Berita

Siti Nur Rohmah, Seimbangkan Peran sebagai Mahasiswa, Pengajar, dan Aktivis

Siti Nur Rohmah, Seimbangkan Peran sebagai Mahasiswa, Pengajar, dan Aktivis
Bagikan :

Siti Nur Rohmah, Seimbangkan Peran sebagai Mahasiswa, Pengajar, dan Aktivis

Siti Nur Rohmah, mahasiswa UT Salut Kartini yang aktif berorganisasi dan mengajar. (Putri Ulya Najwa Robbaniya)

REMBANG, utrembang.com – Menjalani peran sebagai mahasiswa, pengajar, dan aktivis organisasi menjadi bagian yang melekat dalam keseharian Siti Nur Rohmah, atau yang akrab disapa Ima.

Sebagai seorang pengajar, Ima menjadi sosok guru yang dekat dengan anak didiknya di Taman Kanak-kanak (TK) Pertiwi Desa Japerejo, Pamotan.

Baginya, setiap aktivitas yang dijalani menjadi ruang untuk belajar dan berkembang.

Mahasiswa Program Studi PGPAUD Universitas Terbuka (UT) Salut Kartini Rembang ini memilih kuliah di UT karena fleksibilitas perkuliahan yang dapat disesuaikan dengan berbagai aktivitasnya.

Selain itu, biaya yang terjangkau dan lokasi yang dekat dengan tempat tinggalnya di Desa Japerejo, Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang, menjadi pertimbangan tersendiri.

“Alasan aku berkuliah di UT Salut Kartini Rembang karena fleksibilitas dan terjangkau. Kuliahnya jarak jauh, terus juga berfokus pada mahasiswa, jadi aku bisa lebih ekspresif,” ujar Ima.

BACA JUGA :  Lebih dari Sekadar Hobi, Kejurkab Basket Rembang 2025 Jadi Panggung Atlet Pelajar

Dunia organisasi telah menemani perjalanan Ima sejak duduk di bangku SMP. Sejak 2021, ia aktif di IPPNU hingga kini dipercaya menjadi ketua untuk periode ketiganya.

Semasa sekolah, ia juga aktif dalam OSIS, Pramuka, DKR, Saka Wira Kartika, Rohis, dan sejumlah organisasi lainnya. Di lingkungan kampus, ia turut aktif dalam PMII.

Bagi Ima, organisasi bukan hanya tentang kegiatan dan jabatan. Ada banyak hal yang ia temukan di dalamnya, terutama keberanian dan kepercayaan diri.

“Organisasi-organisasi itu menurutku rumah. Rumah buat tumbuh, buat belajar. Jadi Ima yang berani dan centil ini berasal dari organisasi-organisasiku,” katanya.

Padatnya aktivitas membuat Ima harus pandai menentukan prioritas. Ketika beberapa kegiatan berlangsung bersamaan, ia memilih mendahulukan organisasi yang paling membutuhkan kehadirannya.

BACA JUGA :  UT Salut Kartini Rembang Gelar Lomba Menulis, Ajak Generasi Muda Berkontribusi Lewat Karya

Menurutnya, kunci menjalani banyak tanggung jawab adalah mengetahui mana yang harus diselesaikan terlebih dahulu.

Perjalanan pendidikan Ima semakin lengkap setelah ia dinyatakan sebagai penerima beasiswa Pemerintah Kabupaten Rembang.

Untuk mendapatkannya, ia harus melalui tes tertulis dan wawancara dengan persiapan belajar yang cukup panjang.

Salah satu tantangan yang dirasakannya adalah menghadapi soal-soal yang mengacu pada SNBT, terutama bahasa Inggris.

Kabar kelulusan beasiswa menjadi salah satu momen yang tidak terlupakan baginya. Saat membuka pengumuman melalui grup, Ima mengaku langsung gemetar karena tidak menyangka berhasil lolos.

“Aku benar-benar bersyukur, gemetar, kayak masih nggak percaya. Masya Allah, aku keterima di beasiswa Pemkab,” kenangnya.

Beasiswa tersebut membuat Ima dapat menjalani perkuliahan dengan lebih tenang. Bantuan UKT hingga delapan semester dan biaya hidup turut meringankan beban orang tua.

BACA JUGA :  HUT ke-81 RI, Bupati Rembang dan Generasi Muda Bicara Makna Kemerdekaan

Sebagai penerima beasiswa, ia juga aktif bergabung dalam Forum Anak Beasiswa (FABs).

Kini, Ima ingin terus mengembangkan diri melalui pendidikan dan pengalaman organisasi.

Ia menargetkan menyelesaikan kuliah dengan baik, melanjutkan ke PPG, dan menjadi guru profesional.

Lebih dari itu, ia berharap ilmu dan pengalaman yang diperolehnya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Rembang.

“Percuma aku kuliah tinggi, percuma aku berorganisasi banyak kalau di masyarakat nggak bisa kasih kontribusi. Semoga aku bisa kasih yang terbaik buat masyarakat, buat Rembang,” pungkasnya.

Di antara padatnya aktivitas itu, Ima menemukan satu hal yang membuat semuanya terasa berarti: kesempatan untuk terus belajar dan memberikan manfaat.

Baginya, pendidikan bukan hanya tentang mendapatkan gelar dan organisasi bukan sekadar tentang sebuah jabatan. Keduanya adalah ruang untuk bertumbuh sebelum akhirnya kembali memberi sesuatu bagi masyarakat.

Video pilihan: Cinta yang Sempurna – Karavista Musik


Bagikan :
Editor : Alfia Dwi Nastiti