Gali Kearifan Lokal, Dinarpus Rembang Gelar Bimtek Kepenulisan Budaya

Kepala Dinarpus Rembang, Achmad Sholchan Tekankan Tujuan Kegiatan untuk Meningkatkan Literasi dan Pengetahuan Menulis. (Novi Oktaviani)
REMBANG, utrembang.com – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Kabupaten Rembang menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal pada Selasa, 11 November 2025, di Perpustakaan Daerah Kabupaten Rembang.
Kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 60 peserta ini merupakan bagian dari program Perpustakaan Nasional yang bertujuan untuk meningkatkan literasi dan minat menulis masyarakat, sekaligus menggali serta mendokumentasikan kekayaan dan kearifan budaya lokal Rembang.
Kepala Dinarpus Rembang, Achmad Sholchan, menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki dua tujuan utama.
“Yang pertama yaitu meningkatkan literasi dan daya kepenulisan masyarakat serta meningkatkan pengetahuan tentang menulis masyarakat Rembang. Yang kedua, kami ingin menggali budaya lokal di Kabupaten Rembang agar tercatat dan terdokumentasi dalam bentuk tulisan,” ujar Sholchan.
Sholchan menambahkan, tema budaya lokal dipilih karena masih sedikit budaya daerah yang tertulis secara mendalam.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan lebih mengenal dan mencatat nilai-nilai filosofis budaya Rembang yang kaya makna.
Sholchan berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin tahunan.
“Insyaallah setiap tahun akan kami laksanakan. Kami ingin kegiatan ini berkelanjutan dan bermanfaat, baik bagi peserta maupun masyarakat Rembang,” ujarnya.
Bimtek yang diikuti oleh perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pelajar, mahasiswa, masyarakat umum, serta pegiat literasi ini menghadirkan M. Ilyas Al-Musthofa, editor sekaligus wartawan Suara Merdeka, sebagai narasumber utama.
Menurut Ilyas, materi yang disampaikan pada sesi pertama mencakup pengenalan dasar tentang artikel dan budaya lokal.
“Harapannya, peserta bisa memahami apa itu artikel dan budaya, sehingga saat sesi berikutnya mereka sudah siap menulis artikel berbasis konten budaya lokal,” jelas Ilyas.
Ia menilai antusiasme peserta sangat tinggi.
Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan dan partisipasi aktif selama sesi berlangsung.
“Respons peserta luar biasa. Mereka antusias, komunikatif, dan menunjukkan semangat belajar yang tinggi,” imbuhnya.
Kegiatan ini juga menargetkan hasil akhir berupa satu artikel budaya lokal dari masing-masing peserta.
Semua karya tersebut akan dikumpulkan dan diterbitkan dalam sebuah buku antologi berjudul Antologi Budaya Lokal Rembang, yang nantinya akan diserahkan kepada Perpustakaan Nasional.
Sementara itu, Ilyas menambahkan pentingnya peran pemerintah dalam menumbuhkan semangat menulis, terlebih yang berbasis konten budaya lokal.
“Pemerintah harus hadir dalam gerakan literasi seperti ini. Dinarpus sudah melaksanakan perannya dengan baik, menggandeng berbagai kalangan agar budaya lokal tidak tergerus modernisasi,” ungkapnya.
Baik penyelenggara maupun pemateri berharap kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menumbuhkan semangat menulis dan memperkuat upaya pelestarian budaya lokal melalui karya tulis.
Video pilihan:Pejuang Mimpi (Short Movie)
