Berita

Festival Sastra Nusantara: Lomba Literasi sebagai Upaya Meningkatkan Minat Baca dan Kemampuan Berbahasa

Festival Sastra Nusantara: Lomba Literasi sebagai Upaya Meningkatkan Minat Baca dan Kemampuan Berbahasa
Bagikan :

Festival Sastra Nusantara: Lomba Literasi sebagai Upaya Meningkatkan Minat Baca dan Kemampuan Berbahasa

Ratusan Orang Berpartisipasi  dalam Lomba Literasi di Kegiatan Festival Sastra Nusantara. (Bagus Yusril)

REMBANG, utrembang.com – ‘Membaca bukan sekadar mengisi kepala, namun juga membangun jiwa sebuah bangsa’. Begitulah pepatah lama ini dapat menggambarkan bagaimana pentingnya berliterasi.

Di Festival Sastra Nusantara ini kita tidak hanya mencari pemenang lomba, melainkan sedang menabur benih-benih kecintaan pada bahasa dan masa depan literasi Indonesia.

Festival yang diadakan oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah dan Komunitas Lubuk Ilmu Rembang ini sukses menarik perhatian para pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah.

Lomba ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbahasa dan kreativitas, telah menjadi ajang para peserta untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam musikalisasi puisi, membaca puisi, dan mendongeng cerita rakyat.

BACA JUGA :  Salut Kartini Rembang Gelar Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah bagi Mahasiswa Semester Akhir

“Tujuan utama kami adalah mengembangkan generasi muda Rembang yang berliterasi dan kreatif, demi mewujudkan Rembang sebagai salah satu Kota Literasi di Indonesia,” ujar Danang Pamungkas selaku ketua kegiatan Festival Sastra Nusantara.

Lomba ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai sekolah dan universitas di Rembang dan luar Rembang, ada 100 lebih peserta yang ikut dalam acara ini.

Proses seleksi yang ketat dilakukan oleh tim juri yang terdiri atas penulis dan tokoh seniman sastra terkenal.

Pemenang lomba literasi ini akan menerima hadiah berupa trofi, sertifikat, dan uang tunai.

Tak hanya itu, lomba literasi ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk mempromosikan pentingnya literasi dalam kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA :  Museum Islam Nusantara Lasem, Ruang Sunyi yang Menjaga Jejak Islam Pesisir

Tidak hanya itu, membaca dan bersastra merupakan hal yang sangat penting di era serba digital saat ini.

Kemudahan mendapatkan akses informasi membuat kita perlu hati-hati dalam menyaring informasi secara kritis dan objektif agar tidak mudah terpancing oleh berita yang tidak benar.

“Membaca merupakan kegiatan yang sangat penting, kita akan menjadi lebih kritis dan kreatif, sehingga kita bisa menjadi bangsa yang maju dan beradab,” imbuhnya.

Dengan demikian, lomba literasi ini telah menjadi ajang yang sangat bermanfaat bagi para peserta untuk meningkatkan keterampilan berbahasa dan berkarya sastra.

“Semoga terus berkarya dan tetap semangat dalam menulis, membaca puisi, dan bersastra. Setidaknya dengan berpuisi kita bisa berimajinasi dan tetap berkarya,” pungkasnya dalam penutupan acara Festival Sastra Nusantara.

BACA JUGA :  Kisah Wahyu Trisna Augischa, Mahasiswa Segudang Prestasi UT Rembang, Tak Segan Kuliah Sambil Bekerja

Tingginya antusiasme generasi muda Rembang dalam kegiatan festival sastra kali ini menunjukkan optimisme baru bagi daerah.

Hal ini bukan hanya kabar bahagia bagi pegiat literasi, tetapi juga indikator jelas kesuksesan Pemerintah Kabupaten Rembang dalam mendorong pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Minat yang tumbuh ini merupakan fondasi vital untuk meningkatkan kualitas SDM lokal dan mewujudkan Rembang sebagai salah satu kota terliterasi di Indonesia.

Video pilihan: Kuliah di Kampus Negeri yang Tidak Jauh dari Rumah? – Universitas Terbuka Solusinya


Bagikan :
Editor : Alfia Dwi Nastiti