Berita

Ribuan Peserta Padati Alun-Alun Rembang Gunakan Pakaian Adat, Hardiknas 2026 Tegaskan Pendidikan Bermutu untuk Semua

Ribuan Peserta Padati Alun-Alun Rembang Gunakan Pakaian Adat, Hardiknas 2026 Tegaskan Pendidikan Bermutu untuk Semua
Bagikan :

Ribuan Peserta Padati Alun-Alun Rembang Gunakan Pakaian Adat, Hardiknas 2026 Tegaskan Pendidikan Bermutu untuk Semua

Upacara Hardiknas Kabupaten Rembang diikuti siswa dari berbagai jenjang pendidikan. (Novi Oktaviani)

REMBANG, utrembang.com – Ribuan siswa dari berbagai jenjang pendidikan berpakaian adat memadati Alun-Alun Rembang dalam rangka upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang digelar pada Sabtu, 2 Mei 2026.

Kegiatan ini diikuti oleh siswa mulai dari tingkat SD hingga perguruan tinggi, serta para tenaga pendidik dari seluruh Kabupaten Rembang.

Upacara berlangsung khidmat dengan rangkaian acara yang diawali penampilan drumband dari siswa/siswi SMP Negeri 1 Sulang, dilanjutkan pengibaran bendera Merah Putih serta menyanyikan lagu “Bagimu Negeri” dan “Hymne Guru”.

Setelah upacara bendera dilaksanakan, kegiatan dilanjutkan dengan senam massal yang diikuti ribuan siswa SD dan SMP.

Selain itu, peringatan Hardiknas juga dimeriahkan dengan pameran pendidikan, gebyar PAUD, serta pameran UMKM.

Bupati Rembang, Harno, didampingi Wakil Bupati Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro’, turut hadir dalam upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional ini.

Seluruh peserta upacara tampak mengenakan pakaian adat sebagai simbol keberagaman budaya Indonesia.

BACA JUGA :  Lima Prodi Paling Diminati Maba UT Salut Kartini Rembang, Nomor Satu Manajemen

Dalam upacara tersebut, Bupati Rembang, Harno, bertindak sebagai inspektur upacara dan membacakan amanat dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.

Dalam amanatnya, Harno menegaskan bahwa pendidikan merupakan upaya memanusiakan manusia yang dilandasi nilai kasih sayang.

“Pendidikan pada hakikatnya merupakan program yang tulus dan penuh kasih sayang untuk memanusiakan manusia,” tutur Harno dalam amanat yang disampaikannya.

Amanat tersebut juga menekankan pentingnya pendekatan pembelajaran mendalam untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

“Pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) diyakini mampu meningkatkan kualitas pendidikan dengan menitikberatkan proses belajar yang bermakna dan berpusat pada peserta didik,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Rembang sekaligus Kepala UT Salut Kartini Rembang, Achmad Sholchan, menyebut peringatan Hardiknas tahun ini selaras dengan tema “Pendidikan Bermutu untuk Semua” sebagai momentum pemerataan akses pendidikan.

“Hari Pendidikan Nasional tahun ini kami maknai sebagai momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen bahwa pendidikan yang bermutu harus dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali,” ujar Sholchan.

BACA JUGA :  Manfaatkan Teknologi, Universitas Terbuka Terapkan Pilihan Sistem Ujian Baru, Mahasiswa Lebih Mudah Ikuti UAS?

Ia menambahkan, pemerintah daerah bersama Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan tenaga pendidik dan fasilitas.

“Kami rutin mengadakan pelatihan, workshop, serta peningkatan kompetensi berbasis teknologi dan pedagogi. Sementara itu, dari sisi fasilitas, kami berupaya melakukan pemerataan sarana prasarana pendidikan, termasuk digitalisasi pembelajaran,” imbuhnya.

Ke depan, ia berharap pendidikan di Kabupaten Rembang semakin inklusif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Kami ingin melihat setiap anak bangsa memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang sesuai potensi masing-masing, sehingga mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan di masa depan,” pungkasnya.

182dd44d-d5a3-4186-951e-2a9382152837

Mahasiswa UT Salut Kartini Rembang ikuti upacara Hardiknas 2026. (Novi Oktaviani)

Sementara itu, semangat Hardiknas turut dirasakan oleh mahasiswa UT Salut Kartini Rembang yang juga seorang pekerja, Dian Azizah Ayu Pramasya.

Ia mengaku peringatan ini menjadi pengingat perjuangannya dalam menempuh pendidikan.

BACA JUGA :  Perkuat Konsolidasi dan Peningkatan Kapasitas, Karang Taruna Kabupaten Rembang Gelar Apel dan Akademi

“Hari Pendidikan itu kayak alarm: capek boleh, nyerah jangan,” ungkap Dian.

Menurutnya, momen upacara Hari Pendidikan Nasional ini turut memberikan motivasi tambahan dalam menempuh pendidikan di tengah kesibukannya bekerja.

“Di saat banyak yang milih untuk berhenti karena capek, saya masih di sini berjuang bareng teman-teman. Itu bukti saya belum kalah,” ujar Dian.

Ia menilai pendidikan memiliki peran besar dalam meningkatkan kualitas hidupnya di masa depan.

“Pendidikan buat saya itu surat izin buat mimpi lebih tinggi,” katanya.

Ke depan, Dian berharap sistem pendidikan semakin berpihak pada mahasiswa yang bekerja.

“Saya harap pendidikan Indonesia makin fleksibel, ilmunya bisa langsung dipakai di dunia kerja, dan biayanya tetap terjangkau agar semua orang mempunyai kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan,” ungkapnya di akhir wawancara.

Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 di Kabupaten Rembang ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif, merata, dan berkualitas.

Dengan semangat kebersamaan, seluruh elemen masyarakat diharapkan terus berkontribusi dalam melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Video pilihan: Karavista Musik


Bagikan :
Editor : Alfia Dwi Nastiti