berada di sekolah yang baru,” ujarnya.

BACA JUGA :  40 Kelas Tatap Muka Dibuka, UT Salut Kartini Rembang Layani Lima Program Studi

Ia menjelaskan, pelaksanaan MPLS tahun ini berlangsung pada 13–18 Juli 2026. Selain materi pengenalan sekolah, terdapat tambahan satu hari yang dikhususkan untuk mengenalkan kearifan lokal kepada peserta didik.

Materi yang diberikan selama MPLS meliputi pengenalan kurikulum, tata tertib sekolah, hingga pendidikan kesehatan.

Sekolah juga diberi keleluasaan untuk bekerja sama dengan pihak eksternal, seperti puskesmas, dalam pelaksanaan cek kesehatan gratis maupun penyuluhan kesehatan lainnya.

Menurut Sholchan, nilai karakter seperti disiplin, kekompakan, dan ketakwaan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan MPLS.

Ia juga mengingatkan seluruh sekolah agar menjalankan kegiatan sesuai dengan Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 serta menghindari segala bentuk perpeloncoan maupun aktivitas yang dapat membuat peserta didik merasa tidak nyaman atau mengalami perundungan.

98152606-d9b4-4dab-a563-ced90aed2894

Suasana kegiatan MATAMUDA di MTs Negeri 1 Rembang. (Humas MTs Negeri 1 Rembang)

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Rembang, Moh. Muhson, menyampaikan bahwa MATAMUDA dilaksanakan sesuai pedoman Kementerian Agama selama maksimal lima hari pada pekan pertama tahun pelajaran baru.

BACA JUGA :  Saat Roda Hidup Sempat Tersendat, Es Puter Sumijan Justru Melesat

Tahun ini, kegiatan mengusung semangat “Sambut Murid Baru dengan SENYAMAN”, yakni menciptakan suasana yang sehat, aman, nyaman, dan menyenangkan.

“Orientasi bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi pengalaman awal yang bermakna agar peserta didik merasa diterima, mengenal lingkungan madrasah, memahami budaya madrasah, serta bangga menjadi bagian dari keluarga besar madrasah,” jelasnya.

Muhson mengatakan MATAMUDA bertujuan membantu peserta didik beradaptasi secara mental, sosial, emosional, dan akademik.

Selain mengenalkan profil dan budaya madrasah, kegiatan juga menanamkan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), membangun karakter berakhlak mulia, menumbuhkan cinta tanah air, serta menciptakan lingkungan belajar yang ramah anak dan bebas perundungan.

Selama pelaksanaan MATAMUDA, peserta didik memperoleh materi mengenai profil madrasah, penguatan karakter, pendidikan antiperundungan, wawasan kebangsaan, etika bermedia digital, hingga program ASRI dan ekoteologi.

BACA JUGA :  Idhofa, Lulusan Terbaik Salut Kartini Rembang yang Meraih Cumlaude di Tengah Kesibukan

Pada hari terakhir, peserta didik diberi kesempatan untuk menampilkan bakat melalui pentas ekspresi sekaligus mengikuti pemetaan potensi di bidang akademik maupun nonakademik sebagai dasar pembinaan prestasi.

Muhson menambahkan, Kementerian Agama juga menekankan pelaksanaan MATAMUDA yang edukatif, humanis, ramah anak, bebas kekerasan, serta tanpa pungutan kepada orang tua.

Madrasah juga menerapkan prinsip zero tolerance terhadap kekerasan dan perundungan, disertai pendampingan guru serta pelaksanaan cek kesehatan gratis bekerja sama dengan puskesmas.

“Kami berharap peserta didik baru mampu beradaptasi dengan cepat, memiliki semangat belajar yang tinggi, bangga menjadi bagian dari madrasah, serta tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, cinta ilmu, peduli lingkungan, dan menghargai perbedaan,” pungkasnya.

Video pilihan: Karavista Musik


Bagikan :
Editor : Alfia Dwi Nastiti