Opini

Dianggap Sulit, Padahal Strategis: Mengapa Jurusan Ekonomi Pembangunan Penting?

Dianggap Sulit, Padahal Strategis: Mengapa Jurusan Ekonomi Pembangunan Penting?
Bagikan :

Dianggap Sulit, Padahal Strategis: Mengapa Jurusan Ekonomi Pembangunan Penting?

Munjiyati

Oleh: Munjiyati *)

OPINI, utrembang.com – Sudah jarang sekali orang mengetahui dan berminat pada jurusan ekonomi pembangunan.

Jurusan ekonomi pembangunan dianggap kurang memberikan prospek kerja yang bagus bagi lulusannya.

Tak hanya itu, jurusan ekonomi pembangunan juga sering dikatakan sebagai “tekniknya ekonomi” karena kesan sulitnya.

Padahal, ekonomi pembangunan pada dasarnya merupakan suatu jurusan atau program studi ilmu ekonomi yang mempelajari perencanaan, analisis semua permasalahan ekonomi, serta pertumbuhan dan perkembangan dari suatu negara.

Saat kita menempuh jurusan ini, kita dituntut untuk terus berpikir kritis, bagaimana harus mengambil suatu keputusan berdasarkan pendekatan perekonomian.

Pendahuluan Jurusan Ekonomi Pembangunan

Program studi ekonomi pembangunan di Universitas Terbuka (UT) dibuka sejak tahun 1984, dengan nama awal yaitu Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan.

BACA JUGA :  Menembus Tembok Kelas: Transformasi Virtual Reality (VR) dalam Menjelajah “Harta Karun” Lokal Rembang

Program studi ini telah diakui dan terakreditasi BAN-PT, dengan fokus mengkaji permasalahan pembangunan sektor bisnis, keuangan, perbankan, dan perencanaan ekonomi.

Bukan hanya mempelajari tentang angka-angka pertumbuhan ekonomi saja, namun juga menganalisis bagaimana sumber daya yang ada dapat dialokasikan untuk mengatasi berbagai permasalahan demi mencapai pembangunan berkelanjutan.

Di era geopolitik seperti adanya konflik Ukraina, mempelajari ekonomi pembangunan menjadi kunci krusial agar dapat memahami bagaimana suatu negara dapat bertahan di tengah ketergantungan impor.

Semakin banyak generasi muda yang melek terhadap jurusan ini, maka semakin banyak juga yang mampu menganalisis dinamika geopolitik.

Peran Pendidikan Ekonomi Pembangunan di Perguruan Tinggi

Perguruan tinggi berperan penting dalam membekali mahasiswa melalui analisis kebijakan makro dan mikro.

BACA JUGA :  Refleksi Maulid Nabi: Membumikan Keteladanan Rasulullah di Tengah Arus Modernisasi

Pendidikan ini melatih generasi muda agar dapat merancang kebijakan yang tak hanya untuk menghasilkan tingkat GDP tinggi, namun juga merata dan berkelanjutan, seperti pengentasan kemiskinan struktural dan pengangguran.

Tanpa pemahaman pendidikan ekonomi pembangunan, akan mudah membuat kita terjebak dalam permasalahan ekonomi karena kurangnya inovasi dan ketahanan negara, seperti fluktuasi nilai tukar, defisit neraca pembayaran, serta krisis geopolitik yang mempengaruhi kegiatan ekspor-impor.

Tantangan dan Peluang di Tengah Ketegangan Geopolitik

Tantangan geopolitik seperti konflik Ukraina–Rusia, ketegangan antara Israel–Iran, serta pergeseran tatanan global dan ancaman siber akan mempersempit ruang gerak negara seperti kita, Indonesia.

Selain sebagai analisis, mahasiswa ekonomi pembangunan juga dilatih berpikir kritis, memahami data, dan merumuskan persoalan ekonomi seperti ketegangan geopolitik.

BACA JUGA :  Pantai Pasir Putih Wates, Ruang Tenang untuk Liburan Keluarga

Di era geopolitik, ilmu yang didapat dari ekonomi pembangunan bisa digunakan untuk menjaga stabilitas, mengurangi risiko krisis, serta menciptakan masa depan yang lebih terjamin.

Tanpa pemahaman kuat tentang ekonomi pembangunan, negara akan mengalami risiko besar dalam permasalahan geopolitik dan bisa saja menjadi korban.

Dapat disimpulkan bahwa belajar ekonomi pembangunan di era sekarang adalah pilihan yang tepat.

Ilmu ini bisa menjadi jembatan bagi generasi muda supaya dapat merancang masa depan Indonesia secara berkelanjutan.

Lulusan ekonomi pembangunan ialah garda terdepan untuk memastikan Indonesia tegak dan tangguh menghadapi dinamika geopolitik.

*) Mahasiswa Semester 6 Program Studi Ekonomi Pembangunan, UT Salut Kartini Rembang

Video pilihan: Karavista Musik


Bagikan :
Editor : Alfia Dwi Nastiti