Berita

Kue Balok Legenda, Jajanan Sore Favorit Anak Muda Rembang

Kue Balok Legenda, Jajanan Sore Favorit Anak Muda Rembang
Bagikan :

Kue Balok Legenda, Jajanan Sore Favorit Anak Muda Rembang

Jajanan sore Rembang, Kue Balok Legenda laris tiap hari. (Novi Oktaviani)

REMBANG, utrembang.com – Manis nan hangat meruap dari loyang yang sedang dipanggang.

Aroma cokelat mengudara di sela senja yang akan datang.

Di balik asap tipis dan antrean yang menunggu dengan tenang.

Kue Balok Legenda hadir, sederhana, hangat, dan terus dikenang.

Berjualan di Jalan Dr. Sutomo, Kutoharjo, tepatnya seberang Mie Gacoan Cabang Rembang, aroma manis itu menjadi penanda bahwa waktu sore telah tiba.

Sebuah lapak sederhana dengan gerobak khas kue balok dengan bannernya, namun tak pernah sepi.

Di sanalah Kue Balok Legenda, usaha yang pertama kali dibuka pada September 2019 kini eksis di kalangan anak muda Rembang.

Sang penjual, Fahmi, bersama sang istri memulai perjalanannya dengan belajar dari sebuah merek yang sudah memiliki resep baku.

Dari proses itu, ia tak sekadar menjual, namun juga belajar memahami adonan, rasa, dan selera pasar.

BACA JUGA :  Kue Keranjang, Manisnya Harapan di Balik Perayaan Imlek

“Awalnya dulu seperti kursus, beli merek dan ada resepnya, jadi belajar,” ujar Fahmi.

Setiap hari, lapaknya ia buka mulai pukul tiga sore hingga adonan habis.

“Kalau adonannya habis ya harus tutup, karena adonannya harus menginap dua jam supaya mengembang,” ucap Fahmi.

Dalam sehari, Fahmi mengolah sekitar tujuh kilogram adonan untuk menghasilkan kurang lebih 30 porsi kue balok.

Menariknya, ia membagi peran dengan sang istri, di mana adonan dibuat oleh sang istri, sementara Fahmi bertugas menjual dan melayani pembeli.

Proses memasaknya seperti kue balok pada umumnya.

Adonan kue balok dituangkan perlahan ke dalam loyang yang telah dipanaskan di atas kompor.

Setelah itu, bagian atas loyang ditutup dengan sebuah kotak besi berisi bara arang yang menyala.

Panas dari bawah dan atas bertemu, memanggang adonan secara perlahan hingga menciptakan kematangan yang pas.

Bagian luar yang matang sementara bagian dalamnya tetap lembut dan meleleh, menciptakan aroma khas yang menggoda tiap sore.

BACA JUGA :  Dari Sawah Gagal Panen, Desa Trenggulunan Bangkit Lewat Wisata Edukasi Buah Naga

Soal rasa, Kue Balok Legenda memiliki ciri khas tersendiri.

Cita rasa menjadi daya tarik utama dari Kue Balok Legenda.

Fahmi tak ragu menggunakan cokelat dalam jumlah banyak dibandingkan bahan lainnya.

Perpaduan cokelat bubuk dan cokelat batang menjadi kunci.

“Banyak merek cokelat di toko, tapi bahan cokelat ini yang bikin beda,” katanya.

Pilihan topping yang ditawarkan pun sederhana namun digemari.

Mulai dari original, keju, hingga tiramisu, dibanderol mulai dari harga Rp13.000 untuk isi empat, sementara isi enam seharga Rp18.000.

Harga yang ramah, khususnya bagi kalangan pelajar dan mahasiswa.

Popularitasnya kian terasa dalam sepekan terakhir.

Fahmi mengaku, lapaknya sering tutup lebih awal karena dagangannya sudah ludes terjual sejak pukul empat hingga lima sore.

Antusiasme pembeli menjadi bukti bahwa jajanan tradisional ini masih eksis di tengah gempuran kuliner modern.

Bagi Angga Maulana, salah satu pembeli, aroma dan rasa menjadi kesan pertama yang sulit dilupakan.

BACA JUGA :  UKM Salut Kartini Kembali Aktif, Badminton Jadi UKM Terfavorit

“Aroma manis gula dan cokelat tentunya serta sedikit tercium bau terbakar,” kata Angga.

Menurut Angga, porsi kue balok yang tidak terlalu besar justru menjadi kelebihan karena cocok dijadikan camilan dan tidak enek.

Baginya, kue balok paling pas dinikmati saat santai, baik disantap sendiri atau berbagi bersama banyak orang.

“Porsinya pas, tidak kebanyakan, jadi enak untuk camilan satu orang atau bersama teman atau keluarga,” ujarnya.

Angga menilai, kue balok masih sangat relevan di tengah banyaknya jajanan kekinian.

Ia bahkan menyebut, kue balok akan semakin menarik jika terus dikembangkan dengan beragam varian.

Satu kata bagi Angga untuk menggambarkan Kue Balok Legenda adalah “manis”.

Di tengah ramainya lalu lintas Jalan Dr. Sutomo, Kue Balok Legenda hadir sebagai pengingat bahwa kuliner tradisional sederhana tak pernah kehilangan penggemar.

Selama kualitas rasa dijaga dan ketulusan disajikan, manisnya akan selalu menemukan celah untuk dikenang.

Video pilihan: Karavista Musik


Bagikan :
Editor : Alfia Dwi Nastiti