Berita

Jurnatera, Wadah Jurnalistik Mahasiswa Salut Kartini Rembang

Jurnatera, Wadah Jurnalistik Mahasiswa Salut Kartini Rembang
Bagikan :

Jurnatera, Wadah Jurnalistik Mahasiswa Salut Kartini Rembang

Salut Kartini Rembang Berikan Wadah Kembangkan Kemampuan Belajar Jurnalistik Mahasiswa UT. (Novi Oktaviani)

REMBANG, utrembang.com – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Jurnalistik merupakan salah satu UKM di Salut Kartini Rembang yang dibentuk pada 22 April 2025.

Saat awal berdiri, jumlah anggotanya mencapai sekitar dua puluh mahasiswa.

Pertemuan perdana berlangsung pada 4 Mei 2025 dan dihadiri oleh kurang lebih tiga belas mahasiswa.

Namun, seiring berjalannya waktu, pada 1 Juni 2025 jumlah anggota yang masih konsisten aktif tersisa lima mahasiswa. Meski jumlahnya sedikit, semangat mereka tak pernah surut.

Menariknya, dari kelompok inilah lahir sebuah nama yang kini menjadi identitas UKM ini, yaitu “Jurnatera.”

Nama Jurnatera lahir dari serangkaian diskusi dan masukan.

Dari beberapa pilihan yang ditawarkan, akhirnya disepakati bahwa Jurnatera merupakan singkatan dari Jurnalistik Universitas Terbuka.

Nama ini ditetapkan sebagai pilihan terbaik karena mampu menggambarkan asal-usul UKM Jurnalistik tersebut, sekaligus menjadi identitas yang mewakili semangat mahasiswa Salut Kartini Rembang dalam mengembangkan bakat dan minat di bidang jurnalistik.

Latar Belakang dan Tujuan
Kepala Salut Kartini Rembang, Ahmad Sholchan, mengatakan UKM ini memiliki dua tujuan utama.

Pertama, sebagai wadah untuk mengembangkan minat dan bakat mahasiswa di bidang jurnalistik.

Kedua, mendukung pengelolaan website UT Rembang agar selalu terisi dengan konten yang informatif dan bermanfaat.

BACA JUGA :  Momen Lebaran Tumbuhkan Harapan Baru bagi Pengembangan UT

Menurut Sholchan, keduanya merupakan hal yang sangat penting.

Di satu sisi, bakat dan minat mahasiswa perlu digali serta dikembangkan; di sisi lain, keberadaan website tanpa konten yang terus diperbarui akan terasa gersang.

“Adanya UKM Jurnalistik, website UT Rembang bisa terisi secara rutin dengan tulisan-tulisan dan karya para anggota UKM ini,” ujar Sholchan.

Salut Kartini sendiri memberikan dukungan penuh.

Mulai dari fasilitas, pendampingan, hingga menghadirkan seorang pembina yang berkompeten di bidang jurnalistik, yaitu wartawan Suara Merdeka, Muhammad Ilyas Al Mustofa.

Sholchan pun mengapresiasi pencapaian anggota Jurnatera yang mampu bertahan dan tetap bersemangat meskipun jumlah anggotanya tidak banyak.

f1ae0b46-f8e3-4618-8bf5-b12eabd56d6e

Gadeng Wartawan Suara Merdeka, Muhammad Ilyas Al Mustofa untuk Dampingi Jurnatera. (Novi Oktaviani)

Proses Pendampingan
Pembina sekaligus pelatih UKM Jurnalistik Salut Kartini, Muhammad Ilyas Al Mustofa, yang akrab disapa Ilyas, mendampingi sejak awal.

Ia melatih dan mendampingi anggota UKM dari nol, mulai dari teknik dasar menulis berita, wawancara, hingga penyusunan berita straight dan feature.

Semua itu dilakukan secara berkelanjutan, dengan pertemuan tatap muka yang rutin diadakan setiap minggu.

Menurut Ilyas, hal pertama yang harus dimiliki mahasiswa bukanlah keterampilan, melainkan kemauan.

“Seorang wartawan atau penulis yang penting punya kemauan dulu, baru kemudian keterampilan akan mengikuti,” ucap Ilyas.

Dua keterampilan yang ia tekankan adalah menulis yang terbentuk dari banyak membaca dan berdialog, yaitu kemampuan menggali informasi lewat wawancara.

BACA JUGA :  Digelar di Dua Sekolah, UT Salut Kartini Rembang Mulai Kelas Tatap Muka 26 September

“Keduanya akan semakin baik jika terus diasah secara konsisten,” imbuhnya.

Kini, perkembangan Jurnatera dinilai pesat. Dari yang semula belum mengenal jurnalistik, kini anggota sudah mampu menghasilkan berita yang layak publikasi, lengkap dengan sudut pandang dan gagasan yang berbeda.

Menurut Ilyas, kemampuan ini bukan hanya bermanfaat di dunia pers, tetapi juga mendukung keterampilan komunikasi dan menulis di dunia kerja.

Dinamika dalam Jurnatera
Sebagai ketua pertama Jurnatera, Windy mengakui bahwa dorongan awal bergabung adalah kecintaannya pada dunia menulis sejak SMA.

Baginya, UKM ini memberi ruang untuk menyalurkan hobi sekaligus menambah keterampilan yang relevan dengan jurusan yang ia tempuh, yaitu Prodi Agribisnis di bidang Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian.

Pengalaman paling berkesan baginya adalah belajar keterampilan wawancara.

Sebagai pribadi yang introver, wawancara menjadi tantangan terbesar sekaligus cara untuk keluar dari zona nyamannya.

Meski begitu, ia menemukan hal menarik selama memimpin UKM Jurnalistik, yaitu semangat luar biasa dari anggota yang tetap bertahan hingga kini.

“Yang membuat saya bangga adalah teman-teman yang terus berproses meski jumlah kami sedikit,” ungkap Windy.

Untuk menjaga kekompakan tim, ia menekankan pentingnya komunikasi yang baik antaranggota, pengurus, dan pihak universitas.

BACA JUGA :  Mahasiswa Agribisnis: Siap Turun ke Lapangan atau Hanya Teori?

Saat ini, Jurnatera memiliki dua program utama, yaitu pertemuan rutin dan peliputan berita untuk website Salut Kartini, dengan pertemuan tatap muka yang kini diadakan setiap dua minggu sekali.

3631df9f-0f87-49c5-b9b8-378a8621bfe3

Kembangkan Bakat melalui Media dengan Hasil yang Tidak akan Mengkhianati Proses. (Novi Oktaviani)

“Kami berusaha agar setiap hari selalu ada berita yang terunggah dan ke depan tentu akan ada program baru yang masih akan kami diskusikan bersama,” katanya.

Semua agenda kegiatan disusun secara terencana dan memerlukan persetujuan dari pihak universitas.

Bagi Windy, manfaat paling nyata dari aktif di UKM Jurnalistik adalah meningkatnya keterampilan menulis dan pemahaman bahwa menulis berita tidak bisa sembarangan karena ada aturan yang harus dipatuhi.

Harapan ke Depan
Baik Sholchan, Ilyas, maupun Windy sepakat bahwa Jurnatera harus terus tumbuh.

Regenerasi anggota, konsistensi menulis, serta inovasi dalam pengelolaan media menjadi kunci keberlanjutan.

“Semoga UKM ini tetap langgeng, dengan regenerasi yang berjalan normal, semakin banyak anggota dan karya tulisannya,” tutur Sholchan.

Ilyas menambahkan pentingnya memperluas wawasan mahasiswa, bukan hanya sebatas menulis, tetapi juga memahami pengelolaan media secara profesional.

“Yang penting adalah istiqamah, komitmen, dan berkembang sedikit demi sedikit, karena hasil tidak akan mengkhianati proses,” tegasnya.

Sejalan dengan harapan Sholchan, Windy berharap Jurnatera bisa terus aktif dan bermanfaat bagi kampus maupun masyarakat.

“Langkahnya boleh perlahan, tetapi jangan sampai berhenti di tengah jalan,” sambung Windy.

Ia pun menutup dengan pesan hangat bahwa Jurnatera bukan sekadar UKM, tetapi keluarga. Satu berhasil, maka semua juga berhasil.

Video pilihan: Mimpi


Bagikan :
Editor : Alfia Dwi Nastiti