UT Wajah Baru, Penerapan Sistem Pembelajaran Teranyar Dimulai Tahun Akademik 2025/2026

UT perbarui sistem pembelajaran, kurikulum OBE mulai diterapkan 2025/2026. (Putri Ulya Najwa Robbaniya)
REMBANG, utrembang.com – Universitas Terbuka (UT) memiliki banyak perubahan pada sistem pembelajarannya, salah satunya yakni perubahan dengan menggunakan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) pada tahun akademik 2025/2026.
Perubahan ini dilakukan untuk menyesuaikan sistem pendidikan dengan perkembangan zaman serta kebutuhan di dunia kerja.
Selain itu, perubahan ini juga mencakup penyesuaian struktur kurikulum, materi perkuliahan, serta penguatan pembelajaran berbasis digital yang tetap mempertahankan sistem pendidikan jarak jauh khas UT.
Staf Salut Kartini Rembang, Musahadatus Sifa, menjelaskan bahwa salah satu perubahan utama dalam sistem pembelajaran UT adalah penerapan kurikulum berbasis OBE yang menekankan pada capaian kompetensi lulusan.
Menurutnya, kurikulum tersebut dirancang agar lulusan UT memiliki kemampuan yang lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Selain itu, terdapat beberapa penyesuaian lain seperti perubahan struktur kurikulum, paket semester, serta penyesuaian kode dan materi mata kuliah.
“Selain penerapan kurikulum OBE, terdapat juga beberapa penyesuaian seperti perubahan struktur kurikulum dan paket semester, penyesuaian kode serta materi mata kuliah, serta penguatan pembelajaran digital melalui tutorial online dan bahan ajar digital,” kata Sifa.
Ia juga menambahkan bahwa Salut Kartini tetap mempertahankan konsep belajar mandiri terbimbing, di mana mahasiswa dapat belajar secara fleksibel, namun tetap mendapatkan bimbingan dari tutor melalui berbagai layanan pembelajaran yang tersedia.
Sementara itu, mahasiswa semester 6 Salut Kartini Rembang, Windy Eka Putri Devina, menilai bahwa perubahan sistem pembelajaran yang diterapkan tidak terlalu mengejutkan bagi dirinya.
Ia mengaku sudah terbiasa dengan sistem pembelajaran berbasis e-learning sehingga optimis dapat mengikuti perubahan yang ada dengan cukup baik.
Namun, ia menyebutkan bahwa tetap diperlukan proses adaptasi untuk memahami kebijakan baru yang diterapkan dalam perkuliahan.
“Sejauh ini perubahannya tidak terlalu mengejutkan, karena saya sudah terbiasa dengan pembelajaran yang fleksibel,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa beberapa kebijakan baru dapat membantu mahasiswa, terutama bagi yang mengambil mata kuliah praktikum, karena mahasiswa dapat lebih fokus pada proses pembelajaran tanpa terbebani aktivitas tambahan yang terlalu banyak.
Penerapan sistem pembelajaran terbaru di UT juga dilatarbelakangi oleh beberapa faktor, seperti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, penyesuaian terhadap regulasi nasional, serta kebutuhan dunia usaha dan dunia industri terhadap lulusan yang kompeten.
Melalui sistem yang lebih terstruktur dan berbasis capaian pembelajaran, UT berharap dapat meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus daya saing lulusannya di tingkat nasional maupun global.
Dalam penerapannya, Salut Kartini Rembang turut berperan dalam memberikan pendampingan kepada mahasiswa agar dapat memahami sistem pembelajaran terbaru tersebut.
Pendampingan dilakukan melalui sosialisasi, layanan konsultasi akademik, serta bantuan dalam proses administrasi perkuliahan.
Dengan dukungan tersebut, diharapkan mahasiswa dapat lebih mudah beradaptasi dengan sistem pembelajaran UT yang berbasis teknologi sekaligus tetap menjalankan proses belajar mandiri secara efektif.
Dalam penerapan ini, Salut Kartini Rembang turut berperan dalam memberikan pendampingan kepada mahasiswa agar dapat memahami sistem pembelajaran terbaru tersebut.
Pendampingan dilakukan dalam bentuk sosialisasi, layanan konsultasi akademik, serta bantuan dalam proses administrasi perkuliahan.
Dengan dukungan tersebut, diharapkan mahasiswa dapat lebih mudah beradaptasi dengan sistem pembelajaran UT yang berbasis teknologi sekaligus tetap menjalankan proses belajar mandiri secara efektif.
Video pilihan: Karavista Musik