Berita

Educare dan Adinda Jadi Kado Indah Dindikpora untuk Hari Jadi ke-285 Kabupaten Rembang

Educare dan Adinda Jadi Kado Indah Dindikpora untuk Hari Jadi ke-285 Kabupaten Rembang
Bagikan :

Educare dan Adinda Jadi Kado Indah Dindikpora untuk Hari Jadi ke-285 Kabupaten Rembang

Sosialisasi aplikasi Educare dan Adinda oleh Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang. (Humas Dindikpora Kabupaten Rembang)

REMBANG, utrembang.com – Hari Jadi ke-285 Kabupaten Rembang menjadi momentum bagi Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang untuk menghadirkan hadiah yang manfaatnya terus dirasakan masyarakat.

Melalui platform Educare dan Adinda, Dindikpora memperkuat transformasi pelayanan pendidikan dan administrasi agar lebih mudah diakses, efisien, serta transparan.

Meski bukan aplikasi baru, keduanya telah dimanfaatkan selama hampir satu tahun sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Educare dan Adinda dikembangkan dengan fungsi yang saling melengkapi. Educare berfokus pada pengelolaan dan penyajian data pendidikan berbasis Dapodik, layanan informasi pendidikan, survei kepuasan masyarakat, serta telah terintegrasi dengan SP4N-LAPOR! sebagai kanal bagi masyarakat untuk menyampaikan laporan, aspirasi, maupun pengaduan terkait layanan pendidikan.

Sementara itu, Adinda, yang merupakan singkatan dari Akses Digital Informasi dan Layanan Dindikpora, difokuskan pada pelayanan administrasi yang dikelola langsung oleh Dindikpora. Berbagai layanan, seperti pengurusan Bantuan Operasional Sekolah (BOS), ijazah, hingga layanan kedinasan lainnya, tersedia melalui platform tersebut.

BACA JUGA :  Tersaji Epic Comeback di Final, Turnamen Esport Mobile Legends UT Salut Kartini Rembang Berakhir Dramatis

Salah satu tim IT Educare dan Adinda, Prayogo Ryza Sulistyo, mengatakan pengembangan kedua platform tersebut berangkat dari kesadaran bahwa Dindikpora memiliki tanggung jawab yang sangat dekat dengan masa depan anak-anak dan generasi muda Rembang.

“Di sinilah Educare dan Adinda mendukung visi Bupati dan Wakil Bupati dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Educare membantu memperluas akses terhadap informasi, data pendidikan, layanan beasiswa, dan berbagai kebutuhan pendidikan lainnya. Sementara itu, Adinda membantu memastikan layanan administrasi di Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga dapat diakses dengan lebih mudah, tertata, dan transparan,” ujar Prayogo.

Educare hadir berangkat dari kondisi bahwa data pendidikan sebenarnya sudah tersedia, tetapi tingkat keterbacaan dan pemanfaatannya masih terbatas.

Platform tersebut dikembangkan untuk menghubungkan berbagai data yang ada, kemudian mengolah dan memvisualisasikannya menjadi informasi yang lebih mudah dibaca, dipahami, dan digunakan oleh sekolah maupun Dindikpora sebagai dasar pemantauan dan pengambilan kebijakan.

BACA JUGA :  Festival Seni Sambongan 2025, Cermin Cinta Budaya dan Spirit Wayang Indonesia

Educare dikembangkan dengan konsep modular. Artinya, sistem dapat terus disesuaikan dan ditambahkan fiturnya berdasarkan kebutuhan yang muncul setelah platform digunakan.

Salah satu contohnya ialah modul pendaftaran beasiswa yang dikembangkan setelah Educare diluncurkan karena adanya kebutuhan layanan baru.

Sementara itu, pengembangan Adinda berangkat dari kebutuhan untuk memberikan kemudahan dalam pelayanan publik.

Kemudahan tersebut tidak hanya ditujukan kepada masyarakat atau pengguna layanan, tetapi juga kepada petugas yang mengelola pelayanan.

Lebih lanjut, Prayogo menjelaskan bahwa ketika masyarakat semakin mudah memperoleh informasi, mengakses layanan, dan menyelesaikan kebutuhan administrasi, mereka akan memiliki lebih banyak ruang untuk fokus belajar, berprestasi, serta mengembangkan potensi yang dimiliki.

“Educare dan Adinda diharapkan terus menjadi bagian dari upaya Dindikpora dalam memberikan pelayanan yang semakin baik sehingga setiap anak dan generasi muda Rembang memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mewujudkan cita-citanya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dindikpora Kabupaten Rembang, Achmad Sholchan, mengatakan pemanfaatan Educare dan Adinda terus diperkuat melalui sosialisasi yang dilakukan dalam setiap kegiatan dinas.

BACA JUGA :  Bedah Buku KH Baidlowi Lasem: Menguatkan Ingatan Kolektif tentang Tokoh Agama dan Kebangsaan Rembang

“Sosialisasi kami laksanakan di semua kegiatan, baik di kantor dinas maupun di kecamatan. Kami menyampaikan kepada kepala sekolah, saat pertemuan guru, orang tua, maupun operator sekolah. Kalaupun masih ada yang mengalami kesulitan dalam penggunaan aplikasi, kami arahkan untuk berkoordinasi dengan operator sekolah yang lebih memahami penggunaan aplikasi ini,” katanya.

Sholchan menegaskan bahwa Dindikpora berkomitmen agar kedua platform tersebut dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, sejumlah layanan administrasi kini tidak lagi dilayani secara tatap muka, melainkan melalui aplikasi.

“Kami berkomitmen agar kedua aplikasi ini terus dimanfaatkan oleh masyarakat. Untuk layanan-layanan tertentu, kami tidak lagi melayani secara tatap muka, tetapi melalui aplikasi,” pungkasnya.

Ke depan, Dindikpora Kabupaten Rembang akan terus mengembangkan fitur pada kedua platform sesuai dengan kebutuhan layanan.

Setelah menghadirkan layanan pendaftaran beasiswa secara digital, Educare juga tengah dikembangkan dengan penambahan layanan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai bagian dari penguatan layanan pendidikan berbasis digital.

Video pilihan: Karavista Musik


Bagikan :
Editor : Alfia Dwi Nastiti