Kisah Asnal Masyawi sebagai Kreator Muda yang Menjadikan YouTube Sebagai Ruang Edukasi Literasi Digital
REMBANG, utrembang.com – Di era digital, media sosial bukan sekadar menjadi ruang hiburan, melainkan juga wadah pembelajaran dan pengembangan diri.
Asnal Masyawi adalah salah satu pemuda yang memanfaatkan ruang ini secara positif dengan aktif sebagai konten kreator edukasi di platform YouTube pada bidang Artificial Intelligence (AI).
Berawal dari Hobi
Pemuda kelahiran 9 September 1999 ini menempuh pendidikan dasar hingga perguruan tinggi di wilayah Rembang.
Pendidikan sekolah dasar ditempuh di SDN 1 Gambiran, kemudian sekolah menengah pertama di SMPN 1 Pamotan, dan sekolah menengah atas di SMAN 1 Rembang.
Setelah lulus, dirinya melanjutkan studi di STAI Al-Kamal Sarang dan saat ini aktif sebagai mahasiswa pascasarjana di UIN Kudus.
Langkah Masyawi menapaki dunia konten dimulai sejak dirinya duduk di kelas XI SMA.
Kala itu, ia membuat kanal YouTube hanya untuk menyalurkan hobinya.
Konten yang dibagikan masih bersifat umum, mulai dari vlog, film pendek, tutorial, hingga game.
Namun, ketika menginjak kelas XII, Masyawi mulai menekuni dunia ini hingga berhasil memperoleh penghasilan menjelang kelulusan.
Dari dua kanal YouTube besar yang dimiliki, saat ini hanya satu akun yang aktif dengan jumlah followers sekitar 200 ribu pengikut.
Akun ini berfokus pada edukasi dan teknologi, lebih spesifiknya tentang perkembangan kecerdasan buatan (AI).
Dari Tutorial Umum ke Artificial Intelligence (AI)
Pada awalnya, di tahun 2021, Masyawi aktif membagikan konten tutorial sederhana seperti panduan penggunaan Microsoft Word, panduan menulis skripsi, dan tutorial lainnya.
Sejak tahun 2022, tepat ketika ChatGPT mulai dikenal luas, ia memutuskan untuk memfokuskan kanalnya pada pembahasan seputar AI.
Ia melihat topik tersebut memiliki potensi besar di masa mendatang.
Dalam pembuatan video, ia menekankan pentingnya riset yang mendalam.
Masyawi bisa menghabiskan waktu sekitar dua hingga tiga hari untuk melakukan riset dan menguji coba tools AI yang akan dibagikan di kanalnya.
“Jenis kanal edukasi seperti ini pastinya membutuhkan riset yang mendalam. Saya perlu melakukan uji coba pada tools AI, memastikan itu dapat berjalan dengan baik dan dimanfaatkan dengan baik oleh pengguna. Antara riset dengan pembuatan lebih lama riset, bisa mencapai dua sampai tiga hari. Kalau pembuatan video dan editing biasanya hanya perlu waktu satu hari,” jelas Masyawi.
Dalam waktu satu minggu, ia mampu menghasilkan satu hingga dua video yang siap dibagikan kepada para penonton.
Tantangan dan Konsistensi
Sebagai seorang konten kreator, Masyawi mengaku bahwa tantangan terbesar yang dihadapi adalah menjaga konsistensi.
“Karena pekerjaan seperti ini tidak memiliki tekanan seperti pekerjaan di perusahaan, misalnya yang ditekan oleh target yang harus dicapai, sehingga banyak konten kreator baru yang berhenti di tengah jalan,” tuturnya.
Masyawi menyadari dunia digital berkembang dengan sangat cepat.
Jika tidak terus memperbarui diri, maka akan tertinggal banyak hal meski hanya dalam waktu singkat.
Rasa jenuh juga menjadi tantangan tersendiri.
Sering kali ia mengalami burnout karena seluruh proses pembuatan video dilakukan di dalam ruangan.
“Rasa jenuh itu bikin down, karena semuanya dilakukan di dalam ruangan, jadi bikin jenuh. Kalau sudah jenuh, biasanya saya mengambil waktu untuk healing, memulihkan pikiran agar mendapat ide-ide baru,” kata Masyawi.
Meski begitu, pemuda itu tetap menikmati setiap proses yang telah berjalan selama kurang lebih tujuh tahun terakhir.
Seluruh pengalaman yang didapatkan memberinya pelajaran berharga.
Pekerjaan ini telah banyak membantu dirinya dan keluarga, baik secara finansial maupun pendidikan.
Inspirasi dari Para Kreator dan Belajar Otodidak
Selama menekuni dunia konten, Masyawi belajar secara otodidak melalui internet dan platform YouTube.
Para kreator besar seperti Bayu Skak, Chandra Liow, Edho Zell, dan Agung Hapsah merupakan sosok guru bagi dirinya.
Ia belajar banyak dalam hal kreativitas dan teknik pengeditan video dari para kreator tersebut.
Dunia digital yang bersifat dinamis membuat Masyawi terus belajar.
Tak jarang, ia juga mendapatkan wawasan baru dari konten kreator yang baru muncul di platform.
Di balik perjalanan panjang yang telah ditempuh, dukungan keluarga menjadi pengaruh terbesar bagi dirinya.
Ia diberikan kebebasan untuk mengeksplorasi berbagai bidang dan potensi dirinya.
Harapan di Masa Depan
Melalui kanal edukatif yang dikelola dan dikembangkan, Masyawi berharap dapat terus memberi kontribusi positif bagi masyarakat di tengah derasnya arus konten hiburan.
Tidak hanya YouTube, ke depannya ia juga berencana mengembangkan kontennya ke platform lain seperti TikTok dan Instagram agar jangkauan edukasi digital semakin luas.
“Yang penting jangan takut untuk memulai. Banyak orang merasa ragu dan takut, merasa kurang alatnya atau kemampuan editing-nya. Yang penting mulai saja dulu. Kalau sudah mulai, jangan lupa konsisten dan nikmati setiap prosesnya,” pesan Masyawi.
Di tengah arus hiburan yang mendominasi media sosial, Masyawi hadir sebagai contoh inspiratif generasi muda yang mampu memadukan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kiprahnya diharapkan dapat menjadi motivasi bagi generasi muda lain untuk terus berkarya, berinovasi, dan berkontribusi bagi kemajuan pendidikan di Indonesia melalui platform digital.
Video pilihan: Pejuang Mimpi