Berita

Deket Peken: Jaga Kualitas Bahan Premium Demi Hadirkan Cita Rasa Otentik untuk Lidah Pelanggan

Deket Peken: Jaga Kualitas Bahan Premium Demi Hadirkan Cita Rasa Otentik untuk Lidah Pelanggan
Bagikan :

Deket Peken: Jaga Kualitas Bahan Premium Demi Hadirkan Cita Rasa Otentik untuk Lidah Pelanggan

Sosok Ibu Jumasri dibalik UMKM Deket Peken. (Bagus Yusril)

REMBANG, utrembang.com – “Seorang pesimis melihat kesulitan dalam setiap peluang, namun seorang optimis melihat peluang dalam setiap kesulitan.” Kutipan legendaris ini menjadi cermin sempurna bagi perjalanan panjang Deket Peken, sebuah nama produk olahan ikan dari pesisir Rembang.

Di saat banyak orang hanya meratapi jatuhnya harga ikan saat panen raya, dari sebuah gang kecil di tepi jalur Pantura, usaha mikro ini justru melihatnya sebagai peluang ekonomi yang baru.

Sejak tahun 2013, mereka tetap setia pada satu prinsip, yakni ketelatenan.

Tiga belas tahun bukanlah waktu yang singkat untuk bertahan. Semua ini bermula dari keresahan sederhana yang ditangkap oleh Jumasri, sang pemilik.

Ia sering mendengar keluhan wisatawan yang sulit mencari buah tangan khas Rembang yang praktis.

“Dulu saya buat keripik ini karena mendengar banyak keluhan. Orang-orang bilang kalau habis dari Rembang, kok tidak ada oleh-oleh yang khas. Paling hanya ikan basah atau olahan ikan untuk lauk-pauk saja. Belum ada yang khusus untuk camilan,” kenang Jumasri sambil tertawa ramah.

BACA JUGA :  Semarak HUT ke-5, Salut Kartini Rembang Gelar Lomba Menulis Artikel untuk Pelajar dan Mahasiswa

Berangkat dari sana, Jumasri mulai memutar otak. Ia ingin mengubah persepsi bahwa ikan laut hanya bisa berakhir di atas piring nasi sebagai menu utama.

Ia berpikir bagaimana menciptakan camilan yang enak, ringan, dan mudah dibawa ke mana saja.

Perjalanan mengolah hasil laut menjadi ladang ekonomi ini tidak dibangun dalam semalam.

Melalui tangan dinginnya, lahirlah produk yang tidak hanya lezat, tetapi juga mampu bertahan berbulan-bulan di suhu ruang tanpa bahan pengawet kimia.

Rahasia kelezatan Deket Peken bermula dari pemilihan penggunaan ikan segar yang ditangkap langsung oleh nelayan lokal Rembang.

55e15fdf-5c92-4e19-a603-5fe0e3b32c47

Proses produksi UMKM Deket Peken produk olahan ikan dari pesisir Rembang. (Bagus Yusril)

Proses produksi dimulai dengan menggoreng ikan menggunakan minyak berkualitas premium agar cita rasa asin ikan laut tidak berubah dan tetap segar.

BACA JUGA :  Segera Daftar! UT Fun Run 2026 Hadirkan Doorprize Spektakuler untuk Peserta

“Untuk keawetan, produk kami dapat bertahan hingga enam bulan. Kami menggunakan kemasan kedap udara dan menambahkan silica gel khusus makanan untuk menjaga kelembapan sehingga keripik tetap garing sampai ke tangan konsumen,” jelasnya.

Kualitas premium ini melahirkan rasa otentik dengan sensasi asin alami yang menonjolkan kesegaran asli laut.

Kini, keunggulan tersebut tersaji dalam berbagai varian yang memanjakan lidah; mulai dari lembutnya Amplang Ikan Tenggiri, gurihnya Keripik Ikan Kalapan dan Layur, hingga renyahnya Keripik Ikan Bilis dan Teri Nasi Crispy.

Dengan memadukan jenis ikan berkualitas, Deket Peken berhasil menciptakan standar baru dalam industri camilan hasil laut yang jujur dan bergizi.

Di tahun 2026, Deket Peken telah bertransformasi dari sekadar usaha rumahan pencari uang tambahan menjadi roda ekonomi yang dapat memberdayakan warga sekitar.

BACA JUGA :  Peran Universitas Terbuka dalam Mewujudkan Akses Pendidikan Tinggi yang Merata

Produknya kini telah melanglang buana hingga ke luar Pulau Jawa, merambah Bali, Mataram, hingga Kalimantan.

Bahkan, Deket Peken telah menjalin kerja sama dengan ritel raksasa asal Korea, Lotte.

Dalam sebulan, dapur produksi mereka mampu menghasilkan hingga lima ribu paket kemasan.

Bagi masyarakat pesisir Rembang, keberhasilan Deket Peken adalah bukti nyata bahwa kekayaan laut tidak hanya terbatas sebagai lauk-pauk.

Di tangan yang tepat, ia bisa menjadi camilan kekinian yang kompetitif di pasar modern.

Perjalanan Jumasri memberikan pelajaran berharga bahwa ketekunan dan inovasi yang konsisten adalah investasi yang takkan pernah mengkhianati hasil.

Sebuah cerita tentang bagaimana keluhan masa lalu kini telah berubah menjadi ladang “cuan” yang berbuah manis bagi banyak orang.

Video pilihan: Karavista Musik


Bagikan :
Editor : Alfia Dwi Nastiti