Berita

UT Kukuhkan 44.271 Lulusan, Rektor Tekankan Integritas dan Kompetensi

UT Kukuhkan 44.271 Lulusan, Rektor Tekankan Integritas dan Kompetensi
Bagikan :

UT Kukuhkan 44.271 Lulusan, Rektor Tekankan Integritas dan Kompetensi

Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si hadir dalam Wisuda Tahun Akademik 2025/2026 Semester Genap Wilayah Tiga. (YouTube Universitas Terbuka TV)

REMBANG, utrembang.com Universitas Terbuka (UT) mengukuhkan 44.271 lulusan pada Wisuda Tahun Akademik 2025/2026 Semester Genap Tahap I dan Tahap II. Rektor UT, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., berpesan kepada seluruh lulusan agar terus meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, serta menjadi pembelajar sepanjang hayat.

Pengukuhan lulusan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Rektor Universitas Terbuka Nomor 698 dan Nomor 1099 Tahun 2026 yang ditetapkan pada 26 Februari 2026 dan 10 April 2026.

Sebanyak 44.271 lulusan itu terdiri atas 6 lulusan program doktor, 346 lulusan program magister, 42.363 lulusan program sarjana, 294 lulusan Program Studi Diploma IV Kearsipan, serta 1.262 lulusan Program Studi Diploma III Perpajakan.

Wisuda Tahun Akademik 2025/2026 Semester Genap Wilayah Tiga dilaksanakan pada Selasa (28/7) di Gedung Universitas Terbuka Convention Center (UTCC) Pondok Cabe, Tangerang Selatan.

BACA JUGA :  UT Salut Kartini Rembang Bersama MGBK se-Kabupaten Rembang Bersinergi Sosialisasikan Pendidikan Terbuka

Dalam sambutannya, Ali Muktiyanto menegaskan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni, melainkan pengakuan akademik atas keberhasilan mahasiswa memenuhi seluruh persyaratan pendidikan.

Ia mengatakan, setiap lulusan telah melalui perjuangan yang tidak mudah. Selain harus beradaptasi dengan sistem pembelajaran jarak jauh, mahasiswa juga dituntut untuk disiplin, memiliki kemandirian dan kejujuran akademik hingga mampu menyelesaikan seluruh tahapan studi.

“Untuk mencapai tahap ini bukanlah perjuangan yang ringan. Banyak mahasiswa menghadapi berbagai kendala selama menempuh pendidikan, tetapi akhirnya mampu menyelesaikan seluruh proses pembelajaran hingga dinyatakan lulus,” ujarnya.

Ali menegaskan, kompetensi akademik saja tidak cukup untuk menghadapi tantangan masa depan. Lulusan UT harus mampu menjadi generasi yang inovatif, berintegritas, dan siap bersaing di tingkat global.

“Integritas adalah faktor pengali. Jika integritas tidak ada, maka kemampuan sebesar apa pun akan kehilangan nilainya,” tegasnya.

BACA JUGA :  MPLS dan MATAMUDA Jadi Awal Pembentukan Karakter Peserta Didik Baru di Rembang

Ia berharap seluruh alumni terus menjaga nama baik almamater, meningkatkan kompetensi, serta memanfaatkan ilmu yang diperoleh untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, UT juga memberikan penghargaan kepada wisudawan terbaik jenjang magister dan sarjana yang masing-masing meraih indeks prestasi kumulatif (IPK) 4,00. Wisudawan terbaik program magister berasal dari UT Pangkalpinang dan UT Bengkulu, sedangkan wisudawan terbaik program sarjana berasal dari UT Semarang.

Selain itu, Ikatan Alumni Universitas Terbuka memberikan apresiasi kepada wisudawan berdedikasi, yakni Naufal Amar Andinnar dari UT Semarang sebagai penyandang disabilitas daksa serta Zulfikar Kusnadi Karim dari UT Ambon sebagai penerima Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

e3ba7a5a-f047-45cb-9696-eb0684bc8c67

Tiga orang wisudawan program magister dari UT Salut Kartini Rembang. (YouTube Universitas Terbuka TV)

Pesan Rektor UT tersebut juga dirasakan oleh mahasiswa UT Salut Kartini Rembang, Andreas Alifuddin, lulusan Program Studi Magister Manajemen Bidang Minat Manajemen Sumber Daya Manusia yang kuliah sambil mengabdi di pemerintahan desa.

BACA JUGA :  Penghafal Al-Qur’an di Barisan Paskibraka, Kisah Perjuangan Quinsha Zevina hingga Maju ke Tingkat Provinsi Jawa Tengah

Andreas mengatakan, ia memilih melanjutkan pendidikan di UT setelah merasakan manfaat sistem pembelajaran saat menyelesaikan Program Studi Manajemen jenjang sarjana pada 2022.

“Saya memilih UT sebagai pilihan nomor satu. Setelah lulus S1, saya langsung melanjutkan ke Program Studi Magister Manajemen. Pendidikan ini menambah wawasan sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dalam menjalankan pekerjaan sebagai Kaur Perencanaan Pemerintah Desa Mrayun,” katanya.

Menurut Andreas, tantangan terbesar selama kuliah adalah membagi waktu antara pekerjaan, kegiatan masyarakat, pendidikan, dan penelitian. Namun, pengalaman belajar pada jenjang sarjana membuat proses adaptasi di program magister tidak mengalami banyak kendala.

Setelah menyelesaikan pendidikan, Andreas berkomitmen menerapkan ilmu yang diperoleh untuk meningkatkan kualitas pelayanan di Pemerintah Desa Mrayun. Ia juga ingin berkontribusi sebagai tutor Program Studi Manajemen di UT Salut Kartini Rembang.

“Bagi kami, gelar ini bukan akhir, tetapi menjadi motivasi untuk terus belajar dan memberikan kontribusi terbaik bagi Pemerintah Desa Mrayun maupun UT Salut Kartini Rembang,” pungkasnya.

Video pilihan: Karavista Musik


Bagikan :
Editor : Alfia Dwi Nastiti