<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SALUT Kartini Rembang</title>
	<atom:link href="https://www.utrembang.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.utrembang.com</link>
	<description>Layanan Prima sampai Wisuda</description>
	<lastBuildDate>Thu, 01 Oct 2026 10:45:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>

<image>
	<url>https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2025/07/cropped-icon-32x32.webp</url>
	<title>SALUT Kartini Rembang</title>
	<link>https://www.utrembang.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Peringati World Cleanup Day 2026, Pemkab Rembang Boyong Pelajar hingga Forkopimda Bersihkan GOR Mbesi</title>
		<link>https://www.utrembang.com/peringati-world-cleanup-day-2026-pemkab-rembang-boyong-pelajar-hingga-forkopimda-bersihkan-gor-mbesi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Lee Chuath]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2026 10:42:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Rembang]]></category>
		<category><![CDATA[jurnatera]]></category>
		<category><![CDATA[PemkabRembang]]></category>
		<category><![CDATA[sampah]]></category>
		<category><![CDATA[World Cleanup Day]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.utrembang.com/?p=14025</guid>

					<description><![CDATA[<p>REMBANG, utrembang.com — Pemerintah Kabupaten Rembang mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan melalui kegiatan kerja bakti dalam rangka World</p>
<p>The post <a href="https://www.utrembang.com/peringati-world-cleanup-day-2026-pemkab-rembang-boyong-pelajar-hingga-forkopimda-bersihkan-gor-mbesi/">Peringati World Cleanup Day 2026, Pemkab Rembang Boyong Pelajar hingga Forkopimda Bersihkan GOR Mbesi</a> first appeared on <a href="https://www.utrembang.com">SALUT Kartini Rembang</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_14026" style="width: 2010px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-14026" class="wp-image-14026 size-full" src="https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/10/whatsapp-image-2026-10-01-at-16-47-00-scaled.webp" alt="Bupati Harno bersama pelajar bersihkan sampah di GOR Mbesi" width="2000" height="1333" srcset="https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/10/whatsapp-image-2026-10-01-at-16-47-00-scaled.webp 2000w, https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/10/whatsapp-image-2026-10-01-at-16-47-00-300x200.webp 300w, https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/10/whatsapp-image-2026-10-01-at-16-47-00-1024x682.webp 1024w, https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/10/whatsapp-image-2026-10-01-at-16-47-00-768x512.webp 768w, https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/10/whatsapp-image-2026-10-01-at-16-47-00-1536x1024.webp 1536w, https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/10/whatsapp-image-2026-10-01-at-16-47-00-2048x1365.webp 2048w" sizes="(max-width: 2000px) 100vw, 2000px" /><p id="caption-attachment-14026" class="wp-caption-text">Bupati Harno bersama pelajar dan Forkopimda bersihkan sampah di GOR Mbesi</p></div>
<p>REMBANG, utrembang.com — Pemerintah Kabupaten Rembang mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan melalui kegiatan kerja bakti dalam rangka World Cleanup Day (WCD) Indonesia 2026 di kawasan GOR Mbesi, Kamis (1/10/2026).</p>
<p>Bupati Rembang, Harno, mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menumbuhkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan.</p>
<p>Kegiatan melibatkan berbagai unsur, mulai dari masyarakat, pelajar, hingga Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).</p>
<p>“Jadi, untuk hari ini kita bersama-sama mengadakan kebersihan bersama-sama dan juga mengenalkan kepada seluruh masyarakat yang hadir, anak-anak, termasuk Forkopimda,” ujarnya.</p>
<p>Menurut Harno, kebersihan lingkungan merupakan kebutuhan yang harus menjadi perhatian bersama.</p>
<p>Tidak hanya membuang sampah pada tempatnya, tetapi juga bagaimana sampah dapat dikelola dengan baik.</p>
<p>Kawasan GOR Mbesi dipilih sebagai lokasi kegiatan karena merupakan aset Pemkab Rembang yang masih membutuhkan penataan.</p>
<p>Harno berharap kawasan tersebut ke depan dapat menjadi lingkungan yang lebih bersih dan tertata.</p>
<p>“Dengan adanya kegiatan di sini agar ke depannya di sini bisa menjadi rujukan untuk kebersihan,” terang Harno.</p>
<p>Harno juga mengapresiasi berbagai pihak yang terlibat dalam kegiatan WCD 2026.</p>
<p>Ia berharap semangat menjaga kebersihan tidak berhenti pada kegiatan tersebut, tetapi menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>“Mari bergerak bersama membersihkan lingkungan, kurangi sampah, dan jaga Rembang tetap lestari. Rembang bersih, Rembang sehat, Rembang berkelanjutan,” tandasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Video Pilihan:<a href="https://youtu.be/zgGjeDmlkx8?si=ujMBPSQA9Lj0GorE"> Ini Rindu &#8211; Karavista</a></p><p>The post <a href="https://www.utrembang.com/peringati-world-cleanup-day-2026-pemkab-rembang-boyong-pelajar-hingga-forkopimda-bersihkan-gor-mbesi/">Peringati World Cleanup Day 2026, Pemkab Rembang Boyong Pelajar hingga Forkopimda Bersihkan GOR Mbesi</a> first appeared on <a href="https://www.utrembang.com">SALUT Kartini Rembang</a>.</p>]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/10/whatsapp-image-2026-10-01-at-16-47-00-scaled.webp" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lima Prodi Paling Diminati Maba UT Salut Kartini Rembang, Nomor Satu Manajemen</title>
		<link>https://www.utrembang.com/lima-prodi-paling-diminati-maba-ut-salut-kartini-rembang-nomor-satu-manajemen/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Machzun Zabidi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Sep 2026 01:15:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[2026]]></category>
		<category><![CDATA[Program Studi]]></category>
		<category><![CDATA[Rembang]]></category>
		<category><![CDATA[UT Salut Kartini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.utrembang.com/?p=14018</guid>

					<description><![CDATA[<p>REMBANG, utrembang.com &#8211; Sebanyak 650 mahasiswa baru semester ganjil tahun 2026 Universitas Terbuka Salut Kartini Rembang siap menjalani proses perkuliahan. Ratusan</p>
<p>The post <a href="https://www.utrembang.com/lima-prodi-paling-diminati-maba-ut-salut-kartini-rembang-nomor-satu-manajemen/">Lima Prodi Paling Diminati Maba UT Salut Kartini Rembang, Nomor Satu Manajemen</a> first appeared on <a href="https://www.utrembang.com">SALUT Kartini Rembang</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_14020" style="width: 1610px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-14020" class="size-full wp-image-14020" src="https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/ut1-1.webp" alt="ut1" width="1600" height="1200" srcset="https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/ut1-1.webp 1600w, https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/ut1-1-300x225.webp 300w, https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/ut1-1-1024x768.webp 1024w, https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/ut1-1-768x576.webp 768w, https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/ut1-1-1536x1152.webp 1536w" sizes="(max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /><p id="caption-attachment-14020" class="wp-caption-text">Salah satu proses perkuliahan mahasiswa UT Salut Kartini Rembang.</p></div>
<p><strong>REMBANG, utrembang.com &#8211; </strong>Sebanyak 650 mahasiswa baru semester ganjil tahun 2026 Universitas Terbuka Salut Kartini Rembang siap menjalani proses perkuliahan.</p>
<p>Ratusan mahasiswa baru tersebut berasal dari berbagai sekolah yang berbeda di Kabupaten Rembang dan kota lainnya.</p>
<p>Ternyata, dari ratusan mahasiswa baru itu, Program Studi atau Jurusan Manajemen masih menjadi favorit dijujuk.</p>
<p>Data dari UT Salut Kartini Rembang, ada 255 mahasiswa baru semester ganjil 2026 yang mengambil Jurusan Manajemen.</p>
<p>Di peringkat kedua ada Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), dengan jumlah mahasiswa baru mencapai 199 orang.</p>
<p>Lalu di peringkat tiga ada Jurusan Ilmu Hukum dengan jumlah mahasiswa baru adalah 35 orang.</p>
<p>Di peringkat empat adalah Jurusan Akuntansi dengan jumlah 23 mahasiswa baru.</p>
<p>Sedangkan di peringkat lima adalah Jurusan Ilmu Administrasi Bisnis, dengan jumlah 20 mahasiswa baru.</p>
<p>Mahasiswa baru sisanya di semester ini mengambil berbagai jurusan lainnya.</p>
<p>UT Salut Kartini Rembang menjadi salah satu kampus pilihan bagi pelajar yang ingin studi lanjut.</p>
<p>UT Salut Kartini Rembang menjadi salah satu pilihan utama lantaran memiliki sejumlah fasilitas penunjang untuk proses akademik.</p>
<p>Selain proses belajar dengan pengajar yang berkualitas di bidang masing-masing, UT Salut Kartini Rembang juga menawarkan fasiitas pengembangan skill mahasiswa melakui Unik Kegiatan Mahasiswa (UKM).</p>
<p>Semua UKM berjalan baik dan sudah menelorkan karya sebagai bukti pengembangan skill tambahan mahasiswa.</p>
<p>Beberapa UKM di UT Salut Kartini Rembang itu, antara lain adalah Jurnatera (mawadahi kegiatan jurnalistik dan pengelola website utrembang.com), musik, konten kreator, dan sejumlah UKM olahraga.</p><p>The post <a href="https://www.utrembang.com/lima-prodi-paling-diminati-maba-ut-salut-kartini-rembang-nomor-satu-manajemen/">Lima Prodi Paling Diminati Maba UT Salut Kartini Rembang, Nomor Satu Manajemen</a> first appeared on <a href="https://www.utrembang.com">SALUT Kartini Rembang</a>.</p>]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/ut1-1.webp" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tinjau Salut Kartini Rembang, Wakil Rektor UTCC Beberkan Revisi Regulasi Salut Berbadan Hukum</title>
		<link>https://www.utrembang.com/tinjau-salut-kartini-rembang-wakil-rektor-utcc-beberkan-revisi-regulasi-salut-berbadan-hukum/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Windy Eka Putri Devina]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Sep 2026 08:57:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kunjungan]]></category>
		<category><![CDATA[Rembang]]></category>
		<category><![CDATA[Salut Kartini]]></category>
		<category><![CDATA[UT]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.utrembang.com/?p=14011</guid>

					<description><![CDATA[<p>REMBANG, utrembang.com – Dalam rangka meninjau secara langsung efektivitas layanan kemahasiswaan, jajaran manajemen Universitas Terbuka Pusat menyambangi kantor Sentra Layanan</p>
<p>The post <a href="https://www.utrembang.com/tinjau-salut-kartini-rembang-wakil-rektor-utcc-beberkan-revisi-regulasi-salut-berbadan-hukum/">Tinjau Salut Kartini Rembang, Wakil Rektor UTCC Beberkan Revisi Regulasi Salut Berbadan Hukum</a> first appeared on <a href="https://www.utrembang.com">SALUT Kartini Rembang</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_14013" style="width: 1610px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/fb5edbed-22a3-4e59-91e7-a8be479b4391.webp"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-14013" class="size-full wp-image-14013" src="https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/fb5edbed-22a3-4e59-91e7-a8be479b4391.webp" alt="fb5edbed-22a3-4e59-91e7-a8be479b4391" width="1600" height="1200" srcset="https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/fb5edbed-22a3-4e59-91e7-a8be479b4391.webp 1600w, https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/fb5edbed-22a3-4e59-91e7-a8be479b4391-300x225.webp 300w, https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/fb5edbed-22a3-4e59-91e7-a8be479b4391-1024x768.webp 1024w, https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/fb5edbed-22a3-4e59-91e7-a8be479b4391-768x576.webp 768w, https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/fb5edbed-22a3-4e59-91e7-a8be479b4391-1536x1152.webp 1536w" sizes="(max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /></a><p id="caption-attachment-14013" class="wp-caption-text">Kunjungan UT Pusat didampingi UT Semarang ke Salut Kartini Rembang. (Windy Eka Putri Devina)</p></div>
<p class="p1"><strong><span class="s1">REMBANG, utrembang.com</span></strong><span class="s2"><strong> –</strong> Dalam rangka meninjau secara langsung efektivitas layanan kemahasiswaan, jajaran manajemen Universitas Terbuka Pusat menyambangi kantor Sentra Layanan Universitas Terbuka (Salut) daerah yang berada di bawah naungan UT Semarang, salah satunya UT Salut Kartini Rembang, pada Minggu (27/09).</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Kunjungan ini dilaksanakan tidak sekadar untuk memastikan Salut dikelola sesuai dengan pedoman, tetapi sekaligus memberikan arahan berkaitan dengan legalitas Salut.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Wakil Rektor III UTCC, Paken Pandiangan, menjelaskan bahwa saat ini pihak UT Pusat sedang melakukan revisi terkait peraturan rektor maupun pedoman kantor-kantor Salut dan sudah hampir selesai.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">“Dalam waktu satu tahun ini kita melakukan moratorium, maksudnya tidak akan ada penambahan Salut yang lain. Karena melihat regulasi sebelumnya masih ada yang kurang sehingga peraturan rektor maupun pedoman untuk Salut sedang kita revisi. Salah satu yang berbeda adalah ke depan Salut harus berbentuk badan hukum, yaitu yayasan,” jelas Paken.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Langkah ini diambil sebagai upaya agar kepala Salut dan jajarannya memiliki kapasitas yang lebih.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Dari yang sebelumnya Salut terkesan berperan hanya untuk membantu UT memberikan layanan, kini dalam regulasi baru telah diubah menjadi tugas Salut adalah membantu mahasiswa untuk memberikan layanan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Lebih lanjut, Paken menuturkan bahwa harapannya setelah Salut berbentuk yayasan nanti, ketua yayasan dapat melakukan perjanjian kerja sama dengan pihak lain.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">“Sudah diidentifikasi pada pedoman, ada 12 layanan akademik dan 3 layanan nonakademik, termasuk di dalamnya pembinaan ormawa. Ke depan kami berharap setelah berbentuk yayasan nanti, ketua yayasan dapat melakukan perjanjian kerja sama dengan pihak lain, termasuk bupati, DPRD, dan instansi lainnya,” tambahnya.<br />
</span></p>
<div id="attachment_14015" style="width: 1610px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/5941b264-edcb-4480-9e54-af54cb997e6c.webp"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-14015" class="size-full wp-image-14015" src="https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/5941b264-edcb-4480-9e54-af54cb997e6c.webp" alt="5941b264-edcb-4480-9e54-af54cb997e6c" width="1600" height="1201" srcset="https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/5941b264-edcb-4480-9e54-af54cb997e6c.webp 1600w, https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/5941b264-edcb-4480-9e54-af54cb997e6c-300x225.webp 300w, https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/5941b264-edcb-4480-9e54-af54cb997e6c-1024x769.webp 1024w, https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/5941b264-edcb-4480-9e54-af54cb997e6c-768x576.webp 768w, https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/5941b264-edcb-4480-9e54-af54cb997e6c-1536x1153.webp 1536w" sizes="(max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /></a><p id="caption-attachment-14015" class="wp-caption-text">Wakil Rektor III UT Pusat melakukan telusur fasilitas dan layanan di Salut Kartini Rembang. (Windy Eka Putri Devina)</p></div>
<p class="p1"><span class="s2">Tidak hanya itu, Paken juga mengapresiasi penuh terhadap pengelolaan Salut Kartini Rembang serta kinerja dalam memberikan layanan kepada mahasiswa yang dinilai telah melebihi ekspektasi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Sementara itu, Direktur UT Semarang, Iqbal Miftakhul Mujtahid, menyampaikan imbauan bagi masyarakat untuk lebih teliti saat akan bergabung dengan Universitas Terbuka melalui layanan Salut daerah.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">“Mitra strategis Universitas Terbuka Semarang adalah Salut Kartini Rembang dan Salut Pusaka Lasem. Di luar itu, masyarakat diimbau untuk jangan sampai terperdaya jika ada hal seperti memberi iming-iming layanan lebih atau layanan akademik dan nonakademik di luar kedua Salut yang saya sebutkan adalah bukan mitra strategis dari Universitas Terbuka Semarang,” tutur Iqbal.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Kunjungan kerja ini ditutup dengan sesi peninjauan langsung fasilitas, sarana, dan prasarana di kantor Salut Kartini Rembang oleh rombongan UT Pusat yang didampingi manajemen UT Semarang dengan rangkaian kegiatan yang berjalan secara interaktif.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Melalui standardisasi regulasi baru yang kini tengah digodok serta komitmen pengawasan langsung ini, diharapkan kehadiran Salut di daerah benar-benar menjadi perpanjangan tangan UT Pusat yang andal dalam mendampingi perjalanan akademik seluruh mahasiswanya.</span></p>
<p>Video pilihan: <a title="Teluk Bayur – Karavista Musik" href="https://youtu.be/TkocDFBXDKg?si=wdffxgghQQ6QoTfW">Teluk Bayur – Karavista Musik</a></p><p>The post <a href="https://www.utrembang.com/tinjau-salut-kartini-rembang-wakil-rektor-utcc-beberkan-revisi-regulasi-salut-berbadan-hukum/">Tinjau Salut Kartini Rembang, Wakil Rektor UTCC Beberkan Revisi Regulasi Salut Berbadan Hukum</a> first appeared on <a href="https://www.utrembang.com">SALUT Kartini Rembang</a>.</p>]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/fb5edbed-22a3-4e59-91e7-a8be479b4391.webp" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jejak Stasiun Lasem: Ketika Riuh Kereta Tinggal Kenangan</title>
		<link>https://www.utrembang.com/jejak-stasiun-lasem-ketika-riuh-kereta-tinggal-kenangan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Novi Oktaviani]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Sep 2026 04:41:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Lasem]]></category>
		<category><![CDATA[Rembang]]></category>
		<category><![CDATA[Salut Kartini]]></category>
		<category><![CDATA[Stasiun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.utrembang.com/?p=14006</guid>

					<description><![CDATA[<p>REMBANG, utrembang.com – Tak ada lagi rangkaian gerbong kereta yang datang pada pagi hari. Tak terdengar pula riuh penumpang yang</p>
<p>The post <a href="https://www.utrembang.com/jejak-stasiun-lasem-ketika-riuh-kereta-tinggal-kenangan/">Jejak Stasiun Lasem: Ketika Riuh Kereta Tinggal Kenangan</a> first appeared on <a href="https://www.utrembang.com">SALUT Kartini Rembang</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_14007" style="width: 1610px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/58ec50e5-ae7a-4d1f-b9bf-3a6ba13911fa.webp"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-14007" class="size-full wp-image-14007" src="https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/58ec50e5-ae7a-4d1f-b9bf-3a6ba13911fa.webp" alt="58ec50e5-ae7a-4d1f-b9bf-3a6ba13911fa" width="1600" height="1200" srcset="https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/58ec50e5-ae7a-4d1f-b9bf-3a6ba13911fa.webp 1600w, https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/58ec50e5-ae7a-4d1f-b9bf-3a6ba13911fa-300x225.webp 300w, https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/58ec50e5-ae7a-4d1f-b9bf-3a6ba13911fa-1024x768.webp 1024w, https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/58ec50e5-ae7a-4d1f-b9bf-3a6ba13911fa-768x576.webp 768w, https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/58ec50e5-ae7a-4d1f-b9bf-3a6ba13911fa-1536x1152.webp 1536w" sizes="(max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /></a><p id="caption-attachment-14007" class="wp-caption-text">Jejak bangunan stasiun Lasem di Kabupaten Rembang. (Novi Oktaviani)</p></div>
<p class="p1"><strong><span class="s1">REMBANG, utrembang.com</span></strong><span class="s2"><strong> –</strong> Tak ada lagi rangkaian gerbong kereta yang datang pada pagi hari.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Tak terdengar pula riuh penumpang yang berpadu dengan suara roda besi yang dahulu menyusuri rel dan membawa masyarakat menuju kota-kota di sepanjang pantai utara Jawa.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Di Desa Dorokandang, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, jejak perjalanan kereta api masih tersimpan di antara kehidupan warga.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Bangunan bekas Stasiun Lasem yang dulunya menjadi tempat naik-turunnya penumpang dan pengangkutan hasil bumi kini tak lagi dipenuhi aktivitas perkeretaapian.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Kawasan yang dahulu ramai oleh aktivitas penumpang kini telah berubah menjadi permukiman warga.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Selain itu, halaman yang dahulu dipenuhi penumpang dan lalu-lalang kereta kini sebagian areanya dimanfaatkan sebagai pangkalan truk dan dikelilingi tumbuhan ilalang.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Meskipun kereta api sudah lama berhenti beroperasi, jejaknya masih dapat ditemukan di sekitar kawasan tersebut.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Bekas jalur rel yang dahulu dilalui kereta kini telah berubah menjadi bagian dari jalan dan permukaan tanah yang digunakan warga untuk aktivitas sehari-hari.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Jejak lainnya juga dapat dilihat dari keberadaan jembatan gantung bekas perlintasan kereta api yang berada di Desa Babagan, tepat di sebelah Desa Dorokandang, tempat bangunan stasiun berdiri.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Oleh warga sekitar, jembatan tersebut dikenal dengan sebutan “Treteg Gandul”.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Dahulu, jembatan tersebut menjadi bagian dari perlintasan kereta api.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Kini, keberadaannya menjadi saksi bisu dan pengingat bahwa kawasan Lasem pernah dilalui perjalanan kereta.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Meski fungsinya telah berubah, sejumlah bagian bangunan lama masih kokoh berdiri.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Bangunan kantor stasiun yang menyatu dengan peron menjadi salah satu bagian yang masih tersisa.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Tak jauh dari sana, terdapat bangunan kamar mandi yang dilengkapi menara air.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Usia menjadikan bangunan-bangunan tersebut tampak tua dan terbengkalai.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Namun, bentuknya masih menyimpan ciri khas yang mengingatkan pada masa ketika Stasiun Lasem masih beroperasi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Bangunan stasiun memiliki gaya arsitektur Indis dengan sentuhan aksen Tionghoa.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Pintu dan jendelanya yang berukuran besar menyesuaikan kondisi iklim tropis Lasem.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Lengkungan pada bagian atap juga menjadi salah satu ciri khas bangunan stasiun tersebut.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Di balik bangunan tua itu, tersimpan cerita masa ketika kereta api menjadi bagian dari keseharian masyarakat Lasem.</span></p>
<div id="attachment_14009" style="width: 1610px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/4d0a9bff-1de0-4f68-b21e-e7e47ac52c0b.webp"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-14009" class="size-full wp-image-14009" src="https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/4d0a9bff-1de0-4f68-b21e-e7e47ac52c0b.webp" alt="4d0a9bff-1de0-4f68-b21e-e7e47ac52c0b" width="1600" height="1200" srcset="https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/4d0a9bff-1de0-4f68-b21e-e7e47ac52c0b.webp 1600w, https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/4d0a9bff-1de0-4f68-b21e-e7e47ac52c0b-300x225.webp 300w, https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/4d0a9bff-1de0-4f68-b21e-e7e47ac52c0b-1024x768.webp 1024w, https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/4d0a9bff-1de0-4f68-b21e-e7e47ac52c0b-768x576.webp 768w, https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/4d0a9bff-1de0-4f68-b21e-e7e47ac52c0b-1536x1152.webp 1536w" sizes="(max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /></a><p id="caption-attachment-14009" class="wp-caption-text">Stasiun Lasem berdiri sejak 1900 simpan kenangan riuhnya penumpang di utara Jawa. (Novi Oktaviani)</p></div>
<p class="p1"><span class="s2">Salah seorang warga yang pernah menjadi penumpang kereta, Sus Prihantini, masih mengingat bagaimana suasana perjalanan pada masa itu.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">“Kereta masih kereta uap, bangkunya masih dari kayu, seperti kereta pada zaman dulu,” kenang Sus.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Dalam ingatannya, kereta tiba di Stasiun Lasem sekitar pukul 09.00, 12.00, dan 15.00.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Suasana stasiun menjadi jauh lebih ramai ketika Lebaran tiba.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Penumpang berdesakan hingga, menurutnya, ada yang sampai naik ke atas atap kereta.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">“Kalau sudah musim mudik atau menjelang Lebaran, jumlah penumpang sangat ramai, bahkan sampai ada yang naik ke atap kereta,” ujarnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Bagi Sus dan warga lain yang pernah mengalaminya, kereta bukan alat transportasi semata.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Perjalanan dengan kereta menjadi bagian dari keseharian dan kenangan yang kini hanya dapat diceritakan kembali.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Stasiun Lasem sendiri dibuka pada 1 Mei 1900 oleh Samarang-Joana Stoomtram Maatschappij (SJS), yang menjadi bagian dari jaringan jalur kereta api SJS yang menghubungkan berbagai wilayah, termasuk hingga wilayah Jatirogo.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Keberadaan jalur tersebut turut mendukung aktivitas ekonomi di wilayah pantai utara Jawa.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Berbagai hasil bumi dan hasil laut, seperti kopi, kapas, tembakau, tebu, kayu jati, garam, dan ikan, dapat diangkut dengan lebih cepat dan murah.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Namun, perkembangan transportasi jalan raya perlahan mengubah peran kereta api.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Memasuki era 1980-an, jalur tersebut mulai kehilangan eksistensinya hingga akhirnya perjalanan kereta api dari Lasem berhenti.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Kini, kereta hanya tinggal cerita.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Rel tak lagi menjadi jalan bagi lokomotif, sementara halaman stasiun telah menjadi bagian dari kehidupan baru warga.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Namun, bangunan yang tersisa dan cerita dari mereka yang pernah mengalaminya membuat masa lalu Stasiun Lasem belum sepenuhnya hilang.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Fungsinya telah berubah, tetapi kenangannya masih tinggal.</span></p>
<p>Video pilihan: <a title="Karmila – Karavista Musik" href="https://youtu.be/WIp-2PCexKA?si=MxiVEQK-TtIsZr7U">Karmila – Karavista Musik</a></p><p>The post <a href="https://www.utrembang.com/jejak-stasiun-lasem-ketika-riuh-kereta-tinggal-kenangan/">Jejak Stasiun Lasem: Ketika Riuh Kereta Tinggal Kenangan</a> first appeared on <a href="https://www.utrembang.com">SALUT Kartini Rembang</a>.</p>]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/58ec50e5-ae7a-4d1f-b9bf-3a6ba13911fa.webp" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Benarkah Artikel Ilmiah Lebih Mudah Dibanding Tugas Akhir Lain?</title>
		<link>https://www.utrembang.com/benarkah-artikel-ilmiah-lebih-mudah-dibanding-tugas-akhir-lain/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Windy Eka Putri Devina]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Sep 2026 13:47:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Rembang]]></category>
		<category><![CDATA[Salut Kartini]]></category>
		<category><![CDATA[UT]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.utrembang.com/?p=14000</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Windy Eka Putri Devina *) OPINI, utrembang.com – Bagi sebagian besar mahasiswa, semester enam dan tujuh merupakan masa paling</p>
<p>The post <a href="https://www.utrembang.com/benarkah-artikel-ilmiah-lebih-mudah-dibanding-tugas-akhir-lain/">Benarkah Artikel Ilmiah Lebih Mudah Dibanding Tugas Akhir Lain?</a> first appeared on <a href="https://www.utrembang.com">SALUT Kartini Rembang</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_14002" style="width: 998px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/19e82c1d-db31-4d3e-8c7d-5229cde2d332.webp"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-14002" class="size-full wp-image-14002" src="https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/19e82c1d-db31-4d3e-8c7d-5229cde2d332.webp" alt="19e82c1d-db31-4d3e-8c7d-5229cde2d332" width="988" height="741" srcset="https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/19e82c1d-db31-4d3e-8c7d-5229cde2d332.webp 988w, https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/19e82c1d-db31-4d3e-8c7d-5229cde2d332-300x225.webp 300w, https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/19e82c1d-db31-4d3e-8c7d-5229cde2d332-768x576.webp 768w" sizes="(max-width: 988px) 100vw, 988px" /></a><p id="caption-attachment-14002" class="wp-caption-text">Windy Eka Putri Devina</p></div>
<p class="p1"><strong><span class="s1">Oleh: Windy Eka Putri Devina *)</span></strong></p>
<p class="p1"><span class="s2"><strong>OPINI, utrembang.com –</strong> Bagi sebagian besar mahasiswa, semester enam dan tujuh merupakan masa paling berat dalam dunia perkuliahan. Mahasiswa dihadapkan pada tuntutan tugas akhir yang menjadi salah satu penentu utama kelulusan dari program studi yang ditempuh.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Di Universitas Terbuka, mahasiswa cenderung lebih memilih untuk mengambil tugas akhir berupa artikel ilmiah karena dipandang lebih mudah dibandingkan dengan tugas akhir lainnya. Namun, benarkah demikian?</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Sebagian besar universitas menetapkan kebijakan tugas akhir berupa skripsi sebagai syarat kelulusan. Sementara itu, Universitas Terbuka memberikan empat pilihan untuk Tugas Akhir Program Sarjana (TAPS).</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Dalam Katalog Sistem Penyelenggaraan UT 2026/2027 dijelaskan bahwa TAPS bertujuan untuk mengukur kemampuan mahasiswa secara komprehensif dalam suatu bidang ilmu pada program studi jenjang D-IV dan S1.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Layanan asesmen yang diberikan di antaranya adalah Skripsi, Proyek, Artikel Ilmiah, dan Ujian Komprehensif Tertulis (UKT).</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Di antara keempat pilihan tugas akhir tersebut, sebagian besar mahasiswa Universitas Terbuka, baik yang sudah pernah menempuh maupun alumni, lebih menyarankan untuk mengambil Artikel Ilmiah.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Artikel Ilmiah dinilai lebih mudah untuk diselesaikan dibandingkan dengan tugas akhir lainnya dan tidak memiliki sidang sehingga mahasiswa tidak perlu merasa takut atau menghadapi adegan “bantai-membantai” dalam sidang seperti kebanyakan kisah yang dibagikan melalui media sosial.</span></p>
<p class="p1"><strong><span class="s1">Mengenal Skripsi, Artikel Ilmiah, Proyek, dan Ujian Komprehensif Tertulis (UKT)</span></strong></p>
<p class="p1"><span class="s2">Dikutip dari laman detik.com, dalam situs Pustaka Kemendikbud dijelaskan bahwa skripsi merupakan karya ilmiah yang ditulis oleh mahasiswa sebagai syarat untuk memperoleh gelar sarjana.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Skripsi biasanya merupakan tugas akhir studi yang mencakup penelitian atau kajian mendalam tentang suatu topik tertentu dalam bidang studi tertentu.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Berdasarkan bahan kajian dan tipe pembahasannya, skripsi dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis, di antaranya skripsi berdasarkan hasil kajian pustaka, skripsi berdasarkan hasil penelitian lapangan, dan skripsi berdasarkan hasil pengembangan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Dikutip dari laman LMS SPADA Kemdiktisaintek, artikel ilmiah adalah bentuk komunikasi ilmiah yang digunakan oleh peneliti, ilmuwan, atau akademisi untuk menyampaikan hasil penelitian, analisis, pemikiran, atau kontribusi ilmiah lainnya kepada komunitas ilmiah atau melalui publikasi ilmiah.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Artikel ilmiah dirancang untuk mengomunikasikan temuan, pemahaman, atau konsep dalam format yang terstruktur, sistematis, dan terdokumentasi dengan baik.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Sementara itu, proyek didefinisikan sebagai karya tulis ilmiah berupa laporan yang disusun sebagai hasil observasi, praktik kerja, atau pengaplikasian ilmu tertentu yang membahas suatu proses atau masalah dalam bidang ilmu terapan dengan menggunakan kaidah yang berlaku pada bidang ilmu tersebut.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Proses dimulai dari penyusunan perencanaan program, kemudian merealisasikan program dan membuat hasil akhir berupa laporan proyek serta prototipe atau produk.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Prototipe merupakan model, rancangan, atau desain awal yang dibuat untuk pengujian konsep atau proses sebuah produk yang sedang dikembangkan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Terakhir, Ujian Komprehensif Tertulis (UKT) merupakan tugas akhir berupa ujian tertulis dalam bentuk esai untuk mengukur capaian pembelajaran akhir program studi, dengan kategori soal ujian yang mengukur </span><span class="s3">high-order thinking skills</span><span class="s2"> (HOTS) dan dilakukan secara tatap muka.</span></p>
<p class="p1"><strong><span class="s1">Perbedaan Skripsi dan Artikel Ilmiah</span></strong></p>
<p class="p1"><span class="s2">Skripsi umumnya memiliki jumlah halaman yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan artikel ilmiah.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Di Universitas Terbuka, ketentuan halaman untuk artikel ilmiah sebanyak 10–15 halaman, tetapi tidak termasuk sampul, halaman pengantar, daftar isi, dan daftar pustaka. Sementara itu, skripsi dapat mencapai lebih dari 50 halaman, bahkan ratusan halaman.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Materi dalam penulisan skripsi diperoleh melalui observasi atau penelitian terlebih dahulu terhadap bidang yang dikaji.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Skripsi memiliki sistem penulisan yang jauh lebih kompleks dibandingkan dengan artikel ilmiah.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Mahasiswa juga harus menempuh seminar proposal dan sidang skripsi sebelum dinyatakan memenuhi syarat kelulusan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Sementara itu, artikel ilmiah relatif lebih sederhana dibandingkan dengan skripsi. Artikel ilmiah memiliki sistem penulisan yang sistematis, tetapi lebih ringkas.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Jumlah halaman yang telah ditentukan, yaitu 10–15 halaman, membuat mahasiswa harus menyampaikan materi penulisan secara padat.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Materi tersebut diperoleh dari data observasi dan penelitian terbaru yang dapat digunakan sebagai bahan referensi untuk penelitian selanjutnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Mahasiswa juga tidak perlu menunggu atau menempuh sidang akhir untuk memperoleh predikat lulus.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Di Universitas Terbuka, cukup dengan memperoleh nilai di atas 75 untuk satu artikel utuh yang diunggah pada sesi tugas 4, mahasiswa dapat dinyatakan lulus.</span></p>
<p class="p1"><strong><span class="s1">Kelebihan dan Kekurangan Masing-masing Tugas Akhir</span></strong></p>
<p class="p1"><span class="s2">Sering kali mahasiswa UT yang akan menginjak semester 7 menghadapi dilema tentang pilihan tugas akhir yang harus ditempuh.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Banyak mahasiswa yang ingin mencoba mengambil tugas akhir selain artikel ilmiah, tetapi karena tidak memiliki teman atau rekan yang memilih jalur tersebut, akhirnya memilih artikel ilmiah.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sebenarnya, apa kelebihan dan kekurangan dari masing-masing tugas akhir yang ditawarkan oleh UT?<br />
</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Skripsi memiliki waktu proses penyusunan yang lebih panjang, yaitu umumnya selama enam bulan. Skripsi membutuhkan analisis yang mendalam serta penulisan yang lebih kompleks dan lengkap. Mahasiswa didorong untuk melakukan riset mendalam terhadap bidang yang dikaji hingga tuntas.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Skripsi tidak memiliki jumlah halaman maksimal. Jumlah halaman bergantung pada kemampuan analisis mahasiswa dalam melakukan riset dan kedalaman topik yang diteliti sehingga hasil akhirnya dapat mencapai ratusan halaman. Biasanya, mahasiswa juga harus menjalani revisi berulang kali dengan dosen pembimbing.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Sebagian mahasiswa juga tidak dapat langsung dinyatakan lulus setelah menempuh sidang akhir tanpa melakukan revisi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Mahasiswa masih harus melakukan revisi terhadap catatan yang diberikan oleh dosen penguji sebelum hasil final diserahkan kepada pihak kampus atau dipublikasikan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Namun, di sisi lain, skripsi dapat menjadi salah satu karya tulis yang sangat membantu bagi mahasiswa yang akan menempuh studi lanjut atau pascasarjana.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Mahasiswa dapat memperoleh pengalaman penelitian yang lengkap, kemampuan analisis yang tajam, serta mengubah pola pikir yang tidak terstruktur menjadi lebih terstruktur dan logis.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Artikel ilmiah memiliki waktu proses penyusunan yang lebih singkat. Jika pada skripsi seluruh data yang disajikan harus lengkap dan detail, artikel lebih berfokus pada inti pembahasan penelitian.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Kerangka keduanya hampir sama, tetapi artikel jauh lebih dinamis dan ringkas. Artikel ilmiah tidak perlu diujikan dalam sidang seperti sidang skripsi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Mahasiswa UT cukup mengunggah artikel utuh pada tugas sesi akhir di laman </span><span class="s3">e-learning</span><span class="s2">. Setelah dinyatakan lulus, artikel yang terpilih akan diunggah oleh pihak Universitas Terbuka.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Meski terlihat mudah, ada beberapa dosen pembimbing yang sangat teliti dan ketat dalam meninjau hasil tulisan penelitian mahasiswa.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Jumlah halaman yang terbatas juga dapat menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa untuk menjelaskan temuan, inti permasalahan penelitian, serta penyelesaiannya dengan gaya penulisan yang padat dan detail. Beberapa dosen juga mengharuskan mahasiswa melakukan publikasi secara mandiri.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Proyek merupakan karya nyata yang aplikatif dan relevan dengan bidang studi yang ditempuh. Mahasiswa yang menempuh tugas proyek akan diminta menghasilkan sebuah karya sebagai solusi terhadap suatu persoalan atau kasus yang memerlukan alternatif penyelesaian.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Dengan menempuh tugas proyek, mahasiswa akan memiliki hasil karya aplikatif, bukan sekadar tulisan, yang dapat menjadi portofolio saat melamar pekerjaan. Proyek juga umumnya melibatkan kerja tim sehingga dapat melatih kemampuan komunikasi dan kerja sama.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Di sisi lain, tidak dapat dipungkiri bahwa proyek membutuhkan waktu, biaya, dan sumber daya yang relatif besar. Proyek yang dipilih juga harus benar-benar relevan, mampu menjawab kebutuhan yang ada, dan sesuai dengan tujuan akademis.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Ujian Komprehensif Tertulis (UKT) merupakan tugas akhir berupa ujian tertulis dalam bentuk esai. Mahasiswa akan dihadapkan dengan soal-soal studi kasus dan harus menyelesaikannya dalam waktu tiga jam di lokasi ujian.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Biasanya terdapat empat soal studi kasus yang berkaitan dengan mata kuliah prasyarat kelulusan dari masing-masing program studi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Mahasiswa diberikan keuntungan berupa diperbolehkannya membuka modul yang berisi teori-teori yang dapat mendukung jawaban analisis. Tugas akhir ini sangat cocok bagi mahasiswa yang kuat dalam memahami konsep dan teori.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Di sisi lain, waktu pengerjaan yang terbatas menuntut mahasiswa untuk berpikir secara cepat dan terstruktur. Hasil akhir dari pengerjaan soal-soal ujian tersebut menjadi salah satu penentu kelulusan mahasiswa.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Jadi, anggapan bahwa artikel ilmiah lebih mudah tidak sepenuhnya tepat. Kemudahan tersebut bersifat relatif dan sangat bergantung pada preferensi serta gaya belajar masing-masing mahasiswa.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Artikel Ilmiah memang memberikan kepraktisan dari segi efisiensi halaman dan ketiadaan sidang. Namun, menyajikan analisis ilmiah yang tajam dalam format yang ringkas tetap memerlukan kedisiplinan dan keterampilan menulis akademis yang tinggi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Memilih Artikel Ilmiah semata-mata untuk menghindari proses evaluasi lisan tentu sangat disayangkan karena hal tersebut berpotensi membatasi eksplorasi potensi akademik mahasiswa.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Setiap opsi Tugas Akhir Program Sarjana (TAPS) dirancang untuk mengasah kualifikasi profesional yang berbeda.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Bagi mahasiswa yang berorientasi pada penyelesaian masalah terapan dan pembentukan portofolio kerja, jalur Proyek merupakan wadah yang dapat dimanfaatkan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Sementara itu, mahasiswa dengan ketajaman analisis teoritis dapat mengoptimalkan kemampuannya melalui UKT, sedangkan Skripsi dapat menjadi pilihan bagi mahasiswa yang berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang pascasarjana.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Oleh karena itu, mahasiswa diimbau untuk tidak ragu keluar dari zona nyaman. Pilihlah jalur tugas akhir yang paling linier dengan rencana pengembangan karier dan cita-cita masa depan, bukan sekadar memilih jalur dengan tingkat risiko yang dipersepsikan paling rendah.</span></p>
<p class="p1"><strong><span class="s1">Daftar Pustaka</span></strong></p>
<p class="p1"><span class="s2">Universitas Terbuka. 2025. </span><span class="s3">Katalog Sistem Penyelenggaraan Universitas Terbuka 2025/2026</span><span class="s2">. Tangerang Selatan: Universitas Terbuka. <a href="https://www.ut.ac.id/wp-content/uploads/2025/09/03-Katalog-Sistem-Penyelenggaraan-Universitas-Terbuka-2025-2026-25092025_cover.pdf">https://www.ut.ac.id/wp-content/uploads/2025/09/03-Katalog-Sistem-Penyelenggaraan-Universitas-Terbuka-2025-2026-25092025_cover.pdf</a></span></p>
<p class="p1"><span class="s2">detikJatim. 2023. “Skripsi: Pengertian, Jenis, Unsur, dan Tahapan dalam Menyusunnya.” </span><span class="s3">detikJatim</span><span class="s2">. <a href="https://www.detik.com/jatim/berita/d-6905827/skripsi-pengertian-jenis-unsur-dan-tahapan-dalam-menyusunnya">https://www.detik.com/jatim/berita/d-6905827/skripsi-pengertian-jenis-unsur-dan-tahapan-dalam-menyusunnya</a></span></p>
<p class="p1"><span class="s2">LMS SPADA Kemdiktisaintek. “Artikel Ilmiah.” </span><span class="s3">LMS SPADA Kemdiktisaintek</span><span class="s2">. <a href="https://lmsspada.kemdiktisaintek.go.id/mod/page/view.php?id=113535">https://lmsspada.kemdiktisaintek.go.id/mod/page/view.php?id=113535</a></span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Universitas Terbuka Aceh. “Perbedaan Jenis TAPS: Skripsi, Proyek, Artikel Ilmiah, Ujian Komprehensif Tertulis (UKT).” </span><span class="s3">Universitas Terbuka Aceh</span><span class="s2">. <a href="https://aceh.ut.ac.id/perbedaan-jenis-taps-skripsi-proyek-artikel-ilmiah-ujian-komprehensif-tertulis-ukt/">https://aceh.ut.ac.id/perbedaan-jenis-taps-skripsi-proyek-artikel-ilmiah-ujian-komprehensif-tertulis-ukt/</a></span></p>
<p class="p1"><span class="s2">BINUS Online. 2022. “Mengenal Jurnal Ilmiah, Apa Bedanya dari Skripsi?” </span><span class="s3">BINUS Online</span><span class="s2">. <a href="https://online.binus.ac.id/2022/07/19/mengenal-jurnal-ilmiah-apa-bedanya-dari-skripsi/">https://online.binus.ac.id/2022/07/19/mengenal-jurnal-ilmiah-apa-bedanya-dari-skripsi/</a></span></p>
<p><strong>*) Mahasiswa Semester 7 Program Studi Agribisnis, UT Salut Kartini Rembang</strong></p>
<p class="p1"><span class="s1"> Video pilihan: <a title="Cundamani – Karavista Musik" href="https://youtu.be/R_hUWUqInCs?si=on2kuI8euXM4n_SK">Cundamani – Karavista Musik</a></span></p><p>The post <a href="https://www.utrembang.com/benarkah-artikel-ilmiah-lebih-mudah-dibanding-tugas-akhir-lain/">Benarkah Artikel Ilmiah Lebih Mudah Dibanding Tugas Akhir Lain?</a> first appeared on <a href="https://www.utrembang.com">SALUT Kartini Rembang</a>.</p>]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/19e82c1d-db31-4d3e-8c7d-5229cde2d332.webp" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sambel Latoh, Kuliner Musiman yang Jadi Rebutan Warga Rembang</title>
		<link>https://www.utrembang.com/sambel-latoh-kuliner-musiman-yang-jadi-rebutan-warga-rembang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Munjiyati]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 10:17:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Latoh]]></category>
		<category><![CDATA[Rembang]]></category>
		<category><![CDATA[Salut Kartini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.utrembang.com/?p=13987</guid>

					<description><![CDATA[<p>REMBANG, utrembang.com – “Barang langka, jadi rebutan”, perumpamaan ini cocok untuk menggambarkan kuliner sambel latoh di Rembang. Keberadaannya yang langka</p>
<p>The post <a href="https://www.utrembang.com/sambel-latoh-kuliner-musiman-yang-jadi-rebutan-warga-rembang/">Sambel Latoh, Kuliner Musiman yang Jadi Rebutan Warga Rembang</a> first appeared on <a href="https://www.utrembang.com">SALUT Kartini Rembang</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_13989" style="width: 1610px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/84ddbdef-4d3d-4d7a-9510-50cc7158f200.webp"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-13989" class="size-full wp-image-13989" src="https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/84ddbdef-4d3d-4d7a-9510-50cc7158f200.webp" alt="84ddbdef-4d3d-4d7a-9510-50cc7158f200" width="1600" height="1200" srcset="https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/84ddbdef-4d3d-4d7a-9510-50cc7158f200.webp 1600w, https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/84ddbdef-4d3d-4d7a-9510-50cc7158f200-300x225.webp 300w, https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/84ddbdef-4d3d-4d7a-9510-50cc7158f200-1024x768.webp 1024w, https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/84ddbdef-4d3d-4d7a-9510-50cc7158f200-768x576.webp 768w, https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/84ddbdef-4d3d-4d7a-9510-50cc7158f200-1536x1152.webp 1536w" sizes="(max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /></a><p id="caption-attachment-13989" class="wp-caption-text">Latoh: anggur laut yang jadi primadona. (Munjiyati)</p></div>
<p class="p1"><span class="s1"><strong>REMBANG, utrembang.com –</strong> “Barang langka, jadi rebutan”, perumpamaan ini cocok untuk menggambarkan kuliner sambel latoh di Rembang.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Keberadaannya yang langka dan hanya muncul pada bulan tertentu, yakni Oktober, menjadikannya primadona di kalangan masyarakat.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Tak hanya langka, latoh juga dapat dikonsumsi oleh siapa saja.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Lilis, warga Desa Sendangmulyo, Kecamatan Sluke, memaparkan bahwa latoh bebas diambil oleh siapa saja.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Latoh ada di musim tertentu. Sekalinya ada, jumlahnya cukup banyak. Siapa pun bisa mencari dan mengambilnya sendiri di pesisir laut. Biasanya menempel di batu karang. Cukup diambil dan dibersihkan dari pasir atau kotoran lainnya saja,” ungkapnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Bentuknya yang bulat kecil dan bergerombol membuat latoh mendapat julukan anggur laut.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Mengilap dan berwarna hijau, latoh menggoda mata yang memandangnya.</span></p>
<div id="attachment_13990" style="width: 1610px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/a1357cda-2a53-4ac1-b3e4-d48923b45bcd.webp"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-13990" class="size-full wp-image-13990" src="https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/a1357cda-2a53-4ac1-b3e4-d48923b45bcd.webp" alt="a1357cda-2a53-4ac1-b3e4-d48923b45bcd" width="1600" height="1235" srcset="https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/a1357cda-2a53-4ac1-b3e4-d48923b45bcd.webp 1600w, https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/a1357cda-2a53-4ac1-b3e4-d48923b45bcd-300x232.webp 300w, https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/a1357cda-2a53-4ac1-b3e4-d48923b45bcd-1024x790.webp 1024w, https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/a1357cda-2a53-4ac1-b3e4-d48923b45bcd-768x593.webp 768w, https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/a1357cda-2a53-4ac1-b3e4-d48923b45bcd-1536x1186.webp 1536w" sizes="(max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /></a><p id="caption-attachment-13990" class="wp-caption-text">Disulap jadi kuliner, Latoh jadi hidangan musiman menjelang akhir tahun. (Munjiyati)</p></div>
<p class="p1"><span class="s1">Naya, salah satu pengunjung pantai, mengakui bahwa selain rasanya yang enak, mencari latoh di sepanjang pesisir laut menjadi momen yang menyenangkan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Rasanya tuh enak, asin, gurih, apalagi dicampur sambal kelapa. Terus seru juga nyari sore-sore di laut bareng-bareng,” ujar Naya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Cukup mudah mengolahnya. Dengan parutan kelapa dan sambal yang dicampur, latoh dapat memikat hati siapa pun yang memakannya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Rasa asin dan gurih yang berpadu dengan sambal kelapa menjadi satu kesatuan yang berbeda dari sambal pada umumnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Namun, sayangnya, seiring perkembangan zaman, kalangan muda mulai kurang tertarik dengan keberadaan latoh.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk lebih memperkenalkan kuliner latoh kepada generasi muda agar cita rasa kuliner tradisional musiman ini tetap terjaga dan tidak hanya menjadi sekadar cerita.</span></p>
<p>Video pilihan: <a title="Lintang Asmoro – Karavista Musik" href="https://youtu.be/KBZVcjHwbAc?si=i1t0tPzNclcR7EIg">Lintang Asmoro – Karavista Musik</a></p><p>The post <a href="https://www.utrembang.com/sambel-latoh-kuliner-musiman-yang-jadi-rebutan-warga-rembang/">Sambel Latoh, Kuliner Musiman yang Jadi Rebutan Warga Rembang</a> first appeared on <a href="https://www.utrembang.com">SALUT Kartini Rembang</a>.</p>]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/84ddbdef-4d3d-4d7a-9510-50cc7158f200.webp" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>UT Salut Kartini Dominasi Penerima Beasiswa Pemkab Rembang, Mahasiswa Siap Berkontribusi untuk Daerah</title>
		<link>https://www.utrembang.com/ut-salut-kartini-dominasi-penerima-beasiswa-pemkab-rembang-mahasiswa-siap-berkontribusi-untuk-daerah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Bagus Yusril]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Sep 2026 12:23:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Rembang]]></category>
		<category><![CDATA[Salut Kartini]]></category>
		<category><![CDATA[UT]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.utrembang.com/?p=13982</guid>

					<description><![CDATA[<p>REMBANG, utrembang.com – Sentra Layanan Universitas Terbuka (Salut) Kartini Rembang mendapatkan kabar gembira dari program Beasiswa Prestasi Pendidikan Tinggi Pemerintah</p>
<p>The post <a href="https://www.utrembang.com/ut-salut-kartini-dominasi-penerima-beasiswa-pemkab-rembang-mahasiswa-siap-berkontribusi-untuk-daerah/">UT Salut Kartini Dominasi Penerima Beasiswa Pemkab Rembang, Mahasiswa Siap Berkontribusi untuk Daerah</a> first appeared on <a href="https://www.utrembang.com">SALUT Kartini Rembang</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_13984" style="width: 1610px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/e9cc50c7-e85f-4b9d-affc-49972b1834d9.webp"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-13984" class="size-full wp-image-13984" src="https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/e9cc50c7-e85f-4b9d-affc-49972b1834d9.webp" alt="e9cc50c7-e85f-4b9d-affc-49972b1834d9" width="1600" height="900" srcset="https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/e9cc50c7-e85f-4b9d-affc-49972b1834d9.webp 1600w, https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/e9cc50c7-e85f-4b9d-affc-49972b1834d9-300x169.webp 300w, https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/e9cc50c7-e85f-4b9d-affc-49972b1834d9-1024x576.webp 1024w, https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/e9cc50c7-e85f-4b9d-affc-49972b1834d9-768x432.webp 768w, https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/e9cc50c7-e85f-4b9d-affc-49972b1834d9-1536x864.webp 1536w" sizes="(max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /></a><p id="caption-attachment-13984" class="wp-caption-text">Bupati Rembang, Harno berikan beasiswa Pemkab Rembang kepada mahasiswa secara simbolis. (Bagus Yusril)</p></div>
<p class="p1"><strong><span class="s1">REMBANG, utrembang.com</span></strong><span class="s2"><strong> –</strong> Sentra Layanan Universitas Terbuka (Salut) Kartini Rembang mendapatkan kabar gembira dari program Beasiswa Prestasi Pendidikan Tinggi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang tahun 2026.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Dari total penerima beasiswa, UT Salut Kartini menjadi perguruan tinggi dengan jumlah penerima terbanyak, yakni 15 mahasiswa dari total 106 penerima manfaat.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Program tahunan ini ditujukan untuk memberikan akses pendidikan tinggi yang merata bagi masyarakat berprestasi serta mendukung percepatan peningkatan jumlah sarjana di wilayah perdesaan, terutama kecamatan yang masih memiliki sedikit lulusan sarjana.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Staf UT Salut Kartini Rembang, Musahadatus Sifa (26), mengungkapkan rasa bangga atas capaian para mahasiswa yang berhasil lolos seleksi yang dilakukan Pemkab Rembang.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">“Kami tentu sangat bersyukur dan mengapresiasi pencapaian tersebut. Kami melihat hal ini sebagai bentuk kepercayaan sekaligus peluang yang sangat baik bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan pendidikan mereka,” ungkap Sifa.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Pihaknya menambahkan bahwa para penerima beasiswa diharapkan dapat benar-benar menunjukkan bahwa kesempatan yang diberikan dapat dipertanggungjawabkan melalui prestasi dan keberhasilan mereka menyelesaikan pendidikan serta dapat berkontribusi untuk Kabupaten Rembang ke depannya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">“Pada akhirnya, target kami bukan hanya 15 mahasiswa menerima beasiswa, tetapi juga bagaimana 15 mahasiswa tersebut dapat mempertahankan studinya, menyelesaikan pendidikan tepat waktu, dan setelah lulus mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan Kabupaten Rembang,” imbuh Sifa.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Tidak hanya pihak Salut yang merasa senang, rasa syukur juga dirasakan oleh para mahasiswa penerima bantuan pendidikan tersebut.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Salah satu mahasiswa penerima beasiswa, Lu’lu’ul Khasanah (18), mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">“Pastinya bangga dan terharu bisa lolos beasiswa Pemkab ini. Beasiswa Pemkab ini sangat membantu kelancaran studi saya, terutama dalam meringankan beban biaya kuliah. Jadi, saya bisa lebih fokus belajar, mengerjakan tugas, dan tidak khawatir lagi tentang biaya kuliah,” kata Lulu’.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Hal senada disampaikan oleh mahasiswa penerima beasiswa lainnya, Maghfiroh Imaniyati (18).</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Ia menilai bahwa keberadaan UT Salut Kartini dan program beasiswa ini memberikan kesempatan berharga bagi anak muda di daerah untuk meraih cita-cita dan berkontribusi bagi daerah.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">“Karena saya mengambil jurusan PGSD, target dan kontribusi saya untuk daerah Rembang setelah meraih beasiswa dan lulus nanti yaitu ingin meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini, terutama di wilayah Kabupaten Rembang,” tutur Maghfiroh.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Dengan masuknya 15 mahasiswa UT Salut Kartini dalam daftar penerima beasiswa Pemkab Rembang 2026, diharapkan pencapaian ini dapat mendorong motivasi generasi muda lainnya di Kabupaten Rembang untuk terus melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.</span></p>
<p>Video pilihan: <a title="Yang Penting Happy – Karavista Musik" href="https://youtu.be/Rz80HNvn4CA?si=FhqOGC2XxX5F8waI">Yang Penting Happy – Karavista Musik</a></p><p>The post <a href="https://www.utrembang.com/ut-salut-kartini-dominasi-penerima-beasiswa-pemkab-rembang-mahasiswa-siap-berkontribusi-untuk-daerah/">UT Salut Kartini Dominasi Penerima Beasiswa Pemkab Rembang, Mahasiswa Siap Berkontribusi untuk Daerah</a> first appeared on <a href="https://www.utrembang.com">SALUT Kartini Rembang</a>.</p>]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/e9cc50c7-e85f-4b9d-affc-49972b1834d9.webp" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perluas Akses Pendidikan, Pemkab Rembang Berhasil Gaet 106 Mahasiswa Penerima Beasiswa Tahun 2026</title>
		<link>https://www.utrembang.com/perluas-akses-pendidikan-pemkab-rembang-berhasil-gaet-106-mahasiswa-penerima-beasiswa-2026/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Bagus Yusril]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Sep 2026 12:09:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Pendidikan dan Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[jurnatera]]></category>
		<category><![CDATA[PemkabRembang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.utrembang.com/?p=13974</guid>

					<description><![CDATA[<p>REMBANG, utrembang.com &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang terus memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat melalui program Beasiswa Prestasi Pendidikan Tinggi.</p>
<p>The post <a href="https://www.utrembang.com/perluas-akses-pendidikan-pemkab-rembang-berhasil-gaet-106-mahasiswa-penerima-beasiswa-2026/">Perluas Akses Pendidikan, Pemkab Rembang Berhasil Gaet 106 Mahasiswa Penerima Beasiswa Tahun 2026</a> first appeared on <a href="https://www.utrembang.com">SALUT Kartini Rembang</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_13975" style="width: 1160px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/whatsapp-image-2026-09-21-at-18-17-19.webp"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-13975" class="wp-image-13975 size-full" src="https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/whatsapp-image-2026-09-21-at-18-17-19-e1790045678294.webp" alt="Proses Penandatangan Perjanjian Beasiswa Prestasi Pendidikan Tinggi Pemerintah Kabupaten Rembang " width="1150" height="786" srcset="https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/whatsapp-image-2026-09-21-at-18-17-19-e1790045678294.webp 1150w, https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/whatsapp-image-2026-09-21-at-18-17-19-e1790045678294-300x205.webp 300w, https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/whatsapp-image-2026-09-21-at-18-17-19-e1790045678294-1024x700.webp 1024w, https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/whatsapp-image-2026-09-21-at-18-17-19-e1790045678294-768x525.webp 768w" sizes="(max-width: 1150px) 100vw, 1150px" /></a><p id="caption-attachment-13975" class="wp-caption-text">Proses Penandatangan Perjanjian Beasiswa Prestasi Pendidikan Tinggi Pemerintah Kabupaten Rembang</p></div>
<p><strong>REMBANG, utrembang.com</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang terus memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat melalui program Beasiswa Prestasi Pendidikan Tinggi.</p>
<p>Pada tahun 2026, sebanyak 106 mahasiswa menerima beasiswa yang ditandai dengan penandatanganan perjanjian di Aula Lantai 4 Kantor Bupati Rembang, Senin (21/9).</p>
<p>Program tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkab Rembang dalam mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Selain memberikan dukungan bagi mahasiswa berprestasi, program ini juga diarahkan untuk mendorong pemerataan jumlah sarjana di wilayah perdesaan.</p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang, Achmad Sholchan, mengatakan bahwa program beasiswa pendidikan tinggi telah dilaksanakan Pemkab Rembang sejak 2017.</p>
<p>Selama program berjalan hingga 2026, tercatat sebanyak 1.543 orang telah mendaftar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 600 mahasiswa telah menerima beasiswa, sementara 284 penerima telah menyelesaikan pendidikan dan berhasil meraih gelar sarjana.</p>
<p>&#8220;Jadi Pemerintah Kabupaten Rembang ini telah memberikan beasiswa perguruan tinggi. Sampai dengan saat ini yang lulus juga sudah 284 sarjana,&#8221; terang Sholchan.</p>
<p>Pada 2026, terdapat 236 pendaftar yang mengikuti proses seleksi. Dari jumlah tersebut, 106 mahasiswa ditetapkan sebagai penerima beasiswa.</p>
<p>Sebanyak 98 mahasiswa menempuh pendidikan di perguruan tinggi negeri (PTN), sedangkan delapan lainnya berkuliah di perguruan tinggi swasta (PTS).</p>
<p>Para penerima tersebar di berbagai perguruan tinggi di Indonesia, di antaranya Universitas Terbuka, Universitas Negeri Semarang, UIN Sunan Kudus, Universitas Diponegoro PSDKU Rembang, UIN Sunan Kalijaga, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Sebelas Maret, Universitas Airlangga, Universitas Gadjah Mada, hingga Universitas Indonesia.</p>
<p>Untuk perguruan tinggi swasta, penerima beasiswa tersebar di STAI Al-Anwar Sarang, STAI Al-Hidayat Lasem, Universitas YPPI Rembang, STAI Al-Kamal Sarang, dan STAINU Rembang.</p>
<p>Selain memperluas akses pendidikan, Pemkab Rembang juga memberikan perhatian terhadap pemerataan pendidikan melalui penetapan desa prioritas. Tahun ini terdapat 11 desa yang diprioritaskan karena memiliki jumlah sarjana paling rendah.</p>
<p>&#8220;Kenapa kita pilih desa prioritas? Apa kriteria desa prioritas? Adalah 11 desa terendah yang memiliki sarjana,&#8221; jelas Sholchan.</p>
<p>Masing-masing desa prioritas ditargetkan mendapatkan dua penerima beasiswa. Namun, dari 11 desa tersebut, baru delapan desa yang memiliki pendaftar, dengan total 14 orang.</p>
<p>Delapan desa tersebut yakni Desa Kajar, Kecamatan Gunem sebanyak dua orang; Desa Ngasinan, Kecamatan Kragan dua orang; Desa Criwik, Kecamatan Pancur dua orang; Desa Banyuurip, Kecamatan Pancur satu orang; Desa Pakis, Kecamatan Sale dua orang; Desa Gilis, Kecamatan Sarang satu orang; Desa Logung, Kecamatan Sumber dua orang; serta Desa Bogorejo, Kecamatan Sumber dua orang.</p>
<p>Sementara itu, tiga desa prioritas lainnya belum memiliki pendaftar.</p>
<p>Ketiganya yakni Desa Ngargomulyo, Kecamatan Lasem; Desa Blimbing, Kecamatan Sluke; dan Desa Baturno, Kecamatan Sarang.</p>
<p>Sholchan berharap skema tersebut dapat membantu meningkatkan jumlah sarjana di desa-desa yang selama ini masih memiliki jumlah lulusan perguruan tinggi relatif rendah.</p>
<p>Sementara itu, Bupati Rembang, Harno, menegaskan bahwa pendidikan menjadi salah satu kebutuhan dasar yang menjadi perhatian pemerintah daerah.</p>
<p>Karena itu, dukungan terhadap pendidikan diberikan secara berkelanjutan, mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi.</p>
<p>&#8220;Jadi kebutuhan wajib berikutnya adalah pendidikan. Pendidikan juga merambah ke semuanya,&#8221; terang Harno.</p>
<p>Menurutnya, beasiswa pendidikan tinggi bukan hanya bentuk dukungan pemerintah, melainkan juga kesempatan yang harus dimanfaatkan para penerima untuk meningkatkan kapasitas diri dan memberikan kontribusi nyata bagi daerah.</p>
<p>Harno berpesan agar para penerima beasiswa menjadikan kesempatan tersebut sebagai amanah dan membuktikan kepercayaan pemerintah melalui prestasi serta karya.</p>
<p>&#8220;Jadikanlah kesempatan ini sebagai amanah, bukan sekadar penghargaan. Tunjukkanlah bahwa kepercayaan yang diberikan pemerintah kepada Saudara-Saudara dapat Saudara jawab dengan prestasi dan karya terbaik,&#8221; tandasnya.</p>
<p>Video pilihan: <a href="https://youtu.be/Zd0pqlexyos?si=sxmaILCmHgEYvWAC">Ego Wong Tuo &#8211; Karavista Musik</a></p><p>The post <a href="https://www.utrembang.com/perluas-akses-pendidikan-pemkab-rembang-berhasil-gaet-106-mahasiswa-penerima-beasiswa-2026/">Perluas Akses Pendidikan, Pemkab Rembang Berhasil Gaet 106 Mahasiswa Penerima Beasiswa Tahun 2026</a> first appeared on <a href="https://www.utrembang.com">SALUT Kartini Rembang</a>.</p>]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/whatsapp-image-2026-09-21-at-18-17-19.webp" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Persiapkan TAPS, 110 Mahasiswa UT Salut Kartini Rembang Ikuti Bimbingan Artikel Ilmiah</title>
		<link>https://www.utrembang.com/persiapkan-taps-110-mahasiswa-ut-salut-kartini-rembang-ikuti-bimbingan-artikel-ilmiah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Novi Oktaviani]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Sep 2026 13:38:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[Rembang]]></category>
		<category><![CDATA[Salut Kartini]]></category>
		<category><![CDATA[UT]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.utrembang.com/?p=13970</guid>

					<description><![CDATA[<p>REMBANG, utrembang.com – Sebanyak 110 mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Salut Kartini Rembang mengikuti Bimbingan Artikel Ilmiah sebagai persiapan menyusun Tugas</p>
<p>The post <a href="https://www.utrembang.com/persiapkan-taps-110-mahasiswa-ut-salut-kartini-rembang-ikuti-bimbingan-artikel-ilmiah/">Persiapkan TAPS, 110 Mahasiswa UT Salut Kartini Rembang Ikuti Bimbingan Artikel Ilmiah</a> first appeared on <a href="https://www.utrembang.com">SALUT Kartini Rembang</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_13971" style="width: 1001px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/3ef27076-d74a-42c7-820d-a692925bb195.webp"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-13971" class="size-full wp-image-13971" src="https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/3ef27076-d74a-42c7-820d-a692925bb195.webp" alt="3ef27076-d74a-42c7-820d-a692925bb195" width="991" height="743" srcset="https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/3ef27076-d74a-42c7-820d-a692925bb195.webp 991w, https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/3ef27076-d74a-42c7-820d-a692925bb195-300x225.webp 300w, https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/3ef27076-d74a-42c7-820d-a692925bb195-768x576.webp 768w" sizes="(max-width: 991px) 100vw, 991px" /></a><p id="caption-attachment-13971" class="wp-caption-text">Ratusan mahasiswa UT Salut Kartini Rembang ikuti Pembekalan TAPS. (Novi Oktaviani)</p></div>
<p class="p1"><strong><span class="s1">REMBANG, utrembang.com</span></strong><span class="s2"><strong> –</strong> Sebanyak 110 mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Salut Kartini Rembang mengikuti Bimbingan Artikel Ilmiah sebagai persiapan menyusun Tugas Akhir Program Sarjana (TAPS) melalui jalur artikel ilmiah, Minggu (20/9).</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Kegiatan dengan materi Konsep dan Etika Penulisan Artikel Ilmiah tersebut berlangsung di Gedung Salut Kartini Rembang dan dilaksanakan dalam dua sesi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Sesi pertama berlangsung pukul 10.00 hingga 12.00 WIB dan dihadiri 57 mahasiswa.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Sementara itu, sesi kedua dilaksanakan pukul 12.00 hingga 14.00 WIB dan dihadiri 53 mahasiswa.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Kegiatan tersebut secara khusus diperuntukkan bagi mahasiswa UT Salut Kartini Rembang.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Pemateri dalam kegiatan tersebut, Andreas Alifuddin, mengatakan bimbingan tersebut bertujuan membantu mahasiswa memahami proses penyusunan artikel ilmiah sebagai TAPS.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">“Tujuannya untuk membantu mahasiswa memahami proses penyusunan artikel ilmiah sebagai TAPS, mulai dari menentukan topik hingga menghasilkan tulisan yang sesuai dengan ketentuan,” ujar Andreas.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Materi konsep dan etika penulisan artikel ilmiah diberikan sebagai pembekalan sebelum mahasiswa mulai menyusun artikel ilmiah sebagai tugas akhir.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Andreas menjelaskan, terdapat penyesuaian dalam pelaksanaan TAPS artikel ilmiah yang mengikuti kurikulum dan pedoman TAPS yang berlaku saat ini.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Artikel ilmiah menjadi salah satu mata kuliah pilihan dalam TAPS, meskipun untuk sementara mahasiswa UT Salut Kartini Rembang paling banyak memilih jalur tersebut.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Dari pelaksanaan kegiatan, Andreas menilai antusiasme mahasiswa cukup baik. Mahasiswa aktif mengikuti kegiatan dan mengajukan sejumlah pertanyaan, terutama terkait teknis memulai dan menyusun artikel ilmiah.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Setelah mengikuti kegiatan, mahasiswa dapat melanjutkan proses penyusunan artikel dan melakukan bimbingan secara bertahap sesuai mekanisme yang berlaku.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Andreas berharap mahasiswa memiliki gambaran yang lebih jelas dan segera mulai menulis tanpa harus menunggu hasil yang sempurna sejak awal.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">“Tidak perlu menunggu sempurna karena tulisan dapat diperbaiki melalui proses bimbingan,” katanya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Ia juga berpesan kepada mahasiswa yang memilih jalur artikel ilmiah untuk tidak takut dan menunda proses penulisan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Mahasiswa disarankan memilih topik yang dipahami dan diminati, termasuk yang berkaitan dengan aktivitas atau pekerjaan sehari-hari, kemudian terbuka terhadap masukan selama proses bimbingan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Bagi mahasiswa, bimbingan tersebut menjadi kesempatan untuk mendapatkan gambaran mengenai penyusunan artikel ilmiah sebelum memasuki tahap penulisan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Salah satunya dirasakan Nabila Syafaatun Nikmah, mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan semester 7, yang mengatakan keikutsertaannya dalam kegiatan tersebut bertujuan memperoleh arahan dan bekal sebelum mulai menyusun artikel ilmiah.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">“Alasan saya ikut bimbingan ini, biar punya arahan atau bekal karena sebentar lagi akan menyusun artikel ilmiah, biar punya gambaran ke depannya mau bagaimana,” ujar Nabila.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Menurutnya, materi yang diberikan membantu memahami sistematika artikel ilmiah yang sebelumnya belum sepenuhnya diketahui.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Penjelasan yang lebih rinci mengenai penyusunan artikel membuatnya memiliki gambaran yang lebih jelas dalam mempersiapkan tugas akhir.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">“Sangat membantu, mungkin dari hal yang saya belum ketahui, saya menjadi tahu tentang bagaimana sistematika artikel ilmiah itu sendiri, karena tadi dijelaskan lebih detail mengenai hal itu,” katanya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Meski demikian, Nabila menilai bimbingan yang diikuti masih berada pada tahap dasar.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Ia berharap kegiatan serupa dapat dilanjutkan dengan pembahasan yang lebih rinci, terutama mengenai teknis penelitian, seperti pengolahan data kuantitatif menggunakan SPSS maupun teknik wawancara.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">“Saya harap ke depannya pertemuan selanjutnya membahas lebih rinci lagi,” ungkap Nabila.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal awal bagi mahasiswa UT Salut Kartini Rembang dalam mempersiapkan artikel ilmiah sebagai bagian dari Tugas Akhir Program Sarjana.</span></p>
<p>Video pilihan: <a title="Kerinduan – Karavista Musik" href="https://youtu.be/t12AufPnaGA?si=ceCcoanRO__37kPd">Kerinduan – Karavista Musik</a></p><p>The post <a href="https://www.utrembang.com/persiapkan-taps-110-mahasiswa-ut-salut-kartini-rembang-ikuti-bimbingan-artikel-ilmiah/">Persiapkan TAPS, 110 Mahasiswa UT Salut Kartini Rembang Ikuti Bimbingan Artikel Ilmiah</a> first appeared on <a href="https://www.utrembang.com">SALUT Kartini Rembang</a>.</p>]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/3ef27076-d74a-42c7-820d-a692925bb195.webp" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tanpa Gelar Kuliah, Lilik Buktikan Hasil Eksperimen Telur Asinnya Mampu Bersaing di Pasar Nasional</title>
		<link>https://www.utrembang.com/tanpa-gelar-kuliah-lilik-buktikan-hasil-eksperimen-telur-asinnya-mampu-bersaing-di-pasar-nasional/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Bagus Yusril]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Sep 2026 02:38:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Rembang]]></category>
		<category><![CDATA[Salut Kartini]]></category>
		<category><![CDATA[Telur]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.utrembang.com/?p=13966</guid>

					<description><![CDATA[<p>REMBANG, utrembang.com – Bicara soal telur asin, pikiran sebagian besar orang pasti langsung tertuju pada Brebes. Namun, siapa sangka, di</p>
<p>The post <a href="https://www.utrembang.com/tanpa-gelar-kuliah-lilik-buktikan-hasil-eksperimen-telur-asinnya-mampu-bersaing-di-pasar-nasional/">Tanpa Gelar Kuliah, Lilik Buktikan Hasil Eksperimen Telur Asinnya Mampu Bersaing di Pasar Nasional</a> first appeared on <a href="https://www.utrembang.com">SALUT Kartini Rembang</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_13967" style="width: 2010px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/523f8e00-dc81-4e91-877e-95d9270f6cdc-scaled.webp"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-13967" class="size-full wp-image-13967" src="https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/523f8e00-dc81-4e91-877e-95d9270f6cdc-scaled.webp" alt="523f8e00-dc81-4e91-877e-95d9270f6cdc" width="2000" height="1500" srcset="https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/523f8e00-dc81-4e91-877e-95d9270f6cdc-scaled.webp 2000w, https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/523f8e00-dc81-4e91-877e-95d9270f6cdc-300x225.webp 300w, https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/523f8e00-dc81-4e91-877e-95d9270f6cdc-1024x768.webp 1024w, https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/523f8e00-dc81-4e91-877e-95d9270f6cdc-768x576.webp 768w, https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/523f8e00-dc81-4e91-877e-95d9270f6cdc-1536x1152.webp 1536w, https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/523f8e00-dc81-4e91-877e-95d9270f6cdc-2048x1536.webp 2048w" sizes="(max-width: 2000px) 100vw, 2000px" /></a><p id="caption-attachment-13967" class="wp-caption-text">Pernah gagal budidaya jamur, Lilik bangkit lewat telur asin PeSat. (Bagus Yusril)</p></div>
<p class="p1"><span class="s1"><strong>REMBANG, utrembang.com –</strong> Bicara soal telur asin, pikiran sebagian besar orang pasti langsung tertuju pada Brebes. Namun, siapa sangka, di salah satu desa di Rembang, yakni Desa Sulang, terdapat sentra produksi telur asin terkenal yang sudah dipasarkan hingga tingkat nasional, yaitu telur asin PeSat.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Jauh sebelum dikenal luas seperti sekarang, jejak usaha ini terukir dari niat sederhana dan pengalaman membuat telur asin secara mandiri oleh Lilik Sudiyono pada 2003 lalu untuk mengisi waktu luangnya saat libur kerja.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">”Dulu saya pernah buat telur asin sendiri pada tahun 2003, waktu masih bekerja di salah satu lembaga keuangan di Rembang,” ungkap Lilik.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sebelum berkecimpung menjadi seorang pengusaha, Lilik juga pernah bekerja di beberapa perusahaan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Salah satunya adalah PT Semarang Packaging Industry. Ia bekerja di sana selama tujuh tahun.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Berbekal ijazah SMA dan tekad yang kuat, hanya berselang tiga tahun setelah masuk, kariernya melesat sangat cepat.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Berkat kecerdasannya yang luar biasa, kepala perusahaan saat itu memberikan kesempatan kepadanya untuk menjadi pimpinan perencana produksi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Namun, tidak berselang lama, Lilik merasa jenuh karena kariernya sudah mentok. Akhirnya, ia memutuskan untuk mengundurkan diri dan bekerja di Rembang.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">”Karena saya rasa karier saya sudah mentok menjadi kepala perencanaan produksi atau kasie, jadi saya memutuskan untuk resign saja,” terang Lilik.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Akhirnya, ia memutuskan bekerja di Rembang. Pada tahun 2003, ia bekerja di salah satu perusahaan keuangan. Karena ia merasa bidang yang dijalaninya bertentangan dengan hati nuraninya, pada pertengahan tahun 2006 ia memutuskan untuk mengundurkan diri dan ingin menjadi pengusaha.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Pada awal tahun 2007, berbekal sedikit tabungan dan menjual perhiasan sang istri, Lilik nekat membuka usaha budi daya jamur tiram.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Namun, tidak seperti saat bekerja dengan orang lain, ia sempat disangka orang gila karena mencoba budi daya jamur pada bulan April saat musim kemarau.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">”Pada awalnya saya buat log itu, saya bikin 100 log hasilnya gagal, kemudian saya tambah lagi jadi 200 log dan alhamdulillahnya gagal semua,” ujar Lilik sambil tertawa mengenang kejadian itu.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Meskipun percobaan pembuatan log jamur gagal berkali-kali, ia tidak menyerah. Pada percobaan ketiga, ia langsung menambah produksi log-nya hingga 1.000 log.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Tidak disangka, pada Juni 2008, dari 1.000 log tadi ia berhasil panen perdananya. Akhirnya, Lilik terus menambah produksi log jamur tiramnya hingga mencapai 10.000 log.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">”Wah, pada masa itu, saya sampai masuk koran, Mas. Salah satunya Pak Nyoto dulu yang mewawancarai saya pas usaha jamur saya terkenal,” kata pria tersebut.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kala itu, Lilik tak sekadar mengembangkan usaha jamur tiramnya, tetapi juga bertekad membuktikan bahwa cemoohan teman-teman kantor saat ia memutuskan mengundurkan diri adalah salah.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ia berjanji pada diri sendiri bahwa rezeki tidak hanya datang dari bekerja pada orang lain, melainkan bisa ia ciptakan sendiri.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">”Wah, saat itu yang bikin saya bangga ketika saya bisa bungkam omongan teman-teman saya dulu dengan prestasi. Bayangin, pada kala itu, UMR di Rembang kalau enggak salah masih Rp900 ribuan, tapi saya sudah bisa punya omzet Rp400–600 ribu per hari. Apa enggak mlete saya,” kenang Lilik sambil tertawa terbahak-bahak.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Namun, pada tahun 2015, usaha jamur tiramnya harus berhenti karena Lilik sakit yang mengharuskannya pada saat itu berhenti bekerja untuk sementara waktu.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Hingga akhirnya, pada tahun 2019, ia memutuskan untuk kembali membuat telur asin.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Alasannya sederhana, membuat telur asin tidak memerlukan waktu lama dan pemeliharaan yang rumit, jadi ia bisa mengerjakannya sendiri dari proses mencuci telur hingga pengeraman.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Hingga pada Oktober 2019, ada tawaran dari Dinas Perdagangan dan Koperasi (Dindakop) untuk mengikuti pelatihan pembuatan telur asin di Brebes.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">”Saya pas di Brebes itu, akhirnya baru tahu ternyata metode yang saya lakukan selama ini salah semua, dan akhirnya memutuskan untuk menyimak materi dari ahlinya dengan penuh antusias,” tuturnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sepulang dari Brebes, Lilik akhirnya mempraktikkan semua yang telah diajarkan pada saat seminar. Ia memilih telur bebek yang kaya akan omega, jadi bukan sembarang telur asin yang ia pilih.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ia sempat beberapa kali memilih pemasok telur bebek, mulai dari Sulang, Kudus, Blitar, hingga yang sampai sekarang masih menjadi pemasok terakhirnya, yakni dari Sragen.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Berbekal riset berbulan-bulan dan menggabungkan pengalamannya sebagai pimpinan perencana produksi, akhirnya Lilik menemukan formula yang pas untuk usahanya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Telur asin ini tidak bisa dipastikan masir sesuai prediksi waktu saja, tetapi juga harus memikirkan soal kondisi lingkungan dan cuaca yang berpengaruh pada kelembapan udara untuk proses pengeraman telur asin.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">”Kalau orang lain ngomong, telur asin itu harus di pengeraman selama 14 hari, itu kurang pas, karena secara teori proses kimia terjadi bergantung dengan suhu ruangan dan kelembapan udara pada saat itu,” ungkapnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Bahkan, karena saking sempurnanya telur asin Lilik, pernah ada seorang lulusan teknologi pangan dari universitas ternama yang mengklaim bahwa telur asin PeSat asinnya disuntik.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">”Maaf, dulu pernah ada lulusan tekpang dari universitas ternama, ngeklaim kalau telur asin saya asinnya disuntik karena saking rata asinnya. Tapi setelah dicoba dan dites, mereka enggak bisa buktikan kalau telur asin saya suntikan. Nyatanya, enggak ada bekas suntikannya,” terang Lilik sembari mempraktikkan cara memegang telur asin miliknya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Puncaknya pada saat pandemi Covid-19, telur asin PeSat mengalami pesanan yang sangat banyak dari berbagai daerah, mulai dari Jawa Tengah hingga luar Jawa, seperti Kalimantan hingga Aceh.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Saat ini, telur asin PeSat memproduksi berbagai turunan telur asin, dari telur asin biasa, bakar, rempah, hingga kerupuk telur asin.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Untuk kapasitas produksinya, rata-rata per bulan bisa sekitar 4.000 sampai 6.000 butir per bulan, dengan mencapai omzet puluhan juta sebulannya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">”Untuk kapasitas produksi kami, karena masih sendiri, ya rata-rata di masa normal, enggak kayak sekarang, itu 100–200 butir sehari, tergantung pesanan dan pasar,” sebut Lilik.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Lilik juga berpesan kepada anak-anak muda bahwa jika ingin berbisnis atau berwirausaha, hal yang pertama harus dimiliki adalah ”memulai langkah pertama”.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menurutnya, keberanian untuk memulai adalah fondasi utama kalau mau berwirausaha.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">”Kalau ingin bisnis, hal yang paling penting itu adalah berani memulai. Jangan pikirkan modal karena modal bisa kita dapat dari mana saja, asalkan kita mau mulai melangkah dahulu, nanti pasti ada jalannya,” pesan Lilik.</span></p>
<p>Video pilihan: <a title="Cinta yang Sempurna – Karavista Musik" href="https://youtu.be/1jcov5vX8YU?si=LSkW2wTn-zBCjD2K">Cinta yang Sempurna – Karavista Musik</a></p><p>The post <a href="https://www.utrembang.com/tanpa-gelar-kuliah-lilik-buktikan-hasil-eksperimen-telur-asinnya-mampu-bersaing-di-pasar-nasional/">Tanpa Gelar Kuliah, Lilik Buktikan Hasil Eksperimen Telur Asinnya Mampu Bersaing di Pasar Nasional</a> first appeared on <a href="https://www.utrembang.com">SALUT Kartini Rembang</a>.</p>]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/523f8e00-dc81-4e91-877e-95d9270f6cdc-scaled.webp" medium="image"></media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
