Berita

Dari Pesantren ke Pendidikan Tinggi, Santri Pilih UT Salut Kartini Kejar Impian Jadi Sarjana

Dari Pesantren ke Pendidikan Tinggi, Santri Pilih UT Salut Kartini Kejar Impian Jadi Sarjana
Bagikan :

Dari Pesantren ke Pendidikan Tinggi, Santri Pilih UT Salut Kartini Kejar Impian Jadi Sarjana

Tempuh pendidikan tinggi sekaligus pesantren tak jadi halangan wujudkan mimpi mahasiswa UT. (Putri Ulya)

REMBANG, utrembang.com – Menjalani pendidikan tinggi di tengah padatnya aktivitas pesantren kini bukan lagi hal yang sulit.

Sistem belajar fleksibel Universitas Terbuka (UT) Salut Kartini membuka peluang bagi santri untuk tetap kuliah tanpa meninggalkan pendidikan nonformal.

Salah satu mahasiswa UT Salut Kartini Rembang, Aghna Mukhlasol Ma’ruf, menjalani rutinitas pesantren dari subuh hingga malam hari.

Kegiatannya meliputi jamaah, ngaji tafsir, madrasah pagi, hingga belajar bersama di malam hari.

Di sela-sela aktivitas tersebut, Galang tetap menyelesaikan kewajiban perkuliahan.

Ia mengaku memilih UT Salut Kartini karena ingin meraih cita-cita melalui pendidikan tinggi.

BACA JUGA :  Dumbeg: Kenikmatan Abadi di Balik Tradisi

Sebagai santri, Galang tetap memprioritaskan kepentingan pesantren. Setelah kegiatan pondok selesai, ia memanfaatkan waktu yang ada untuk mengerjakan tugas kuliah.

“Di lain sisi, saya sebagai santri dan juga ingin melanjutkan pendidikan tinggi. UT Salut Kartini menginspirasi saya karena bisa kuliah tanpa harus ke kampus dan waktunya efisien,” ujar Galang.

Meski berkuliah, Galang tetap aktif mengikuti kegiatan pesantren, termasuk musyawarah membahas kitab kuning seperti Fathul Qorib.

Menurutnya, kuliah tidak mengganggu perannya sebagai santri.

Tantangan tetap ia rasakan ketika jadwal ujian kuliah berbenturan dengan kegiatan madrasah.

“Ketika ada tes kampus pagi hari, madrasah pondok tetap masuk,” katanya.

Meski begitu, Galang merasa banyak manfaat yang ia peroleh dari menjalani dua pendidikan sekaligus.

BACA JUGA :  Universitas Terbuka Naikkan Standar Minimum IPK, Aksi Nyata Wujudkan Lulusan Berkualitas

Ia mengaku mendapatkan ilmu dunia dan ilmu akhirat secara bersamaan.

Hal serupa juga dirasakan oleh Barirotun Nada, mahasiswa UT Salut Kartini yang juga menjalani pendidikan pesantren.

Kesehariannya dimulai sejak subuh dengan kegiatan ngaji kitab, meski pada akhir pekan kegiatan tersebut diliburkan.

“Alasanku memilih UT karena sistemnya yang fleksibel dan bisa dijalani bersamaan dengan aktivitas pondok. Menurutku, kuliah reguler akan sulit dijalani di tengah jadwal pesantren yang padat,” jelasnya.

Untuk membagi waktu, Nada memanfaatkan waktu istirahat siang dan malam hari.

Ia mengerjakan tugas kuliah sebelum tidur hingga menjelang subuh karena mengambil sistem kuliah full online.

“Terkadang saya merasa lelah dalam perkuliahan, namun hal itu menjadi tantangan tersendiri di tengah kesibukan pondok dan masih bisa diatasi,” paparnya.

BACA JUGA :  Harumkan Nama Daerah di Kancah Nasional, Mardila Kisahkan Perjuangannya

Menurut Nada, manfaat yang didapat sangat besar karena bisa memperdalam ilmu agama sekaligus akademik.

Ia juga merasa lebih terlatih dalam mengatur waktu karena adanya tenggat tugas.

Nada menilai UT Salut Kartini sangat memungkinkan bagi santri atau mereka yang memiliki aktivitas nonformal lainnya.

“Berkuliah di UT karena fleksibel sistem belajarnya,” imbuhnya.

Ia pun berpesan agar calon mahasiswa aktif mencari informasi seputar UT Salut Kartini. Menurutnya, banyak informasi penting yang bisa diperoleh melalui media sosial UT Salut Kartini Rembang.

Nada menggambarkan peran UT sebagai pelengkap dalam kehidupan pendidikannya. Baginya, pendidikan tinggi membuat proses belajar di pesantren terasa lebih lengkap.

Video pilihan: Karavista Musik


Bagikan :
Editor : Alfia Dwi Nastiti