IPK 4,00 Bukan Kebetulan, Ini Kisah Perjuangan Andreas Menjadi Magister UT

Mahasiswa UT Salut Kartini Andreas Alifuddin raih gelar magister dengan predikat cum laude. (Bagus Yusril)
REMBANG, utrembang.com – Bagi sebagian orang, pendidikan merupakan tangga untuk meraih kehidupan yang lebih baik. Prinsip itulah yang dipegang teguh oleh Andreas Alifuddin (26).
Di tengah kesibukannya mengabdi sebagai perangkat desa yang menjabat Kepala Urusan (Kaur) Perencanaan di Desa Mrayun, Kecamatan Sale, Kabupaten Rembang, ia tak pernah lelah menimba ilmu hingga akhirnya berhasil menyelesaikan studi Magister Manajemen di Universitas Terbuka (UT) dengan predikat cum laude dan meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00.
Perjalanan Andreas menuntaskan pendidikan magisternya tidaklah mudah.
Lulusan SMK Negeri 1 Sale, Program Keahlian Teknik Geologi Pertambangan, pada 2016 itu sempat bekerja sebagai staf di sebuah perusahaan pertambangan.
Namun, kesadaran akan pentingnya pengembangan diri mendorongnya mengambil keputusan besar untuk melanjutkan studi S-1 Manajemen di Universitas Terbuka (UT).
Selama menempuh pendidikan di UT, perjuangannya tidak hanya membuahkan prestasi akademik yang membanggakan, tetapi juga mempertemukannya dengan belahan hati.
Ia bertemu dengan Yuyun, yang kini bekerja sebagai staf administrasi UT Salut Kartini Rembang. Yuyun menjadi rekan berdiskusi, pasangan hidup, sekaligus teman seperjuangan dalam menempuh pendidikan.
Setelah meraih gelar sarjana pada 2022 dan menikah, keduanya tidak langsung berfokus membangun kehidupan rumah tangga.

Seimbangkan antara pendidikan, pekerjaan dan kehidupan rumah tangga, Andreas dan Yuyun berhasil tuntaskan pendidikan magister. (Bagus Yusril)
Sebaliknya, mereka memilih melanjutkan pendidikan ke jenjang Magister Manajemen dengan konsentrasi Manajemen Sumber Daya Manusia secara bersama-sama.
Menjalani studi magister sembari mengemban tanggung jawab sebagai pekerja dan kepala keluarga menghadirkan tantangan yang tidak ringan.
Persoalan pembiayaan hingga padatnya tugas akademik kerap menguji kemampuan mereka. Namun, Andreas memilih untuk tidak menyerah pada rasa lelah.
“Tantangan utamanya tentu membagi waktu antara pekerjaan dan pendidikan, apalagi terkait biaya ketika kami berdua kuliah bersamaan. Namun, kami tidak pernah mengeluh karena ini adalah jalan yang kami pilih secara sadar. Setiap selesai mengumpulkan tugas masing-masing, kami selalu bertukar cerita. Kuncinya adalah menjalani perkuliahan dengan rasa senang,” tutur Andreas mengenang masa-masa perjuangannya.
Ketekunan dan daya juang tersebut membuahkan hasil yang manis. Selain berhasil meraih IPK 4,00 pada jenjang magister pada 2026, kemampuan akademik Andreas juga telah teruji di tingkat nasional.
Pada ajang Disporseni Nasional UT 2022, ia bersama Yuyun mewakili UT Salut Kartini Rembang dan UT Daerah Semarang dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa (LKTI).
Berkat bimbingan dari orang-orang hebat terutama dari dosen UT, Lusi Rachmiazasi Masduki dan Parmin serta dukungan Kepala UT Salut Kartini Rembang, Achmad Sholchan, mereka berhasil meraih Juara I Nasional setelah bersaing dengan puluhan peserta dari berbagai UT Daerah dan perguruan tinggi undangan se-Indonesia.
“Peran yang paling kami rasakan berasal dari Kepala UT Salut Kartini Rembang, Achmad Sholchan. Beliau mendukung kami sejak awal dengan selalu menekankan agar kami tidak terlalu memikirkan hasil. Menurut beliau, bisa mewakili UT Salut Kartini Rembang saja sudah menjadi sebuah kebanggaan,” ujarnya dengan nada haru.
Kini, setelah menuntaskan pendidikan magister, semangat Andreas untuk terus belajar dan berbagi ilmu tidak pernah padam.
Ia berencana memadukan pengabdian kepada masyarakat di desanya dengan dunia penelitian. Selain itu, ia juga bercita-cita menjadi tutor di UT Salut Kartini Rembang.
Bagi Andreas, perjuangan menuntut ilmu merupakan bukti bahwa kualitas seseorang tidak ditentukan oleh tempat belajar, melainkan oleh keyakinan, kerja keras, dan kemauan untuk terus berkembang.
“Teman-teman harus percaya diri dengan apa yang sedang dilakukan. Kita harus yakin bahwa mahasiswa UT memiliki kualitas dan mampu bersaing di tingkat mana pun,” pesannya kepada para mahasiswa.
Video pilihan: Karavista Musik