Warna-warni Arsip di Museum Batik Tiga Negeri Lasem
Tak banyak orang mengetahui, tersembunyi Museum Batik Tiga Negeri di Lasem-Tiongkok Kecil. Salah satu bangunan yang menyimpan banyak peninggalan sejak zaman koloni. Di dalam suatu peti, tersimpan beberapa koran dan 15 sketsa kain batik.
Johanna Tjoa menjadi corak asli dari museum sejak tahun 2017 sejalan tahun 1930 setelah ditemukan 15 sketsa kain batik. Meskipun museum baru diresmikan tahun 2024, namun sudah banyak pengunjung yang menapakkan kaki di sini dari kalangan umum maupun mahasiwa mahasiswi. Semua kain tersusun rapi tanpa debu menghinggapi. Sinar matahari masuk sebagai penerang ruangan alami.
“Museum ini berdiri karena usulan dari Mbak Agni penggiat sejarah yang menemukan koper tersebut yang berisikan koran dan batik, dengan didukung serta difasilitasi oleh Pak Rudy,” tutur Salam, selaku tour guide Museum Batik Tiga Negeri.
Museum selalu terbuka bagi siapapun yang ingin berkunjung tanpa memungut biaya banyak. Jam kunjungan terbilang sangat panjang dari matahari terbit sampai matahari terbenam, asalkan ada tour guide yang berjaga.
Ruang demi ruang tampak sangat luas megah. Berdiri gagah di tengah rumah produksi batik bercorak khas dan bangunan rumah merah. Masih berlokasi di Karangturi bersama dengan bangunan sejarah lainnya. Semua kain tertata berjejar, terlihat usang namun sama sekali tidak mengurangi nilai kemewahannya.
Tak hanya beberapa lembar kain batik saja, juga tersusun alat-alat untuk membatik serta tas kipas dan sebagainya dengan bahan kain batik lama. Terlihat satu patung berdiri tegap mengenakan beberapa lembar kain batik dengan corak khasnya. Merah, Biru dan Cokelat menjadi tiga warna penyokong istilah batik tiga negeri yang ada. Merah sebagai ciri dari daerah Lasem, Biru dari Pekalongan serta Cokelat dari Surakarta.
Lantai bawah kembali diperluas. Dilakukan renovasi di segala sisi agar pengunjung yang hadir tidak perlu berdesakan antri. Diharapkan kita sebagai generasi penerus dapat selalu melestarikan budaya dimanapun tempat kita berdiri. Warisan budaya harus terus terjaga dari generasi ke generasi. Layaknya Museum Tiga Negeri yang menyimpan kain batik yang ditemukan dari generasi Tjoa Ghiok Tjiam, Tjoa Tjoen Tiang dan Tjoa Siang Gwan sampai detik ini.
Video pilihan: Tutorial Login Microsoft Teams