Move On dari Rebahan, Tren Olahraga di Kalangan Masyarakat Modern
Oleh: Windy Eka Putri Devina *)
OPINI, utrembang.com – Era pascapandemi telah membawa banyak perubahan dalam lingkup masyarakat, salah satunya dalam gaya hidup.
Masyarakat semakin menyadari pentingnya kesehatan dan mulai mengubah pola hidup masing-masing.
Perubahan ini dapat diamati dari maraknya tren olahraga di berbagai kalangan, terutama setelah masa pascapandemi berlangsung.
Selain jogging di pagi hari dan pergi ke pusat kebugaran atau gym, ada beberapa olahraga lain yang kini sedang naik daun. Beberapa di antaranya adalah:
• Running dan Marathon
Salah satu olahraga yang beberapa tahun terakhir semakin populer dan diikuti oleh berbagai kalangan.
Dahulu, tidak banyak orang yang terlihat melakukan olahraga ini, namun pengaruh media sosial membuatnya menjadi sangat populer.
Dibuktikan dengan hadirnya kegiatan fun run bertema warna-warni, charity run untuk kegiatan sosial, hingga virtual run yang bisa dilakukan di mana pun. Semua itu menarik minat banyak orang untuk ikut berlari.
• Pilates
Olahraga yang dilakukan di dalam ruangan dengan alat reformer ini juga menjadi salah satu olahraga yang mulai mendapatkan banyak perhatian.
Popularitas ini tidak lepas dari pengaruh selebritas dan influencer kebugaran yang membagikan kegiatannya melalui Instagram Story.
Manfaat pilates yang ditampilkan membuatnya terlihat sebagai olahraga yang elegan sekaligus efektif.
Kini, banyak studio pilates menyediakan kelas reformer maupun mat pilates.
Bahkan, beberapa pusat kebugaran umum telah memasukkan pilates ke dalam jadwal rutin mereka.
• Bersepeda (gowes)
Sempat menjadi tren terutama pada masa pandemi, hingga kini olahraga ini masih banyak diminati oleh masyarakat.
Komunitas pesepeda bermunculan dengan berbagai fokus, seperti road bike, mountain bike, hingga folding bike.
Kegiatan seperti fun ride, bike to work, hingga touring antarkota juga semakin sering diselenggarakan.
Antara Teknologi dan Perkembangan Minat Olahraga
Perkembangan tren olahraga tidak dapat dilepaskan dari peran teknologi.
Aplikasi pelacak kebugaran seperti Strava, Fitbit, dan Apple Health membuat masyarakat lebih mudah memantau progres latihan mereka.
Media sosial juga turut berperan besar dalam menyebarkan semangat olahraga.
Unggahan foto setelah berlari, tantangan kebugaran 30 hari, atau before-after transformation menjadi motivasi tersendiri bagi banyak orang.
Di sisi lain, kemunculan influencer dan fitness content creator juga memberikan pengaruh besar.
Tidak hanya melalui berbagai tips olahraga yang mereka bagikan di akun media sosial, tetapi juga melalui citra bahwa hidup aktif itu keren dan modern.
Hal ini mendorong semakin banyak orang untuk ikut bergerak, setidaknya mencoba satu jenis olahraga yang sedang menjadi tren.
Pada akhirnya, apa pun bentuk olahraga yang dilakukan, entah jogging, gym, marathon, pilates, atau bersepeda, tujuan utamanya tetap sama, yaitu menjaga keseimbangan tubuh dan pikiran.
Tren boleh datang dan pergi, tetapi semangat untuk bergerak dan hidup sehat seharusnya tetap bertahan.
Sebab, di balik setiap keringat, ada investasi untuk masa depan yang lebih baik.
*) Mahasiswa Semester 5 Program Studi Agribisnis Pertanian, UT Salut Kartini Rembang
Video pilihan: Pejuang Mimpi (Short Movie)