Berita

Guru PJOK Dibekali Mitigasi Risiko, Dindikpora Rembang Tekankan Keselamatan Siswa

Guru PJOK Dibekali Mitigasi Risiko, Dindikpora Rembang Tekankan Keselamatan Siswa
Bagikan :

Guru PJOK Dibekali Mitigasi Risiko, Dindikpora Rembang Tekankan Keselamatan Siswa

Dindikpora Rembang gelar pembinaan guru PJOK: penguatan kesadaran hukum dan keselamatan peserta didik. (Humas Dindikpora Rembang)

REMBANG, utrembang.com – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang menggelar Sosialisasi Mitigasi Risiko Pembelajaran PJOK selama tiga hari berturut-turut.

Kegiatan pertama dilaksanakan pada Selasa (18/8) di Gedung KPRI Sumber untuk wilayah Rembang barat, kemudian dilanjutkan pada Rabu (19/8) di Gedung PKG Kecamatan Lasem untuk wilayah Rembang timur. Selanjutnya, kegiatan dijadwalkan berlangsung pada Kamis (20/8) di Kantor Dindikpora Kabupaten Rembang dengan peserta khusus guru SMP.

Langkah tersebut dilakukan Dindikpora Kabupaten Rembang dalam rangka memperkuat pemahaman guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) terkait keselamatan dan aspek hukum dalam proses pembelajaran.

Hal tersebut dilakukan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan pembelajaran di sekolah agar berlangsung aman, terarah, dan sesuai dengan ketentuan.

Kepala Dindikpora Kabupaten Rembang, Ahmad Sholchan, mengatakan kegiatan tersebut selain menjadi agenda rutin pembinaan guru, juga bertujuan memberikan pemahaman yang sama kepada guru PJOK di Kabupaten Rembang.

Menurutnya, mata pelajaran PJOK berbeda dengan mata pelajaran lainnya karena pembelajarannya tidak hanya dilakukan di dalam kelas, tetapi juga di luar kelas melalui praktik yang melibatkan aktivitas fisik.

BACA JUGA :  Festival Literasi Rembang 2025 Sajikan Edukasi dan Hiburan

“Kegiatan pembinaan guru kali ini untuk memberikan pemahaman yang sama kepada seluruh guru PJOK maupun guru yang mengampu mata pelajaran PJOK, khususnya di SD dan SMP. Guru PJOK mempunyai risiko yang lebih dibandingkan dengan guru yang lain karena harus ada praktik di luar lapangan,” ujarnya.

Tak hanya itu, ia menekankan pentingnya guru mengetahui kondisi siswa dan memastikan mereka dalam kondisi yang mampu mengikuti aktivitas fisik.

Hal tersebut menjadi upaya antisipasi sebelum aktivitas praktik dan fisik dilakukan oleh siswa.

“Sebelum melaksanakan proses pembelajaran, bagi guru PJOK harus tahu situasi dan kondisi anak-anak. Misalnya dengan menanyakan kepada siswa siapa yang kondisinya sakit,” katanya.

Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari Polres Rembang, KBO Reskrim Polres Rembang IPTU Dr. Widodo Eko Prasetiyo.

Widodo hadir menyampaikan materi terkait aspek hukum yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan pembelajaran PJOK.

BACA JUGA :  Direktur Baru UT Semarang Kunjungi Rembang, Turun Tangan Bikin Konten Viral hingga Bedah Isu Organisasi Ilegal

Sholchan menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk meningkatkan kesiapan guru PJOK.

Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun pemahaman mengenai keselamatan, bukan hanya sebagai bentuk respons terhadap kejadian.

“Tanpa adanya kejadian pun ini sebuah hal yang harus kita antisipasi lebih awal karena pemahaman guru PJOK itu bervariasi. Dengan adanya kejadian kemarin, kami semakin merasakan bahwa ini memang penting untuk dilaksanakan,” ungkapnya.

Sebagai Kepala Dindikpora Kabupaten Rembang, Sholchan menyampaikan bahwa kegiatan pembelajaran diwujudkan melalui prinsip “murid sehat, guru aman” dengan persiapan pembelajaran yang matang.

“Persiapan pembelajaran mulai dari pengecekan kondisi peserta didik, pemanasan, pemilihan aktivitas yang sesuai dengan usia dan kemampuan siswa, hingga pelaksanaan kegiatan berdasarkan rencana pembelajaran,” imbuhnya.

Salah satu peserta sosialisasi, guru PJOK dari SDN Banowan, Kecamatan Sarang, Lela Ayu Rinanti, mengaku kegiatan Sosialisasi Mitigasi Risiko Pembelajaran PJOK merupakan hal yang sangat dibutuhkan untuk memitigasi keselamatan siswa saat pembelajaran.

“Bagi guru PJOK, kegiatan yang diselenggarakan hari ini sangat dibutuhkan karena terkait dengan mitigasi keselamatan siswa yang akan kami ajarkan. Selama ini kita mengajarkan, tetapi aspek safety juga perlu diperhatikan sehingga ke depan penanganan anak-anak bisa lebih baik lagi,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Dari Sawah Gagal Panen, Desa Trenggulunan Bangkit Lewat Wisata Edukasi Buah Naga

Baginya, langkah antisipasi untuk memastikan kondisi siswa dilakukan sebelum memulai pembelajaran dengan menyesuaikan aktivitas berdasarkan usia dan karakter siswa.

“Setiap memulai pembelajaran kita berdoa, kemudian absensi dan menanyakan kondisi siswa. Kalau ada yang sakit, tentu harus kita perhatikan terlebih dahulu sebelum mengikuti pembelajaran,” katanya.

Pengecekan kondisi siswa juga dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan oleh sekolah secara berkala, seperti pengukuran tinggi dan berat badan, dengan bekerja sama dengan instansi kesehatan.

Bagi siswa SD, kegiatan pembelajaran olahraga dikemas dalam bentuk permainan yang menyenangkan dengan tetap memperhatikan keselamatan.

Upaya menciptakan pembelajaran yang aman, terarah, dan sesuai dengan ketentuan memerlukan dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya adalah kepala sekolah yang berperan dalam pengawasan dan supervisi untuk memastikan proses pembelajaran berjalan sesuai dengan ketentuan.

Melalui kegiatan ini, Dindikpora Kabupaten Rembang berupaya mendorong terwujudnya pembelajaran yang memperhatikan keselamatan siswa sekaligus menjadi pedoman bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran olahraga di sekolah.

Video pilihan: Karavista Musik


Bagikan :
Editor : Alfia Dwi Nastiti