Berita

PMI Rembang Gandeng Dinas Pendidikan dan Kemenag Perluas Ekstrakurikuler PMR

PMI Rembang Gandeng Dinas Pendidikan dan Kemenag Perluas Ekstrakurikuler PMR
Bagikan :

PMI Rembang Gandeng Dinas Pendidikan dan Kemenag Perluas Ekstrakurikuler PMR

Kepala Bidang SMP DINDIKPORA Kabupaten Rembang, Ngadiyono memaparkan materi dalam kegiatan Rapat Koordinasi Sinergi Ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR). (Alfia Dwi Nastiti)

REMBANG, utrembang.com – Untuk menanamkan pengetahuan pertolongan pertama dan kesiapsiagaan bencana sejak dini, PMI Kabupaten Rembang mengajak sekolah dan madrasah menyelenggarakan ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR).

PMI Kabupaten Rembang menggelar Rapat Koordinasi Sinergi Ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) bagi siswa sekolah/madrasah di Kabupaten Rembang tahun ajaran 2026/2027 pada Rabu (5/8) di Aula PMI Kabupaten Rembang.

Kegiatan tersebut dihadiri 125 pembina PMR dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA se-Kabupaten Rembang. Rapat koordinasi ini menghadirkan narasumber dari Dinas Pendidikan Wilayah IV Jawa Tengah, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (DINDIKPORA) Kabupaten Rembang, serta Kementerian Agama Kabupaten Rembang.

BACA JUGA :  Inovasi Digital Guru Sumber Tampil di Bazar Hardiknas, Aplikasi ‘Salim’ Jadi Andalan

Wakil Ketua PMI Kabupaten Rembang, Edhy Murwanto, mengatakan bahwa ekstrakurikuler PMR memang tidak bersifat wajib, tetapi memiliki peran penting dalam pembentukan karakter dan keterampilan siswa.

“Seperti yang kita ketahui, ekstrakurikuler PMR tidak wajib. Keanggotaan PMR dimulai dari kelas 4, 5, dan 6. Dalam PMR diajarkan berbagai materi, seperti Ayo Siaga Bencana, pertolongan pertama, Pendidikan Remaja Sebaya, Remaja Sehat Peduli Sesama, donor darah sukarela, kepemimpinan, serta kepalangmerahan. Materi tersebut dapat menjadi bekal bagi peserta didik dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Edhy mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum semua sekolah di Kabupaten Rembang memiliki ekstrakurikuler PMR.

“Tidak semua sekolah memiliki PMR. Karena itu, kami berharap pada tahun-tahun mendatang akan semakin banyak sekolah yang menyelenggarakan PMR,” harapnya.

e7778723-a8a5-4b29-98ab-d63a4d1a223e

Rapat Koordinasi Sinergi Ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) dihadiri 125 pembina PMR dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA se-Kabupaten Rembang. (Alfia Dwi Nastiti)

Kepala Bidang SMP DINDIKPORA Kabupaten Rembang, Ngadiyono, menyampaikan komitmen pihaknya untuk menyosialisasikan pentingnya ekstrakurikuler PMR kepada satuan pendidikan jenjang SD dan SMP.

BACA JUGA :  Kisah Asnal Masyawi sebagai Kreator Muda yang Menjadikan YouTube Sebagai Ruang Edukasi Literasi Digital

“DINDIKPORA akan menyampaikan sosialisasi kepada satuan pendidikan, baik jenjang SD maupun SMP, untuk mengaktifkan, menginisiasi, dan mendorong sekolah menyelenggarakan ekstrakurikuler PMR. Melalui kegiatan ini diharapkan tumbuh kepedulian, kepekaan, kemandirian, dan jiwa sosial peserta didik,” ujarnya.

Ngadiyono menambahkan bahwa melalui ekstrakurikuler PMR, siswa juga memperoleh berbagai materi yang berkaitan dengan kesehatan dan deteksi dini.

“Melalui PMR, siswa diberikan materi terkait kesehatan. Hal ini sangat penting sehingga, dengan adanya deteksi dini terhadap riwayat kesehatan, pihak sekolah dapat mengantisipasi apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Sementara itu, Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Rembang, Burhan Effendi, menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh program dan kebijakan PMI.

BACA JUGA :  Potret Rembang Simpan Kisah, Seni dan Budaya di Baliknya

“Kami dari Kementerian Agama akan terus mendorong program dan kebijakan PMI. Kami juga akan mengajak madrasah-madrasah di bawah naungan Kementerian Agama untuk berperan aktif dalam berbagai kegiatan PMR di Kabupaten Rembang,” terangnya.

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, PMI Kabupaten Rembang akan menggelar Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) pada 23–25 Oktober 2026 di Desa Pamotan, Kecamatan Pamotan.

Melalui sinergi antara sekolah, madrasah, PMI, dan instansi terkait dalam pengembangan ekstrakurikuler PMR, diharapkan semakin banyak siswa memiliki pengetahuan tentang pertolongan pertama, kesiapsiagaan bencana, dan kepedulian sosial. Bekal tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Video pilihan: Karavista Musik


Bagikan :
Editor : Alfia Dwi Nastiti