Bimtek Kepenulisan Rampung, Berikut Daftar Sementara Judul yang Sudah Final

Tutup Kegiatan Bimtek Kepenulisan Dinarpus Rembang, Hasilkan Puluhan Karya Anak Daerah. (Windy Eka Putri Devina)
REMBANG, utrembang.com – Kegiatan Bimbingan Teknis Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal Dinarpus Rembang resmi selesai pada Senin (24/11).
Kegiatan ditutup dengan evaluasi terhadap judul dan naskah artikel yang akan dimuat dalam buku antologi budaya Rembang.
Selain itu, sebanyak 28 peserta dari total 60 peserta yang terdaftar telah mengirimkan judul final dari tulisan mereka.
Salah satu panitia Bimtek, Ninik Nur Kholip atau yang kerap disapa Ninik, menyampaikan bahwa setelah kegiatan ini, panitia akan menunggu hasil tulisan dari seluruh peserta yang mengikuti Bimtek hingga akhir bulan November.
“Selesai pertemuan ini, kita akan kumpulkan tulisan dari seluruh peserta yang mengikuti Bimtek. Hasil tulisan kami tunggu sampai tanggal 30 November. Setelah itu akan disunting terlebih dahulu oleh editor, baru naik ke percetakan,” ungkap Ninik.
Salah seorang pegiat literasi yang bergabung dalam kegiatan, Ayu Lestari atau yang dikenal dengan Ayu, mengangkat budaya Laesan dalam tulisannya dengan judul Inovasi Edukasi Karakter dan Moral Gen Z Melalui Laesan.
Ia memilih budaya tersebut sebab menurutnya terdapat strategi inovasi lain yang dapat digali dari Laesan.
“Sederhananya, karena saya familiar dengan budaya lokal tersebut dan menurut saya masih banyak strategi inovasi lain yang dapat digali dari Laesan, apalagi di era digital seperti ini,” terang Ayu.
Poin penting dalam tulisannya terdapat pada ide yang ia gali, yaitu penambahan muatan lokal dalam mata pelajaran seni budaya serta konten animasi budaya berupa video visual.
Hal ini ia angkat karena melihat beberapa bulan terakhir kasus kriminal dan pelecehan seksual semakin marak terjadi.
Selain budaya Laesan, berikut adalah daftar sementara dari 28 judul artikel budaya yang sudah final dan akan dimuat dalam buku Antologi Budaya Rembang:
- Kupatan di Pantai Kartini, Harmoni Kebersamaan dalam Canda dan Tawa
- Sate Serepeh: Antara Budaya Toleransi dan Nikmatnya Masakan Khas Rembang
- Kelo Mrico, Mengantarkanku Menemukan Arti Pulang
- Kawista: Rasa yang Menjaga Asa
- Mengenal Tawur Sego: Ekspresi Rasa Syukur atau Menjaga Tradisi Mubazir?
- Nginang: Kearifan yang Hilang dari Rembang
- Riang Rebutan Rukun di Pelataran, Mengurai Sembahyang Rebutan Klenteng Lasem
- Ketoprak dan Sedekah Bumi: Simbol Budaya atau Sekadar Tradisi?
- Tingkeban: Upacara Tujuh Bulan Kehamilan
- Air Melimpah, Bancaan Sumur sebagai Pembuka
- Khoul Sedan: Membuka Tabir Budaya Penuh Acara Keagamaan
- Emprak Kuangsan, Warisan Budaya yang Tergadaikan
- Mengukir Aksara dalam Kenikmatan Secangkir Kopi Lelet (Sejarah dan Budaya Kopi)
- Sambatan: Ketika Gotong Royong Menjadi Pesta Kebersamaan
- Membawa Kembali Denyut Kehidupan Lontong Tuyuhan ke Jati Dirinya
- Pagelaran Wayang Kulit sebagai Syarat Khusus dalam Sedekah Bumi di Desa Pamotan
- Pelestarian Wayang oleh Generasi Muda Rembang
- “Tumplek Punjen”: Ritual Doa dan Cinta dalam Adat Pernikahan Jawa
- Kumpulan Dialek Khas Rembang
- Dari Dapur hingga Pelaminan: Rewang dan Laden sebagai Jembatan Persaudaraan Warga Karangsekar
- Denting Tradisi Sahur yang Kian Memudar di Tengah Riuh Modernitas
- Kaliombo: Desa Pelopor Zonasi Peternakan Tradisional
- Udik-udikan: Melestarikan Tradisi atau Mengikuti Gengsi?
- Ngalungi Sapi di Makam Keramat Desa Sumberejo (Dukuh Gayam)
- Batik Tulis Lasem di Tangan Orang Muda: Dari Pecinan ke Panggung ASEAN
- Tari Orek-orek Rembang di Tangan Generasi Z
- Inovasi Edukasi Karakter dan Moral Gen Z Melalui Laesan
- “Royokan Berkat”: Bagian dari Sedekah Bumi Balongmulyo
Video pilihan: Inovasi yang dikembangkan UT