Menekuni Dunia Desain, Sigma Pilih Bahasa dan Sastra Indonesia di UT untuk Lengkapi Kemampuan Visual

Mahasiswa Baru UT Salut Kartini, Ahmad Beruk Sigma Noto Aman Joyo Dipuro pilih program studi Bahasa dan Sastra Indonesia. (Windy Eka Putri Devina)
REMBANG, utrembang.com – Berkutat di depan layar komputer dengan tenggat desain yang harus diselesaikan di percetakan Puri Tama kini bukan lagi sekadar cara Ahmad Beruk Sigma Noto Aman Joyo Dipuro, yang akrab disapa Sigma, untuk menyalurkan hobi menggambarnya.
Kegemarannya terhadap dunia visual yang telah tumbuh sejak bangku sekolah perlahan berkembang menjadi keterampilan yang ia tekuni secara serius.
Pria berusia 18 tahun ini merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Lahir di Lasem, ia kemudian berpindah domisili ke Sulang, tepatnya di Desa Korowelang. Pendidikan sekolah dasarnya dihabiskan di desa tersebut.
Setelah itu, ia meninggalkan Rembang untuk melanjutkan pendidikan di pondok pesantren hingga menyelesaikan jenjang Madrasah Aliyah (MA) di Yambu’ul Qur’an, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Ketertarikannya terhadap dunia visual mulai tumbuh sejak di bangku sekolah. Sigma mengaku menyukai mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan (SBK) serta gemar menggambar. Ketertarikan tersebut kemudian ia kembangkan melalui berbagai aktivitas organisasi.
Saat menjadi anggota OSIS, Sigma bergabung di divisi media dan informasi. Namun, ia merasa lebih banyak berkembang ketika terlibat dalam organisasi media di lingkungan pondok atau yayasan yang memiliki jangkauan lebih luas.
Hasil karyanya dapat dilihat melalui akun Instagram kelas @goldenclass_01 yang pernah ia kelola.
“Saya pernah ikut OSIS divisi media dan informasi, tetapi saya lebih aktif di organisasi media yang ada di pondok atau yayasan karena jangkauan dan relasinya lebih luas. Biasa disebut Media Pondok (PDD). Di situ ada grup atau organisasi yang lebih luas se-Jawa Timur dan ada agenda-agenda yang menurut saya cukup menarik, seperti seminar serta lokakarya desain, fotografi, videografi, dan pengolahan konten,” ungkap Sigma.
Beberapa kali dirinya mengikuti lomba desain poster dan fotografi, bahkan berhasil meraih Juara Harapan I dan II di tingkat nasional.
Sigma menyebut Andika Oky Arisandi beserta karyanya sebagai salah satu sosok yang menginspirasi dirinya dalam dunia fotografi.
Tidak hanya desain, Sigma juga aktif mengikuti perlombaan di bidang akademik, seperti Olimpiade Nasional, dan berhasil meraih beberapa medali serta sertifikat.
Di bidang nonakademik, ia pernah mengikuti beberapa kompetisi, yaitu kaligrafi, cipta dan baca puisi, serta membaca kitab kuning.
Selain fotografi dan desain, Sigma juga pernah menjadikan menulis puisi sebagai hobi.
Seiring bertambahnya kesibukan, aktivitas tersebut kini lebih banyak bergeser ke kegiatan mengedit dan fotografi.
Berbagai minat yang tertanam dalam dirinya turut dipengaruhi oleh sejumlah tokoh yang dikaguminya.
Dalam bidang keagamaan, ia menyebut para kiai dan Gus Baha sebagai sosok yang menginspirasinya.
Untuk dunia puisi, ia menyebut Sapardi Djoko Damono, sedangkan dalam dunia novel ia mengagumi karya-karya Tere Liye.
Di tengah kesibukannya bekerja sebagai desainer grafis di sebuah toko percetakan Puri Tama, Sigma tetap melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi.
Ia memilih Universitas Terbuka karena sistemnya dinilai fleksibel dan dapat membantu dirinya yang ingin memiliki penghasilan mandiri, tetapi di sisi lain tetap ingin melanjutkan pendidikan.
Sebelum menentukan program studi yang saat ini ditempuh, Sigma mengaku sempat memiliki ketertarikan untuk mengambil program studi Desain Komunikasi Visual (DKV).
Namun, keterbatasan pilihan program studi tersebut di sejumlah perguruan tinggi akhirnya membuatnya mempertimbangkan bidang lain yang masih memiliki keterkaitan dengan minatnya.
“Dulu saya minat di program studi Desain Komunikasi Visual (DKV). Tetapi karena tidak semua kampus memiliki prodi tersebut, akhirnya saya memilih Bahasa dan Sastra Indonesia,” terangnya.
Bukan tanpa alasan pada akhirnya pilihannya jatuh pada program studi tersebut.
Sigma berharap melalui jurusan yang saat ini diambilnya, ia dapat mendalami dan mempelajari sastra serta bahasa, terutama dalam penulisan dan penggunaannya secara tepat.
Dengan demikian, di kemudian hari ia tidak hanya memiliki keterampilan desain yang mumpuni, tetapi juga dapat mengembangkan kemampuan dalam pengolahan bahasa serta menyampaikan pesan melalui desain dengan lebih efektif.
Harapan Sigma selama menempuh pendidikan tinggi di Universitas Terbuka begitu sederhana, yaitu menyelesaikan pendidikan tinggi dengan pembelajaran berkualitas yang mudah diakses dan relevan dengan perkembangan zaman.
Sigma berharap perjalanan tersebut dapat membentuk dirinya menjadi pribadi yang lebih disiplin, mandiri, bertanggung jawab, mampu mengatur waktu, sekaligus terus menjaga kreativitas yang selama ini menjadi bagian dari dirinya.
Di balik layar komputer dan berbagai desain yang dikerjakannya, Sigma kini tidak lagi sekadar menyalurkan kegemaran menggambar.
Ia sedang merangkai dua kemampuan yang ingin terus dikembangkannya, yaitu visual dan bahasa.
Baginya, desain bukan hanya soal bagaimana sesuatu terlihat, tetapi juga bagaimana sebuah pesan dapat diterima dan dipahami oleh orang lain.
Video pilihan: Karavista Musik