Lewat Melukis dan Kebersamaan, FABs Hadirkan Keceriaan bagi Lansia di PPS Turusgede
REMBANG, utrembang.com – Forum Anak Beasiswa (FABs) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Panti Pelayanan Sosial (PPS) Turusgede, Kabupaten Rembang, yang dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Agus Susanto.
Kegiatan ini mengusung tema “Berbagi Cinta dan Cerita, Membangun Empati Bersama Lansia”sebagai bentuk kepedulian terhadap para lanjut usia sekaligus pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
Ketua pelaksana kegiatan, M. Khoirul Muttaqin, menjelaskan bahwa pengabdian ini dilatarbelakangi oleh keinginan FABs untuk memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.
“Panti jompo dipilih sebagai lokasi kegiatan karena sesuai dengan konsep acara yang mengedepankan kebersamaan dan hiburan, sekaligus sebagai wujud kepedulian kepada para lansia yang tinggal di panti,” jelasnya.
Selama kegiatan, sekitar 30 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia mengajak para lansia melukis di atas tote bag, bernyanyi, berjoget, dan bercengkerama bersama.
Menurut Khoirul, kegiatan tersebut dirancang untuk menghadirkan kebahagiaan sekaligus menghibur serta mengurangi rasa kesepian para penghuni panti.
“Selain berkegiatan bersama, kami juga menyerahkan bantuan berupa popok lansia sebagai bentuk dukungan kepada para penghuni dan pengelola panti,” imbuhnya.

Pembukaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Panti Pelayanan Sosial (PPS) Turusgede, Kabupaten Rembang. (Putri Ulya Najwa Robbaniya)
Pada kesempatan yang sama, Penyuluh Sosial PPS Turusgede, Diah Ayu, menyambut baik kegiatan tersebut.
Menurutnya, aktivitas seperti melukis, karaoke, dan berjoget sangat disukai para lansia karena memberikan suasana baru yang menyenangkan.
Ia mengungkapkan bahwa kegiatan edukatif dan interaktif seperti ini tidak sering dilaksanakan di panti. Oleh karena itu, kehadiran mahasiswa membuat para lansia merasa diperhatikan dan memiliki teman untuk berinteraksi.
“Kegiatan seperti ini mengobati rasa kesepian mereka. Banyak penghuni di sini yang sudah tidak memiliki keluarga atau keluarganya berada jauh di luar daerah. Saat ada yang datang mengajak mereka berbincang dan bermain, mereka merasa bahagia karena diperhatikan,” ujarnya.
Diah juga berpesan kepada para mahasiswa agar tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga terus mengembangkan kepedulian sosial.
“Bagi mahasiswa, jangan hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi harus diimbangi dengan kepedulian sosial. Pengalaman terjun langsung ke masyarakat akan memberikan pelajaran berharga yang tidak selalu diperoleh di ruang kuliah,” tuturnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut pada masa mendatang. Bahkan, menurutnya, masyarakat maupun mahasiswa tidak harus selalu membawa bantuan berupa barang.
“Kehadiran untuk sekadar berbincang dan menemani para lansia sudah menjadi kebahagiaan tersendiri bagi mereka yang merindukan perhatian dan kebersamaan dari keluarga maupun lingkungan sekitar,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, FABs mampu menghadirkan kenangan indah bagi para lansia, mengurangi rasa kesepian mereka, sekaligus menumbuhkan semangat kepedulian sosial di kalangan generasi muda.
Video pilihan: Karavista Musik