Berita

Semangat Tak Pernah Padam, Kisah Eny Mengajar dan Mengabdi di UT Salut Kartini Rembang

Semangat Tak Pernah Padam, Kisah Eny Mengajar dan Mengabdi di UT Salut Kartini Rembang
Bagikan :

Bu Eny

Mewujudkan Impian Orang Tua, Eny Mantapkan Langkah Jadi Tutor UT Salut Kartini Rembang. (Novi Oktaviani)

REMBANG, utrembang.com – Di tengah padatnya jadwal sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Blora, Erny Endrawaty tetap memilih mewujudkan impian orang tuanya untuk menjadi seorang pengajar.

Panggilan untuk mendampingi mahasiswa Universitas Terbuka (UT) ia jalani bukan hanya sebagai bentuk bakti kepada orang tuanya, tetapi juga sebagai wujud pengabdian dalam mendukung generasi muda menuntut ilmu.

Perempuan 51 tahun yang akrab disapa Eny itu kini menjadi tutor di UT Salut Kartini Rembang sekaligus bertugas di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Blora, dua peran pengabdian yang ia jalani dengan komitmen dan tanggung jawab yang sama besar.

Lahir dan besar di Blora, perjalanan pendidikan Eny mulai dari SD hingga SMA ditempuh sepenuhnya di kota kelahirannya.

Setelah lulus SMA, ia menempuh studi D3 Ekonomi dengan jurusan Kesekretariatan di Universitas Diponegoro dan lulus pada tahun 1997.

Usai mencoba seleksi CPNS daerah namun belum berhasil, peluang datang saat ia diterima sebagai CPNS BKKBN Provinsi Jawa Tengah dengan penempatan di BKKBN Kabupaten Blora pada tahun 1998 dan mulai aktif bekerja pada Maret 1999.

BACA JUGA :  Kelas Perdana, Mahasiswa Jurnatera Antusias Dikenalkan Dasar-Dasar Jurnalistik

Setelah BKKBN dibubarkan, ia dialihkan ke Pemerintah Daerah Kabupaten Blora.

Kariernya terus berkembang hingga ia mendapat promosi sebagai Kepala Kelurahan Tegalgunung pada 2019, kemudian bertugas singkat di BPBD Blora, dan akhirnya ditempatkan di Satpol PP hingga sekarang.

Eny memiliki kepribadian yang santai namun tetap berpegang pada tujuan hidup yang jelas.

Karakter itulah yang membawanya melalui perjalanan karier panjang, dari BKKBN hingga dipercaya memimpin kelurahan dan kini bertugas di Satpol PP.

“Saya orangnya santai, tapi tetap punya tujuan yang jelas. Saya lebih suka suasana kekeluargaan, mudah bergaul, dan bisa menyesuaikan diri dengan siapa pun,” ujarnya.

Menjadi tutor bukan rencana awal dalam hidupnya.

Bahkan, sejak kecil ia justru menolak keinginan orang tuanya agar ia menjadi seorang pengajar.

Namun, ketika kesempatan menjadi tutor UT muncul, ia melihatnya sebagai cara untuk mewujudkan cita-cita orang tuanya yang sempat tertunda.

“Motivasi saya menjadi tutor UT itu ingin mewujudkan impian orang tua saya yang ingin saya menjadi guru. Meskipun dulu saya sempat menolak, akhirnya saya mencoba mendaftar sebagai tutor, dan meski mendaftar di Blora, saya justru diterima di Rembang,” kata Eny.

BACA JUGA :  Peringati HUT ke-80, Peresmian Gedung Baru PMI Rembang Jadi Kado Manis

Kariernya sebagai tutor di UT Salut Kartini Rembang dimulai pada tahun 2024.

Eny mengaku awalnya canggung karena latar belakangnya yang bukan berasal dari dunia pendidikan.

Namun, interaksi intens dengan sesama tutor dan mahasiswa membuatnya cepat beradaptasi.

Kini ia mengampu mata kuliah Manajemen Pemasaran, Ekonomi Sumber Daya Manusia, dan Kewirausahaan di Era Digital di UT Rembang.

Kesibukan Eny tidak berhenti pada dua profesi saja.

Ia juga menjadi bendahara di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Blora.

Hari kerja Senin hingga Jumat ia jalani untuk tugas dinas, sementara Sabtu dan Minggu ia dedikasikan untuk mempersiapkan materi kuliah serta berdiskusi dengan mahasiswa.

“Jadi harus pintar-pintarnya bagi waktu. Semua harus selesai sesuai deadline,” jelas Eny.

Meski demikian, tidak pernah ada benturan waktu antara tugas di Satpol PP dan jadwal mengajar di UT karena kegiatan mengajar dilakukan pada akhir pekan.

BACA JUGA :  IPK 4,00 Bukan Kebetulan, Ini Kisah Perjuangan Andreas Menjadi Magister UT

Bolak-balik dari Blora ke Rembang tiap akhir pekan tentu melelahkan, namun Eny justru menikmati pengalaman itu.

Menurutnya, ruang baru memberikan wawasan lebih luas, teman baru, serta beragam pengalaman dibanding jika ia tetap berada di zona yang sama.

“Saya ingin punya wawasan dan teman yang lebih banyak. Ada komunitas baru, orang baru, lokasi baru. Itu membuat kita lebih semangat,” ungkapnya.

Bagi Eny, peran tutor bukan sekadar pengajar, melainkan pendamping dalam proses belajar mahasiswa.

“Kita tidak mutlak sebagai dosen. Kita hanya mendampingi agar mahasiswa mencapai nilai dan target yang bagus,” tegasnya.

Lingkungan tutor yang akrab dan mahasiswa yang komunikatif membuat pengalamannya semakin berkesan.

Ia berharap UT Salut Kartini Rembang semakin berkembang dan mampu menghasilkan lulusan berkualitas yang siap bersaing di dunia kerja.

“Semoga alumni UT Salut Kartini Rembang bisa diterima sebagai PNS atau bekerja di perusahaan dengan karier yang menjanjikan,” harapnya.

Sebagai penutup, Eny menyampaikan pesan sederhana namun kuat bagi para mahasiswa: tetap semangat, tetap berprestasi, dan jaga nama baik UT, terutama UT Salut Kartini Rembang.

Video pilihan: Kuliah di UT Sungguh Mudah


Bagikan :
Editor : Alfia Dwi Nastiti