Berita

Tak Wajibkan Skripsi, Universitas Terbuka Terapkan Beragam Pilihan Tugas Akhir untuk Mahasiswa

Tak Wajibkan Skripsi, Universitas Terbuka Terapkan Beragam Pilihan Tugas Akhir untuk Mahasiswa
Bagikan :

Tak Wajibkan Skripsi, Universitas Terbuka Terapkan Beragam Pilihan Tugas Akhir untuk Mahasiswa

Kemudahan tempuh pendidikan di UT, berikan pilihan tugas akhir. (Bagus Yusril)

REMBANG, utrembang.com – Universitas Terbuka (UT) menegaskan kebijakan akademik terkait syarat kelulusan bagi mahasiswa program sarjana (S1) dan diploma.

Berbeda dengan perguruan tinggi konvensional pada umumnya, UT tidak mewajibkan skripsi sebagai satu-satunya syarat kelulusan.

Sebagai gantinya, UT menerapkan sistem evaluasi yang lebih fleksibel, namun tetap komprehensif.

Bendahara sekaligus staf SALUT Kartini Rembang, Yuyun, menjelaskan bahwa posisi skripsi di Universitas Terbuka memiliki skema yang berbeda dibandingkan kampus pada umumnya.

Sebagai alternatif, mahasiswa diwajibkan menyelesaikan Tugas Akhir Program (TAP), dan diberikan keleluasaan untuk memilih jenis tugas akhir sesuai dengan minat dan kapasitas akademiknya.

BACA JUGA :  Tersaji Epic Comeback di Final, Turnamen Esport Mobile Legends UT Salut Kartini Rembang Berakhir Dramatis

“Universitas Terbuka menggunakan model penyelesaian studi yang disesuaikan dengan sistem pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh. Pilihan tugas akhir meliputi skripsi, artikel ilmiah (ARIL), proyek, serta ujian komprehensif tertulis (UKT) yang semuanya merupakan bagian dari skema Tugas Akhir Program Sarjana (TAPS),” ungkap Yuyun dalam sesi wawancara baru-baru ini.

Metode Penilaian yang Beragam
Meski tidak mewajibkan skripsi tradisional pada seluruh program studi, UT tetap menerapkan standar penilaian yang ketat untuk mengukur capaian kompetensi mahasiswa.

Penilaian tidak hanya bertumpu pada ujian akhir, tetapi juga mencakup partisipasi aktif dalam diskusi, kehadiran, serta penyelesaian tugas-tugas rutin selama masa perkuliahan.

UT memastikan kualitas lulusannya tetap kompetitif melalui penyelarasan kurikulum dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) serta kebijakan Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM).

BACA JUGA :  Dinarpus Rembang Selenggarakan Lomba Mewarnai sebagai Upaya Literasi Sejak Dini

“Kurikulum kami ditinjau secara berkala agar capaian pembelajaran selaras dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. Sistem pembelajaran jarak jauh kami secara alami juga melatih kemandirian, literasi digital, serta kemampuan pemecahan masalah mahasiswa,” imbuhnya.

Dengan kombinasi sistem penjaminan mutu yang terstruktur dan pembelajaran yang adaptif, UT optimistis lulusannya memiliki kompetensi yang relevan serta siap berkontribusi di berbagai sektor industri.

Video pilihan: Inovasi yang dikembangkan UT


Bagikan :
Editor : Alfia Dwi Nastiti