Berita

Aroma Tungku dan Rasa Lama: Serabi Soditan Bertahan di Tengah Gempuran Zaman

Aroma Tungku dan Rasa Lama: Serabi Soditan Bertahan di Tengah Gempuran Zaman
Bagikan :

Aroma Tungku dan Rasa Lama: Serabi Soditan Bertahan di Tengah Gempuran Zaman

Berjualan Serabi dengan Suami, Muniah kisahkan perjalanannya. (Munjiyati)

REMBANG, utrembang.com – Jajanan tradisional berbahan dasar tepung beras dan kelapa, serabi namanya.

Jajanan ini menjadi menu sarapan pilihan masyarakat di Desa Soditan dan sekitarnya.

Aroma khas dari tungku bakar tradisional menjadi pemikat para pembeli.

Tak hanya itu, rasa khasnya memiliki tempat tersendiri dalam kenangan masa kecil yang sulit tergantikan oleh jajanan modern.

Enam tahun silam menjajakan serabi secara mandiri, Muniah dan suami menjadi sosok yang pantang menyerah.

“Saya sudah berjualan enam tahun, dari jam setengah lima pagi dan adonan lima kilogram biasanya habis sampai jam delapan pagi,” ungkapnya.

Langkahnya itu dimulai sejak fajar, dengan kekhasan serabi miliknya yang tak dimiliki tempat lain.

BACA JUGA :  Bupati Rembang Ajak Warga Sengkuyung Bulan Dana PMI, Target Rp 775 Juta

Terdapat tiga toping, yaitu santan asin, santan manis, serta kelapa parut yang laris manis.

“Kalau dari bahannya sih hampir sama ya, tapi toping berbeda. Pembeli bisa pilih santan asin, santan manis, atau bisa juga kelapa parut, sesuai dengan selera masing-masing,” jelas Muniah sambil melayani pembeli yang berkerumun di hadapannya.

Muniah bertekad harga jual dan cita rasa serabinya akan tetap sama meski harga bahan dasar meroket di pasaran.

Salah satu pembeli, Novi Oktaviani, menilai bahwa serabi ini sangat terjangkau harganya dan enak.

“Menurut saya, rasanya sangat oke, kelapanya terasa, manisnya pas. Tapi, saya paling suka yang santan original, karena nanti di rumah bisa saya tambahkan gula sendiri. Harga dua ribu lima ratus dapat dua buah sangat terjangkau bagi saya, apalagi di era gempuran jajanan modern,” kata Novi.

BACA JUGA :  Antara Daring dan Tatap Muka, UT Salut Kartini Rembang Permudah Akses Pendidikan

Dengan metode tradisional dan cita rasa khas, serabi tetap eksis tak lekang oleh waktu.

Melalui kesederhanaannya, tersimpan harapan agar salah satu jajanan tradisional ini tidak punah oleh zaman.

Video pilihan: Karavista Musik


Bagikan :
Editor : Alfia Dwi Nastiti