Berita

Tradisi Kupatan Rembang Diserbu Ribuan Warga, UMKM Ikut Kebanjiran Rezeki

Tradisi Kupatan Rembang Diserbu Ribuan Warga, UMKM Ikut Kebanjiran Rezeki
Bagikan :

Tradisi Kupatan Rembang Diserbu Ribuan Warga, UMKM Ikut Kebanjiran Rezeki

Kirab Kupatan tampilkan budaya, jadi daya tarik warga Rembang. (Bagus Yusril)

REMBANG, utrembang.com – Seminggu pasca Idulfitri, kawasan Tasikagung, Rembang, Jawa Tengah, kembali ramai dengan kemeriahan sedekah laut dan bumi yang dikenal secara umum dengan sebutan “tradisi kupatan”.

Tradisi tahunan yang menjadi daya tarik bagi ribuan warga yang menantikan pertunjukan larung sesaji dan kirab budaya yang meriah, Sabtu (28/4).

Rute kirab dimulai dari Jl. Pelabuhan Desa Tasikagung berjalanan ke Jl. dr. Wahidin hingga Jl. R.A. Kartini dan berakhir di Desa Tasikagung, Rembang.

Acara ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan wujud rasa syukur para nelayan atas melimpahnya hasil laut.

Salah satu warga Tasikagung, Mohammad Faisal, menjelaskan bahwa acara ini adalah warisan turun-temurun yang berfungsi sebagai perekat keakraban antarwarga.

BACA JUGA :  Mengatur Waktu, Mengatur Masa Depan dengan Universitas Terbuka

“Tradisi Kupatan ini sudah ada jauh sebelum saya lahir. Biasanya, sebelum prosesi larung sesaji dilakukan, kami menggelar kirab budaya terlebih dahulu untuk merawat tradisi sekaligus mempererat keakraban warga,” ujar Faisal.

Selain aspek budaya, tradisi Kupatan menjadi angin segar bagi sektor ekonomi kerakyatan.

Kehadiran ribuan pengunjung membawa berkah bagi para pedagang kaki lima yang memadati sekitar lokasi acara.

Seorang pedagang di kawasan tersebut, Rudi, mengaku omzetnya melonjak drastis selama festival berlangsung.

Baginya, acara ini adalah momen panen di tengah lesunya kondisi ekonomi.

“Kalau ada acara seperti ini setiap hari, saya tentu senang sekali. Dalam sehari, keuntungan bisa naik berkali-kali lipat dibanding hari biasa,” ungkap Rudi sembari bercanda.

BACA JUGA :  Semarak Karnaval Rembang: Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Bagikan Buku Gratis, Tingkatkan Budaya Literasi Masyarakat

Tradisi Kupatan kini tidak hanya dipandang sebagai ritual lokal, tetapi telah bertransformasi menjadi aset wisata budaya yang potensial bagi Kabupaten Rembang.

Kerja sama antara pelestarian adat dan penguatan ekonomi kreatif diharapkan mampu menjadi motor penggerak industri pariwisata daerah.

Ke depannya, masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Rembang memberikan dukungan yang lebih masif.

Dengan pengelolaan yang lebih baik, festival ini diyakini mampu menarik wisatawan dari luar daerah secara lebih luas, sekaligus mempertegas identitas Rembang sebagai kota pesisir yang kaya akan budaya.

Video pilihan: Karavista Musik


Bagikan :
Editor : Alfia Dwi Nastiti