Mekanisme Mengulang Mata Kuliah di UT Dinilai Mudah, Mahasiswa Ungkap Tantangan Waktu dan Biaya
REMBANG, utrembang.com – Universitas Terbuka (UT) memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengulang mata kuliah sebagai upaya meningkatkan pemahaman akademik dan capaian nilai, dengan mekanisme yang dinilai relatif mudah dan terstruktur.
Admin Salut Kartini Rembang, Machzun Zabidi, menjelaskan bahwa mahasiswa yang ingin mengulang mata kuliah cukup mengajukan kode dan nama mata kuliah kepada admin untuk dimasukkan dalam tagihan registrasi semester berjalan.
“Secara keseluruhan pengambilan mata kuliah ulang dibatasi oleh ketentuan jumlah maksimal beban studi. Jumlah SKS keseluruhan, termasuk mata kuliah yang diulang, tidak boleh melebihi 24 SKS,” ujar Machzun.
Ia menambahkan, pengulangan mata kuliah baru dapat dilakukan minimal pada semester tiga.
Ketentuan tersebut berlaku karena batas maksimal SKS pada semester satu dan dua hanya 20 SKS, sementara mulai semester tiga meningkat menjadi 24 SKS untuk seluruh program studi.
Terkait biaya, Machzun menyebutkan bahwa mahasiswa hanya dikenakan biaya SKS mata kuliah yang diulang tanpa tambahan biaya administrasi. Besaran biaya disesuaikan dengan program studi dan dihitung per SKS.
“Misalnya pada Program Studi Manajemen, biaya per SKS sebesar Rp36.000. Jika mata kuliah yang diulang berbobot 3 SKS, maka biaya yang dibayarkan sebesar Rp108.000,” jelasnya.
Machzun juga menjelaskan perbedaan antara mengulang mata kuliah dan remedial.
Menurutnya, mahasiswa yang mengulang mata kuliah wajib mengikuti seluruh rangkaian perkuliahan dari awal, mulai dari diskusi, tugas, kuis di e-learning, hingga ujian akhir.
Sementara itu, remedial atau ujian perbaikan memungkinkan mahasiswa langsung mengikuti ujian tanpa mengulang perkuliahan, tetapi dengan biaya yang lebih tinggi.
“Biaya remedial dipukul rata Rp150.000 per mata kuliah, berapa pun jumlah SKS-nya,” katanya.
Menurut Machzun, kebijakan pengulangan mata kuliah bertujuan agar mahasiswa benar-benar memahami materi yang dipelajari, sehingga lulusan UT memiliki kompetensi yang sesuai dengan bidang keahliannya.
Sementara itu, mahasiswa UT Salut Kartini Rembang Program Studi Sistem Informasi, Bagus Tio Pambudi, mengaku pernah mengulang beberapa mata kuliah.
Ia menyebut keterbatasan waktu antara pekerjaan dan perkuliahan menjadi faktor utama yang memengaruhi kesiapan belajar dan hasil ujian.
“Persiapan belajar dan fokus saat ujian waktu itu belum maksimal, sehingga saya kurang menguasai materi,” ujarnya.
Bagus mengakui sempat merasa kecewa saat harus mengulang mata kuliah karena memerlukan waktu dan energi tambahan.
Namun, pengalaman tersebut membantunya memahami pola belajar yang lebih sesuai dengan sistem pembelajaran di UT.
Ia menilai prosedur pengulangan mata kuliah di UT relatif mudah dipahami, terutama dengan adanya pendampingan dari Salut Kartini Rembang.
Informasi terkait registrasi ulang dan pembayaran, menurutnya, juga telah tersedia secara jelas.
Bagus menambahkan, pengulangan mata kuliah dapat membantu meningkatkan pemahaman dan nilai akademik, meski di sisi lain memerlukan komitmen waktu dan biaya tambahan, terutama bagi mahasiswa yang bekerja.
“Kendala utama saya tetap pada pembagian waktu dan kelelahan setelah bekerja, yang berpengaruh pada konsentrasi belajar,” ujarnya.
Ia berharap mahasiswa dapat memaksimalkan manajemen waktu dan persiapan belajar sejak awal agar tidak perlu mengulang mata kuliah di semester berikutnya.
Video pilihan: Inovasi yang dikembangkan UT