Njajan Fest 2.0, Cara UMKM Rembang Saling Dukung Bangkitkan Ekonomi
REMBANG, utrembang.com – Angin malam di pinggiran Pantura berembus lembut, membawa semerbak aroma berbagai hidangan yang menggugah selera, ditemani riuh tawa muda-mudi yang berbincang dan berlalu-lalang.
Di tepi Pantura yang ramai oleh kendaraan, ribuan orang berkumpul untuk memburu berbagai jenis kuliner yang disajikan.
Njajan Fest bukan sekadar festival kuliner atau acara tahunan biasa, melainkan simbol dukungan antarmasyarakat untuk bersama-sama menggerakkan roda ekonomi yang sedang lesu.
Sebuah gagasan unik ini hadir untuk memberikan angin segar bagi para pelaku UMKM di Rembang agar dapat tumbuh dan berkembang.
Melalui acara ini, diharapkan para pelaku UMKM, terutama di bidang food and beverage (F&B), dapat naik kelas sehingga mampu mendorong laju perekonomian Rembang agar lebih maju.
Founder Njajan Fest, Ahmad Ghufron Nurosyid, yang akrab disapa Ipong, menjelaskan bahwa acara ini bukan hanya sekadar bazar makanan biasa, melainkan sebuah simbol pergerakan untuk membantu para pelaku UMKM di Rembang naik kelas dalam berbagai aspek, mulai dari peningkatan kapasitas hingga sistem produksi yang lebih layak dan higienis.
“Untuk bisa ikut dalam acara ini, para pelaku UMKM harus memenuhi beberapa syarat terlebih dahulu. Pertama, harus memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Jika belum punya, maka kami akan membantunya. Kemudian, wajib memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), dan harus melalui kurasi uji bahan makanan di Lepkesda,” ujarnya sambil terengah-engah karena banyaknya pengunjung yang berdesakan.
Selain suguhan kuliner yang menggugah selera, malam itu juga menjadi saksi lahirnya talenta-talenta baru melalui ajang Rembang Idol.
Kompetisi menyanyi ini dirancang khusus sebagai panggung bagi pemuda berbakat, sekaligus menjembatani mereka agar dapat dilirik oleh publik Rembang maupun para pencari bakat.
Dengan demikian, Rembang Idol bukan sekadar hiburan, melainkan wadah bagi masa depan bakat-bakat lokal.
“…diharapkan ke depannya, para talenta baru ini bisa mendapatkan panggung atau mungkin exposure. Dari yang sebelumnya belum ada, akhirnya bisa tampil,” imbuh Ipong.
Dalam hitungan detik, malam yang tadinya sunyi berubah menjadi ramai oleh tawa ceria dan kehangatan.
Di atas panggung, para talenta muda tidak hanya datang untuk berkompetisi, tetapi juga untuk menghibur masyarakat yang hadir di acara tersebut dengan suara merdu mereka.
Penampilan yang memukau membuat para penonton tanpa sadar ikut menyanyikan lirik lagu, menciptakan suasana penuh kehangatan dan kebersamaan.
Dari sini, kita bisa belajar bahwa untuk menyatukan masyarakat tidak harus melalui pemilu atau orasi yang menggebu-gebu.
Dengan kehangatan dan kebersamaan, kita dapat bersatu dalam semangat yang sama: saling membantu, tumbuh, dan terus berkembang bersama di tengah kondisi ekonomi yang sedang sulit. “Tumbuh bersama, pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat.”
Video pilihan: Kuliah di Kampus Negeri
