UT Hadirkan Sistem Registrasi Fleksibel, Mahasiswa Kini Bebas Memilih Jadwal Ujian
REMBANG, utrembang.com – Universitas Terbuka (UT) melakukan transformasi layanan akademik dengan mengedepankan prinsip fleksibilitas dan pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa (student-centered learning) sebagai respons atas masukan dari mahasiswa.
Latar belakang mahasiswa UT yang sebagian besar merupakan pekerja, ibu rumah tangga, serta masyarakat umum dengan beragam aktivitas menjadi pertimbangan utama dalam transformasi sistem tersebut.
Staf UT Salut Kartini Rembang, Yuyun, menjelaskan bahwa penerapan sistem registrasi baru bertujuan memberikan kemudahan sekaligus keleluasaan bagi mahasiswa dalam mengatur jadwal ujian.
“Salah satu latar belakang diterapkannya sistem registrasi baru ini adalah untuk memberikan keleluasaan kepada mahasiswa dalam mengatur jadwal ujian sesuai dengan kondisi, kesibukan, dan ketersediaan waktu masing-masing,” jelasnya.
Ia menyebutkan, mekanisme registrasi dimulai dengan memilih lokasi ujian (kabupaten/kota), tempat ujian, tanggal pelaksanaan, hingga sesi ujian.
Pemilihan jadwal dilakukan melalui sistem registrasi daring yang telah disediakan. Setelah jadwal dipilih dan registrasi dikonfirmasi, jadwal tersebut menjadi acuan pelaksanaan ujian mahasiswa.
“Keunggulan sistem baru ini tidak hanya memberikan fleksibilitas dalam menentukan jadwal ujian dan mengurangi potensi benturan jadwal, tetapi juga mendukung pemerataan jumlah peserta pada setiap sesi ujian. Selain itu, sistem ini mampu meningkatkan kualitas layanan akademik melalui mekanisme yang lebih modern, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan mahasiswa,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa meskipun sistem baru membawa perubahan dalam pelaksanaan ujian, UT akan memastikan implementasinya berjalan optimal melalui sistem informasi akademik yang terintegrasi, penjadwalan ujian yang terstruktur, serta pelaksanaan ujian yang didukung daftar peserta, pengawas, dan sistem ujian sesuai ketentuan.
“Dengan dukungan teknologi informasi dan prosedur operasional yang telah terintegrasi, pelaksanaan ujian tetap dapat berlangsung secara tertib, aman, dan sesuai standar akademik,” imbuhnya.
Sementara itu, mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Negara UT, Hani Wicahyati, menyambut positif penerapan sistem baru tersebut.
“Menurut saya, sistem baru ini bagus karena mahasiswa bisa memilih jadwal ujian yang disesuaikan dengan kesibukan masing-masing. Saya bekerja dengan sistem shift, jadi bisa memilih jadwal UAS saat hari libur,” katanya.
Ia mengaku sempat terkejut saat pertama kali mengetahui adanya sistem tersebut. Namun, setelah memahami mekanismenya dan melakukan registrasi, ia langsung merasakan manfaatnya.
“Awalnya saya kaget saat tahu ada sistem baru. Namun dengan sistem baru ini, mata kuliah yang diujikan bisa diatur. Misalnya, jika mengambil tiga mata kuliah, jadwal ujian dapat dibagi ke dalam dua hari. Jadi, waktu belajar lebih leluasa, tidak terlalu mepet, dan tidak membuat panik saat UAS,” pungkasnya.
Sebagai mahasiswa UT, Hani berharap sistem baru tersebut didukung dengan ketersediaan kuota peserta ujian yang memadai serta tersedia layanan perubahan jadwal ujian apabila diperlukan.
Melalui evaluasi dan pengembangan yang berkelanjutan, UT berkomitmen menghadirkan layanan akademik yang semakin adaptif terhadap kebutuhan mahasiswa serta mendukung keberhasilan studi.
Video pilihan: Karavista Musik
