Resmi Berganti Nahkoda, Syaifudin dan Alfiani Jadi Ketua PMII Sultan Mahmud, Bagaimana Programnya?
REMBANG, utrembang.com – Pergantian kepemimpinan terjadi di tubuh PMII Komisariat Sultan Mahmud setelah forum Rapat Tahunan Komisariat (RTK).
Hasil forum menetapkan dua mandataris ketua baru, yakni Bahratussa’adah Alfiani sebagai Mandataris Ketua KOPRI dan Ahmad Syaifudin sebagai Mandataris Ketua Komisariat.
Rapat tersebut dilaksanakan pada tanggal 1 Mei 2026, bertempat di Gedung MWCNU Rembang.
Mandataris Ketua Komisariat, Ahmad Syaifudin, menyampaikan bahwa program prioritasnya dalam waktu dekat adalah mengadakan kegiatan kaderisasi formal seperti MAPABA dan PKD.
“Program prioritas saya awal ini adalah melaksanakan kaderisasi formal seperti MAPABA dan PKD, dan saya akan berfokus pada perbaikan komunikasi internal serta penguatan branding di media sosial,” jelas Syaifudin atau yang kerap disapa Didin.
Ia menambahkan bahwa penguatan internal organisasi menjadi kunci utama dalam membangun kerja sama tim yang solid.
Menurutnya, komunikasi yang baik akan berdampak langsung pada efektivitas program kerja dan pengembangan kader.
Sementara itu, Mandataris Ketua KOPRI, Bahratussa’adah Alfiani, menjelaskan bahwa pembentukan tim formatur menjadi langkah awal yang akan dilakukannya, menyusun kepengurusan baru menjadi prioritas untuk merancang program kerja yang relevan ke depannya.
“Rencana saya akan membentuk tim formatur terlebih dahulu untuk bisa merancang program. Saya tidak ingin melakukan pembaruan secara drastis, namun melanjutkan program-program yang dicanangkan oleh kepengurusan sebelumnya, terutama yang belum terlaksana,” tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya pendekatan personal kepada anggota sebagai upaya membangun kedekatan dan kekompakan dalam organisasi.
Di sisi lain, Demisioner Ketua KOPRI, Romlah Dwi Cahyani atau Yani, menyampaikan harapannya agar kepengurusan baru dapat lebih progresif, solid, dan mampu merangkul seluruh kader.
“Saya cukup optimistis dengan kepengurusan yang baru. Para ketua memiliki semangat yang tinggi dan sudah dekat dengan kader, sehingga diharapkan mampu membawa komisariat menjadi lebih baik,” ujarnya.
Yani berpesan agar pengurus baru menjaga komunikasi dengan baik dan menyelesaikan setiap permasalahan secara terbuka.
“Perbaiki komunikasi, saling terbuka, dan segera selesaikan setiap masalah. Jangan menunggu waktu yang tepat karena itu justru bisa memperbesar masalah. Saling mendukung satu sama lain agar tetap semangat,” pesannya.
PMII Komisariat Sultan Mahmud diharapkan mampu menghadirkan suasana organisasi yang lebih inklusif, komunikatif, dan berorientasi pada penguatan kader.
Sinergi antara pengurus dan anggota dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan program serta menciptakan ruang gerak yang sehat bagi seluruh kader.
Kepengurusan baru juga diharapkan tidak hanya fokus pada pelaksanaan program kerja, tetapi mampu membangun kedekatan emosional dan rasa memiliki di antara kader.
Video pilihan: Karavista Musik