UMKM Naik Kelas, Njajan Fest 2.0 Wujud Sinergi Industri Perekonomian Kabupaten Rembang

Penyerahan Surat Izin Usaha dari Bupati Rembang kepada Perwakilan UMKM di Njajan Fest 2.0. (Alfia Dwi Nastiti)
REMBANG, utrembang.com – Njajan Fest 2.0 menjadi wujud sinergi berbagai elemen untuk memajukan perekonomian daerah.
Kegiatan ini resmi dibuka oleh Bupati Rembang, Harno, pada Jumat malam (12/9) di Halaman Taman Kartini Rembang.
Kepala Unit Komunikasi dan CSR PT Semen Gresik, Sulistiyono, menjelaskan bahwa Njajan Fest 2.0 tahun 2025 merupakan sebuah platform inovasi, kolaborasi, dan sinergi yang didukung oleh semua elemen.
“Kegiatan ini mengedepankan kolaborasi antara UMKM, industri kreatif, dan generasi milenial untuk membangun ekonomi kreatif di Kabupaten Rembang melalui Njajan Fest 2.0 yang sejalan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Rembang 2025-2030,” ujar Sulistiyono.
Tahun ini terdapat 91 tenant yang diisi oleh pelaku UMKM, sponsor, dan perwakilan kecamatan di Kabupaten Rembang dengan menyajikan berbagai menu legendaris.
“Pengembangan industri kreatif dilakukan dengan mengajak UMKM untuk naik kelas,” tegasnya.
Tujuan utama penyelenggaraan event tahunan bertajuk Njajan Fest adalah untuk bersama-sama membangun perekonomian daerah melalui UMKM Kabupaten Rembang.
“Penyelenggaraan kegiatan tahun 2025 menggandeng DPMPTSP, di mana UMKM yang hadir di sini sudah memiliki izin usaha. Untuk menjamin kelayakan pangan, kami berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan untuk menguji makanan dan minuman sehingga layak dikonsumsi masyarakat Kabupaten Rembang. Selain itu, kami juga bekerja sama dengan Kementerian Agama Kabupaten Rembang terkait penerbitan sertifikat halal,” jelas Sulistiyono.
Bupati Rembang, Harno, dalam sambutannya menjelaskan bahwa Njajan Fest 2.0 merupakan festival kuliner bagi masyarakat sekaligus langkah generasi muda untuk berkontribusi dalam menggerakkan perekonomian daerah.
“UMKM adalah tulang punggung perekonomian bangsa, khususnya di Kabupaten Rembang. Pemerintah Kabupaten Rembang berkomitmen untuk terus mendukung berbagai kegiatan positif seperti Njajan Fest 2.0 agar UMKM kita semakin berdaya saing, kreatif, inovatif, dan mampu menembus pasar yang lebih luas, baik lokal, nasional, maupun internasional,” ungkap Harno.
Harno juga berharap masyarakat Rembang semakin bangga terhadap produk lokal dan lebih percaya diri dalam mempromosikannya.
“Seluruh pelaku usaha agar menjadikan momentum Njajan Fest 2.0 sebagai langkah untuk terus meningkatkan kualitas produk, menjaga higienitas, mengedepankan inovasi rasa, serta memanfaatkan teknologi digital,” imbuhnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada panitia Njajan Fest 2.0, sponsor, pelaku UMKM, dan semua pihak yang telah menyukseskan kegiatan ini.
Tingginya minat pelaku UMKM terlihat dari sekitar 150-an pendaftar, namun hanya 91 tenant yang dapat diterima karena keterbatasan area penyelenggaraan.
“Insya Allah tahun depan, bagian belakang serta sisi kanan dan kiri Taman Kartini bisa ditambah lokasinya. Taman Kartini menjadi perhatian dan sudah ada investor yang melirik. Maka dari itu, saya berharap tahun berikutnya acara ini dapat diperluas,” pungkas Harno.
Video pilihan: Universitas Terbuka di Era Digital
