Berita

Berkarya Tanpa Batas, Nabilah Mahasiswa UT Rembang Buktikan Kuliah dan Cosplay Bisa Sejalan

Berkarya Tanpa Batas, Nabilah Mahasiswa UT Rembang Buktikan Kuliah dan Cosplay Bisa Sejalan
Bagikan :

Berkarya Tanpa Batas, Nabilah Mahasiswa UT Rembang Buktikan Kuliah dan Cosplay Bisa Sejalan

Aishatun Nabilah, Mahasiswa UT yang Gemari Cosplay dan Jurnalistik. (Novi Oktaviani)

REMBANG, utrembang.com – Di balik riasan karakter anime dan kostum warna-warni yang ia kenakan, ada sosok muda yang tengah menapaki perjalanan barunya sebagai mahasiswa sekaligus jurnalis kampus.

Namanya Aishatun Nabilah, atau akrab disapa Nabil, mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Terbuka (UT) Salut Kartini Rembang yang kini duduk di semester pertama.

Nabil merupakan salah satu potret mahasiswa muda yang menunjukkan bahwa semangat belajar dan berkarya dapat berjalan beriringan.

Dari balik kostum cosplay hingga pena jurnalistik, Nabil membuktikan bahwa setiap cerita berharga untuk disuarakan, dan Jurnatera menjadi panggung awal bagi langkahnya.

Di usianya yang baru 18 tahun, Nabil sudah terbiasa membagi waktu antara kuliah, kerja, serta dunia yang ia cintai, yaitu cosplay dan konten kreatif.

“Sekarang kesibukanku lebih ke kerja, kuliah, dan kalau ada waktu luang biasanya aku cari ide konten atau cosplay,” ujar Nabil dengan semangat khasnya.

Sebelum aktif di berbagai kegiatan, Nabil justru mengaku sebagai pribadi yang pendiam.

“Aku dulu anaknya introvert banget, bahkan lupa siapa saja temanku,” kenangnya sambil tersenyum.

BACA JUGA :  Bulan Dana PMI Rembang Resmi Dicanangkan, Pengadilan Negeri dan Mahkamah Agung Jadi Donatur Pertama

Perubahan besar terjadi saat ia menemukan inspirasi dari seorang cosplayer yang sukses melalui jalur freelance.

Dari sanalah ia mulai memberanikan diri mencari komunitas cosplay di Rembang, langkah kecil yang akhirnya membuka pintu besar bagi hidupnya.

Kini, cosplay bukan sekadar hobi bagi Nabil, melainkan ruang berekspresi dan sumber kepercayaan diri.

“Lewat dunia cosplay, aku jadi punya lebih banyak ide dan merasa lebih percaya diri saat tampil di depan umum,” ungkapnya.

Semangat yang sama membawanya bergabung dengan UKM Jurnalistik Jurnatera.

Keinginannya sederhana, ia ingin mengasah kemampuan public speaking dan mewujudkan cita-citanya menjadi presenter.

“Aku tahu tentang Jurnatera waktu OSMB. Setelah tanya-tanya ke adminnya, aku langsung tertarik karena bisa bantu aku mengasah dan ngembangin skill jurnalistik,” kata Nabil.

Meski awalnya sempat kaget karena jumlah anggota yang tidak sebanyak dugaan, Nabil justru merasa kagum.

“Ternyata generasi pertama cuma lima orang. Mereka hebat banget bisa bikin UKM dengan anggota segitu,” ujarnya.

Bagi Nabil, Jurnatera bukan sekadar komunitas, tetapi ruang belajar yang hangat dan inspiratif.

“Lewat beberapa pertemuan Jurnatera, aku belajar banyak tentang menulis berita dan berbicara di depan umum. Dari situ aku makin yakin kalau aku memang cocok di sini,” ungkapnya sambil tersenyum.

BACA JUGA :  Kisah Sukses Farel Erfasa Ramadhan, Mahasiswa UT Rembang yang Tempati Jabatan Sekretaris BUMDes

Begitu bergabung di Jurnatera, Nabil langsung terjun mempelajari dasar-dasar jurnalistik, mulai dari cara menulis berita yang baik hingga mengasah kemampuan editing-nya.

Meski awalnya ragu bisa membagi waktu antara kuliah, kerja, dan organisasi, ia justru menikmati suasana Jurnatera serta merasa beruntung bisa mengenal banyak orang hebat di sana.

“Awalnya sempat takut nggak bisa bagi waktu, tapi ternyata seru banget, apalagi bisa kenal banyak orang keren di sana,” katanya.

Menurutnya, dunia jurnalistik menuntut seseorang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, kemampuan menulis, berpikir kritis, dan tentu saja percaya diri untuk berbicara di depan publik.

Semua itu kini ia pelajari melalui kegiatan Jurnatera.

“Yang paling berkesan waktu mendengar perkenalan teman-teman baru. Mereka keren banget dan bikin aku semangat,” ungkapnya.

Selain sebagai mahasiswa dan anggota Jurnatera, Nabil juga merupakan freelancer dan cosplayer aktif.

Tantangan utamanya adalah manajemen waktu.

“Kadang ada jadwal photoshoot yang tabrakan sama kuliah, jadi harus pintar-pintar ngatur waktu, antara ditunda atau dimajukan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Upacara Penurunan Bendera di Rembang Berjalan Lancar, Kapolres Rembang hingga Mahasiswa Salut Kartini Berikan Apresiasi

Namun, baginya semua peran itu saling melengkapi.

Dunia cosplay mengasah kreativitas dan ekspresi dirinya, sedangkan jurnalistik melatihnya berpikir kritis serta menulis dengan tajam.

“Dua-duanya hampir sama, hanya beda bidang. Cosplay di budaya, jurnalistik di berita. Tapi keduanya kasih aku inspirasi dan kepercayaan diri,” jelasnya.

Menjadi bagian dari Jurnatera bagi Nabil memiliki makna besar.

“Kita bisa membuat berita yang akurat dan relevan. Itu membanggakan banget,” katanya.

Ia juga belajar banyak hal, terutama tentang wawancara, kegiatan yang kini menjadi favoritnya.

“Nilai yang paling aku pelajari dari Jurnatera itu wawancara, karena di situ aku bisa langsung praktik berbicara dengan orang dan mendengar banyak cerita,” ujarnya.

Nabil menyebut tiga kata yang menggambarkan Jurnatera: Hangat, Semangat, dan Keren.

Hangat karena kami seperti keluarga, semangat karena semua anggotanya selalu berenergi positif, dan keren karena semuanya berani menunjukkan bakatnya.

Nabil berharap seluruh anggota Jurnatera dapat terus bertanggung jawab terhadap tugas mereka dan membuat Jurnatera semakin dikenal.

Ia juga berpesan kepada generasi berikutnya untuk tidak khawatir jika jumlah anggota masih sedikit, karena baginya yang terpenting adalah semangat dan keyakinan bersama untuk membawa Jurnatera semakin maju.

Video pilihan: Universitas Terbuka di Era Digital


Bagikan :
Editor : Alfia Dwi Nastiti