Berita

Festival Seni Sambongan 2025, Cermin Cinta Budaya dan Spirit Wayang Indonesia

Festival Seni Sambongan 2025, Cermin Cinta Budaya dan Spirit Wayang Indonesia
Bagikan :

Festival Seni Sambongan 2025, Cermin Cinta Budaya dan Spirit Wayang Indonesia

Memperingati Hari Wayang Dunia dengan Festival Seni Sambongan. (Novi Oktaviani)

REMBANG, utrembang.com – Dalam rangka memperingati Hari Wayang Dunia ke-11, Yayasan Cakraningrat bekerja sama dengan Yayasan Kesenian Nusantara menggelar Festival Seni Sambongan 2025 di Taman Budaya Sambongan, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang.

Festival ini digelar pada 4–5 November 2025 dan menjadi momentum penting bagi para seniman untuk meneguhkan kembali kecintaan terhadap warisan budaya bangsa, khususnya kesenian wayang yang telah diakui UNESCO sebagai karya agung dunia.

Ketua Panitia Festival Seni Sambongan, Ki Sigid Ariyanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan pre-event Binal Wayang Indonesia 2026.

“Ini merupakan pre-event Binal Wayang Indonesia 2026 dan harapannya, wayang serta kesenian tradisi di Rembang mendapat perhatian khusus dari masyarakat maupun pemerintah,” ujarnya.

BACA JUGA :  Kuliah Jarak Jauh Terbukti Efektif, UT Semarang Lepas 818 Wisudawan

Mengusung tema “Melihat Dunia dari Sambongan”, festival ini menghadirkan pameran seni rupa bertajuk “Spirit Wayang dan Ekspresi Seni” yang diikuti oleh 20 perupa dari berbagai daerah, seperti Rembang, Kudus, Pati, Jepara, Solo, Tuban, dan Jakarta.

Mereka menampilkan berbagai karya, mulai dari lukisan, topeng, hingga wayang kayu.

Tak hanya itu, festival ini juga diramaikan oleh berbagai kegiatan seni dan budaya lainnya, seperti sarasehan budaya bersama Ismoyo dari Yogyakarta dan Teguh Prihadi dari Surakarta, ruwatan massal oleh Ki Winardi dari Tulungagung, pagelaran wayang kulit, wayang golek, dan wayang kancil oleh sejumlah dalang ternama, serta penampilan barongan, monolog, pameran seni, dan UMKM.

Acara ini juga dimeriahkan oleh kegiatan melukis on the spot dengan tema “Dari Sambongan untuk Indonesia”.

BACA JUGA :  Perjalanan Putri Mengejar Prestasi: Beasiswa Diraih, Organisasi Dijalani

Festival ini melibatkan banyak pihak, di antaranya dosen penari dari ISI Surakarta, Sanggar Tari Cakraningrat, serta Sanggar Seni Barongan New Gembong Aji Seto dari Rembang.

Ki Sigid mengungkapkan, acara ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.

“Masyarakat menyambut gembira karena bisa menikmati berbagai pertunjukan seni secara gratis, termasuk ruwatan massal,” kata Ki Sigid.

Salah satu peserta, Novita, penari dari Sanggar Seni Barongan New Gembong Aji Seto, mengaku bangga bisa tampil dalam festival tersebut.

“Rasanya sangat senang dan bangga bisa ikut serta dalam festival seni ini. Acara seperti ini sangat penting untuk memperkenalkan dan melestarikan budaya lokal,” ungkap Vita.

Ia juga berharap festival serupa dapat menjadi agenda tahunan dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah.

BACA JUGA :  Festival Sastra Nusantara: Lomba Literasi sebagai Upaya Meningkatkan Minat Baca dan Kemampuan Berbahasa

Ki Sigid pun menegaskan bahwa Festival Seni Sambongan akan dijadikan agenda tahunan di Rembang.

“Kami ingin pemerintah lebih peduli terhadap seni dan budaya. Semoga masyarakat serta generasi muda, khususnya di Kabupaten Rembang, semakin mencintai dan menghargai warisan para leluhur yang penuh ajaran luhur, serta lebih mengenal seni budayanya sendiri daripada seni dari mancanegara,” harapnya.

Video pilihan: Kuliah di Kampus Negeri yang Tidak Jauh dari Rumah?


Bagikan :
Editor : Alfia Dwi Nastiti