Setelah Vakum Empat Tahun, Rembang Wedding Expo 2026 Kembali Digelar
REMBANG, utrembang.com – Setelah vakum selama empat tahun, Pemerintah Kabupaten Rembang kembali menggelar Rembang Wedding Expo 2026 sebagai upaya mendorong pertumbuhan industri kreatif lokal, khususnya di sektor jasa pernikahan.
Kegiatan yang berlangsung pada 17–18 Juli 2026 tersebut diselenggarakan oleh Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindakop UKM) Kabupaten Rembang dengan dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Bupati Rembang, Harno, mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Rembang Wedding Expo 2026.
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan lebih banyak pilihan bagi masyarakat yang sedang merencanakan pernikahan sekaligus menjadi media promosi bagi para vendor lokal.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara, Dindakop UKM, dan DPRD yang telah mendukung kegiatan ini sehingga masyarakat memiliki banyak pilihan vendor wedding yang sesuai dengan kebutuhannya,” ujarnya.
Harno menyebut penyelenggaraan pesta pernikahan di Kabupaten Rembang tergolong tinggi sehingga peluang usaha di sektor wedding masih sangat besar.
“Setiap hari besar yang wedding di Kabupaten Rembang sebanyak 849 dalam sebulan, jadi per hari 25–30. Maka semua Mas-Mas dan Mbak-Mbak cepat-cepat komunikasi, pilih yang cocok,” ungkapnya.
Ia berharap expo tersebut menjadi langkah nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Rembang.
Sementara itu, Kepala Dindakop UKM Kabupaten Rembang, Mahfud, mengatakan penyelenggaraan expo bertujuan memberikan ruang promosi bagi pelaku industri wedding di Kabupaten Rembang sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.
“Sudah empat tahun kegiatan ini baru bisa kita laksanakan kembali. Tujuannya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di sektor industri kreatif, khususnya bidang wedding yang selama ini telah digeluti masyarakat Kabupaten Rembang,” ujarnya saat pembukaan Rembang Wedding Expo 2026, Jumat (17/7/2026).

Dipenuhi pengunjung, Rembang Wedding Expo 2026 ajang pertumbuhan industri kreatif. (Alfia Dwi Nastiti)
Menurut Mahfud, seluruh kebutuhan penyelenggaraan pernikahan tersedia dalam expo tersebut, mulai dari wedding organizer, make up artist (MUA), dekorasi, katering, hotel, fotografer, hingga videografer.
Ia berharap masyarakat yang akan menggelar pernikahan dapat memanfaatkan jasa para pelaku usaha lokal tanpa harus mencari vendor dari luar daerah.
“Semua kebutuhan pernikahan ada di Rembang. Tidak perlu jauh-jauh mendatangkan vendor dari luar kabupaten karena potensi daerah kita sudah sangat lengkap,” katanya.
Selain menghadirkan berbagai booth vendor, hari pertama kegiatan juga diisi dengan lomba make up yang diikuti peserta dari Kabupaten Rembang sebagai wadah menampilkan kemampuan para pelaku industri kecantikan lokal.
Mahfud berharap Rembang Wedding Expo menjadi sarana bagi masyarakat untuk terus mengembangkan kreativitas sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi.
Salah satu peserta, MUA Batara Wedding Planner, Rohmad Susilo, menampilkan konsep rias pengantin Jogja Paes Ageng dalam parade fashion show yang dipersiapkan selama dua pekan.
Ia mengaku tantangan terbesar dalam persiapan parade fashion show adalah mencari model karena seluruh peserta melakukannya dalam waktu yang bersamaan
“Malam ini ada sekitar 15 make up artist yang mengikuti parade fashion show. Melalui Rembang Wedding Expo kami bisa menjalin silaturahmi dengan sesama MUA dan vendor lain, sekaligus memperkenalkan karya kami kepada masyarakat,” katanya.
Rohmad berharap penyelenggaraan Rembang Wedding Expo pada tahun-tahun mendatang dapat menghadirkan kolaborasi dengan vendor dari luar daerah sehingga mampu memperluas wawasan dan peluang kerja sama.
Hal senada disampaikan Owner Rameo Catering, Nurmey Mulyaningsih. Pada expo tersebut, pihaknya menghadirkan berbagai menu dessert serta menawarkan promo khusus bagi pengunjung yang melakukan transaksi selama pameran berlangsung
“Kami memberikan promo gratis honeymoon ke Karimunjawa bagi pelanggan yang melakukan deal selama expo berlangsung,” ujarnya.
Menurut Nurmey, keikutsertaan dalam Rembang Wedding Expo menjadi kesempatan untuk memperkenalkan layanan kepada masyarakat, khususnya calon pengantin yang sedang mencari vendor pernikahan.
“Harapan ke depan, penyelenggara bersama pemerintah daerah dapat lebih mengenalkan konsep wedding expo kepada masyarakat sehingga pengunjung memahami manfaat serta tujuan menghadiri kegiatan tersebut, yaitu menemukan vendor pernikahan yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” pungkasnya.
Dalam penelusuran utrembang.com kegiatan Wedding Expo pernah digelar di tahun 2024 yang menjadi bagian dari Rembang Expo berlokasi di depan Gedung DPRD Kabupaten Rembang.
Video pilihan: Karavista Musik