Berita

Mengajar, Mengabdi, Menginspirasi: Perjalanan Habibatun Nafisah hingga Menyandang Gelar Pemuda Pelopor Kabupaten Rembang

Mengajar, Mengabdi, Menginspirasi: Perjalanan Habibatun Nafisah hingga Menyandang Gelar Pemuda Pelopor Kabupaten Rembang
Bagikan :

Mengajar, Mengabdi, Menginspirasi: Perjalanan Habibatun Nafisah hingga Menyandang Gelar Pemuda Pelopor Kabupaten Rembang

Habibatun Nafisah mahasiswa UT Salut Kartini yang raih gelar Pemuda Pelopor Kabupaten Rembang 2026. (Putri Ulya Najwa Robbaniya)

REMBANG, utrembang.com – “Rintangan pasti ada. Jatuh bangun itu perlu, tetapi yang perlu diingat adalah selalu berdampak, meski hanya melalui sebuah senyuman.” Itulah prinsip yang selalu dipegang teguh oleh Habibatun Nafisah, yang akrab disapa Habibah.

Ia merupakan mahasiswa semester V Program Studi Pendidikan Agama Islam di Universitas Terbuka (UT) Salut Kartini Rembang.

Selain menjadi mahasiswa, Habibah juga aktif sebagai pengurus organisasi kemahasiswaan ekstra kampus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Di sela-sela kesibukannya, ia mengajar di rumah sekaligus mendirikan Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Darul Anwar Al Hamid sebagai bentuk kontribusinya dalam bidang pendidikan dan dakwah.

Berkat dedikasinya tersebut, Habibah berhasil meraih Juara I Pemuda Pelopor Kabupaten Rembang Tahun 2026 Bidang Sosial Kemasyarakatan.

BACA JUGA :  Studio Musik hingga Laboratorium, Ini 8 Fasilitas UT Salut Kartini Rembang yang Dukung Pengembangan Mahasiswa

Pencapaian itu tentu tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses panjang yang penuh perjuangan.

Perjalanannya dimulai pada 2022, jauh sebelum ia mengetahui adanya ajang Pemilihan Pemuda Pelopor. Pada tahun tersebut, Habibah mulai merintis Lembaga Pendidikan Islam Darul Anwar Al Hamid sebagai wadah untuk memberikan pendidikan keagamaan kepada anak-anak di lingkungan sekitarnya.

Dalam perjalanannya, berbagai tantangan harus ia hadapi. Salah satunya adalah menghadapi karakter santri generasi Alpha yang mudah merasa bosan saat mengikuti pembelajaran.

Berangkat dari kondisi tersebut, Habibah berupaya menghadirkan metode belajar yang lebih menarik.

Ia menciptakan berbagai permainan edukatif agar proses belajar Al-Qur’an menjadi lebih menyenangkan, seperti permainan kosakata dan menghafal kosakata bahasa Arab beserta artinya dalam bahasa Indonesia melalui lagu.

BACA JUGA :  Belum Banyak yang Tahu, Perpustakaan Daerah Rembang Ternyata Ramah Penyandang Difabilitas

Sebagai guru mengaji, Habibah tidak pernah menyerah menghadapi berbagai karakter dan keunikan para muridnya.

Di tengah berbagai aktivitasnya, ia juga dituntut mampu membagi waktu antara perkuliahan, pekerjaan, dan hobi.

“Otomatis manajemen waktu, antara hobi dan keperluan disesuaikan, seperti hobi ngopi, membaca, dan live TikTok sambil membaca,” ujarnya.

Menurut Habibah, sistem pembelajaran di UT Salut Kartini Rembang sangat membantunya dalam mengatur waktu karena perkuliahan dilaksanakan secara fleksibel.

Hal itu membuatnya tetap dapat menempuh pendidikan tinggi sekaligus aktif berkarya dan berprestasi, baik di dalam maupun di luar kampus.

“Saya yang dulunya dari anak pondok salafi yang berbasis kitab kuning, lalu masuk ke dunia perguruan tinggi, tentu masih kaku dengan teknologi dan presentasi. Namun, melalui UT saya bisa mengasah kemampuan. Yang awalnya hanya sekadar mendengar tentang presentasi dan teknologi, kini saya mampu menguasainya. Hingga pada tahun 2026, seolah menerima bonus, saya terpilih menjadi Juara I Pemuda Pelopor Kabupaten Rembang,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Alih Kredit Universitas Terbuka: Antara Transkrip, Tantangan, dan Harapan

Di akhir wawancara, Habibah menitipkan pesan kepada mahasiswa UT Salut Kartini Rembang agar tidak pernah berhenti belajar dan terus mengembangkan diri.

Ia juga mengajak mahasiswa memanfaatkan sistem kuliah daring sebagai peluang untuk memperluas pengalaman, membangun relasi, dan mengembangkan potensi di luar perkuliahan.

“Manfaatkan kesempatan kuliah online sebaik mungkin agar kita memiliki lebih banyak waktu untuk berkegiatan di luar. Kita tidak pernah tahu dari mana relasi akan datang dan senyuman kepada seseorang bisa menjadi awal lahirnya semangat baru bagi mereka,” pesannya.

Video pilihan: Karavista Musik


Bagikan :
Editor : Alfia Dwi Nastiti