Berita

Transformasi Digital Pendidikan: Rembang Luncurkan Educare dan Mulai Terapkan SPMB Online Jenjang SD–SMP

Transformasi Digital Pendidikan: Rembang Luncurkan Educare dan Mulai Terapkan SPMB Online Jenjang SD–SMP
Bagikan :

Transformasi Digital Pendidikan: Rembang Luncurkan Educare dan Mulai Terapkan SPMB Online Jenjang SD–SMP

Peluncuran aplikasi educare di Aula Lantai IV Kantor Bupati Rembang. (Windy Eka Putri Devina)

REMBANG, utrembang.com – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Rembang meluncurkan aplikasi Educare sebagai inovasi layanan pendidikan, sekaligus menerapkan SPMB online untuk pertama kalinya pada jenjang SD dan SMP tahun ajaran 2026/2027.

Kegiatan tersebut digelar di Aula Lantai IV Kantor Bupati Rembang pada Senin (4/5).

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga, Achmad Sholchan, menyampaikan bahwa pelaksanaan SPMB online serta peluncuran aplikasi Educare dilakukan untuk mewujudkan visi pertama Bupati dan Wakil Bupati Rembang.

“Mengacu kepada visi misi bupati dan wakil bupati Kabupaten Rembang, tepatnya di visi pertama, yakni terwujudnya kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing dan produktif, Dindikpora meluncurkan aplikasi Educare untuk mencapai visi tersebut,” ungkap Sholchan dalam sambutannya.

BACA JUGA :  Berikan Pendampingan, Salut Kartini Rembang Pastikan UAS Berjalan Lancar

Masyarakat sudah dapat mengakses melalui laman educare.rembangkab.go.id.

Dalam laman tersebut terdapat empat fitur utama, yakni survei kepuasan masyarakat, layanan aduan pendidikan, layanan berbagi materi hasil kolaborasi dengan MGMP dan KKG, serta fitur guru berbagi.

Sholchan menambahkan bahwa aplikasi ini juga mengakomodasi pendidikan nonformal seperti PKBM yang selama ini dinilai memiliki jumlah peserta cukup banyak, namun belum mendapat perhatian optimal.

85955eb3-83e0-4aab-92f6-3fd004215785

Penandatanganan bersama pelaksanaan SPMB online. (Windy Eka Putri Devina)

Sementara itu, terkait dengan SPMB online, pelaksanaannya diharapkan mampu menciptakan sistem penerimaan siswa yang lebih transparan, akuntabel, objektif, serta tidak diskriminatif.

“Di wilayah kecamatan, beberapa sekolah masih kesulitan mendapatkan siswa, sementara di perkotaan justru terjadi persaingan yang cukup ketat. SPMB online ini diharapkan bisa menjadi solusi,” jelas Sholchan.

BACA JUGA :  Bidik Pasar Baru, Rumah BUMN Rembang Kembangkan Toko Oleh-Oleh dan Hampers Multifungsi

Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Jawa Tengah yang diwakilkan oleh Wali Wilayah Kabupaten Rembang, Retno Prabandari, mengapresiasi langkah Dindikpora dalam menerapkan SPMB online untuk jenjang SD dan SMP.

“Kami mengapresiasi proses SPMB di Kabupaten Rembang karena akhirnya tahun ini untuk kali pertama Rembang bisa melaksanakan SPMB online untuk jenjang SD dan SMP, sementara di daerah lain rata-rata masih pada jenjang SMP. Kami harap pelaksanaan ini dapat berjalan dengan baik,” ujar Retno.

Ia juga berharap langkah kecil melalui penandatanganan pakta integritas dan peluncuran aplikasi Educare bisa mewujudkan masa depan pendidikan yang lebih baik, khususnya di Kabupaten Rembang.

Bupati Rembang melalui Sekretaris Daerah Rembang, Fahrudin, menegaskan bahwa penandatanganan komitmen SPMB menjadi wujud keseriusan pemerintah dalam mewujudkan sistem penerimaan siswa yang adil dan merata.

BACA JUGA :  Siap Hadapi Mahasiswa, Tutor UT Semarang Jalani Praktik Tutorial Mini

“Penandatanganan komitmen ini merupakan wujud nyata keseriusan kita dalam mewujudkan sistem penerimaan murid baru yang transparan, objektif, akuntabel, dan berkeadilan. Kita ingin memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan berkualitas tanpa diskriminasi,” tutur Fahrudin.

Selanjutnya, peluncuran aplikasi Educare menjadi langkah maju dalam transformasi digital di bidang pendidikan dan diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan, memperkuat komunikasi antar sekolah, orang tua, dan pemerintah, serta mempermudah akses informasi.

Dindikpora Rembang akan terus mengembangkan aplikasi Educare, termasuk integrasi dengan sistem nasional seperti Dapodik dan SIASN.

Pengembangan ini diharapkan mampu meningkatkan akurasi data serta memperkuat layanan pendidikan digital di Kabupaten Rembang.

Video pilihan: Karavista Musik


Bagikan :
Editor : Alfia Dwi Nastiti