Nunung Pilih Keluar dari Zona Nyaman: Kuliah, Kerja, dan Berorganisasi Sekaligus

Perjuangan pantang menyerah Nunung Lestari tempuh kuliah, berorganisasi dan bekerja. (Novi Oktaviani)
REMBANG, utrembang.com – “Apa pun hasilnya nanti, yang penting kita sudah berusaha.”
Kalimat sederhana yang menjadi gambaran perjalanan hidup Nunung Lestari, mahasiswi Universitas Terbuka (UT) Salut Kartini Rembang yang menjalani tiga peran sekaligus: bekerja, kuliah, dan berorganisasi.
Di usianya yang ke-20, Nunung, gadis asal Desa Tahunan, Kecamatan Sale, Kabupaten Rembang, menghabiskan hari-harinya yang padat, bekerja di pabrik outsole sepatu sembari melanjutkan pendidikannya ke jenjang perkuliahan yang sempat tertunda.
Setelah lulus sekolah, Nunung sebenarnya ingin langsung melanjutkan perkuliahan ke perguruan tinggi negeri impiannya.
Namun, keadaan membuatnya harus menunda selama satu tahun untuk mempersiapkan biaya, niat, dan kesiapan untuk kuliah sambil bekerja.
Hingga akhirnya, ia memilih UT karena sistemnya yang fleksibel dan memungkinkan untuk menjalani perkuliahan sambil bekerja.
Kini, Nunung tercatat sebagai mahasiswi semester dua program studi PGSD UT Salut Kartini Rembang.
Pilihan itu ia ambil bukan tanpa pertimbangan dan menyimpan harapan ke depan.
“Saya memilih PGSD karena melihat peluang ke depannya luas,” ucapnya singkat dengan penuh keyakinan.
Tak hanya fokus pada kegiatan kuliah dan pekerjaan, Nunung juga aktif dalam organisasi jurnalistik kampus, UKM Jurnatera namanya.
Pengalaman di organisasi ini menjadi salah satu hal yang paling berkesan baginya, terutama ketika ia mendapat kesempatan terlibat langsung dalam kegiatan peliputan dan bertemu dengan berbagai tokoh penting di Rembang.
“Dari Jurnatera saya bisa bertemu orang-orang penting dan luar biasa, seperti Pak Sholchan dan bahkan ikut mewawancarai Bupati Rembang. Itu pengalaman yang sangat luar biasa,” ungkapnya dengan antusias.
Menurutnya, organisasi bukan sekadar kegiatan tambahan, namun ia melihatnya sebagai ruang belajar yang membentuk karakter.
“Hidup saya yang sekarang adalah didikan dari beberapa organisasi yang saya ikuti. Di sana saya belajar banyak hal, mulai dari mental, attitude, sampai ilmu yang bermanfaat,” tuturnya.
Namun, menjalani tiga peran sekaligus tentu bukanlah perkara yang mudah.
Pembagian waktu antara pekerjaan, kuliah, dan organisasi sering kali tidak berjalan dengan mulus.
Namun, Nunung berusaha menyiasatinya dengan memilih prioritas dan menjaga komunikasi ketika ada jadwal yang tidak bisa ia ikuti.
Ia juga mengaku, rasa lelah dan keinginan untuk menyerah sempat muncul.
Meski begitu, ia tetap memilih untuk kembali mengingat tujuan awalnya, yaitu membanggakan keluarga dan mengembangkan potensi dirinya.
Motivasi itulah yang membuatnya tetap bertahan hingga sekarang.
“Motivasiku hanya dua, keluarga dan diriku sendiri. Aku ingin membuat keluarga bangga dan melihat diriku berkembang,” ujar Nunung.
Baginya, perjalanan ini bukan hanya tentang hasil akhir, tetapi juga tentang proses yang membentuk dirinya menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab dan tangguh.
Selain itu, lingkungan sekitar juga tak kalah memberikan dukungan besar.
Teman-teman yang saling mendukung, keluarga yang selalu mendoakannya, serta pihak Salut Kartini Rembang yang menyediakan fasilitas dan tutor yang peduli menjadi faktor penting dalam perjalanannya.
Dari pengalaman ketika kuliah dan berorganisasi, Nunung mendapatkan banyak pelajaran, mulai dari sikap tanggung jawab, kemampuan berkomunikasi, hingga keterampilan menulis dan menganalisis berita.
Ke depan, ia berharap dapat memperoleh pekerjaan yang lebih baik setelah lulus dari perkuliahannya.
Ia juga berpesan kepada mahasiswa lain yang tengah berjuang seperti dirinya.
“Selalu semangat dan berusaha yang terbaik,” ucapnya singkat namun penuh makna.
Bagi Nunung, perjuangan kuliah adalah suatu perjalanan yang tidak semua orang bisa jalani, namun layak untuk diperjuangkan selama kesempatan itu masih ada.
Video pilihan: Karavista Musik