Bantu Warga Terdampak Kemarau, UT Salut Kartini Rembang Salurkan Bantuan Air Bersih

Bantuan distribusi air bersih UT Salut Kartini di Dukuh Gisir, Desa Sidomulyo bersama BPBD Kab.Rembang. (Alfia Dwi)
REMBANG, utrembang.com – Universitas Terbuka (UT) Salut Kartini Rembang bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang melanjutkan program penyaluran bantuan air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan di Kabupaten Rembang.
Program tahunan ini melibatkan mahasiswa untuk mengidentifikasi desa yang membutuhkan bantuan sekaligus mengoordinasikan penyalurannya.
Kepala Salut Kartini Rembang, Achmad Sholchan, mengatakan program tersebut dilatarbelakangi oleh kemarau panjang yang menyebabkan sejumlah desa di Kabupaten Rembang mengalami kekurangan air bersih.
Menurutnya, keterlibatan mahasiswa menjadi bagian penting dalam menentukan wilayah sasaran bantuan.
Pendataan dilakukan berdasarkan informasi dari mahasiswa yang mengetahui kondisi kekeringan di desa tempat tinggal mereka.
“Kami melibatkan mahasiswa karena identifikasi desa yang dibantu berdasarkan informasi dari mahasiswa kami yang tinggal di wilayah terdampak kekurangan air bersih. Mahasiswa tersebut kemudian kami libatkan untuk mengoordinasikan penyaluran bantuan,” ujarnya.
Sholchan menegaskan bahwa program bantuan air bersih tersebut akan terus dilanjutkan melalui kerja sama dengan BPBD Kabupaten Rembang.
Ia berharap bantuan ini dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih selama musim kemarau.
Dalam penyaluran pada Selasa (13/10), bantuan air bersih diberikan kepada warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Kaliori, dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 560 kepala keluarga (KK), serta warga Desa Pedak, Kecamatan Sulang, sebanyak 200 KK.
Dengan demikian, total penerima manfaat dalam penyaluran kali ini mencapai 760 KK.
Salah seorang mahasiswa UT Salut Kartini Rembang, Diah Kurniana Wati, mengatakan usulan bantuan untuk Desa Sidomulyo berawal dari pendataan melalui wawancara dengan masyarakat setempat.
“Awalnya saya melakukan wawancara dengan masyarakat Desa Sidomulyo yang mengalami kekeringan. Dari hasil tersebut, saya mengajukan bantuan ke Salut Kartini,” terang Diah.
Diah menjelaskan bahwa Desa Sidomulyo diusulkan sebagai penerima bantuan karena sebagian warga mengambil air dari wilayah lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Foto salah satu mahasiswa UT Salut Kartini Rembang, Diah Kurniana Wati, membantu mendistribusikan air bersih (Aflia Dwi)
Sementara itu, Kasrun, warga Dukuh Gisir, Desa Sidomulyo, mengaku mengalami kesulitan air bersih sejak satu bulan terakhir.
Ia tidak memiliki saluran air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), sehingga selama ini harus mengambil air dari rumah anaknya.
“Kekeringan sudah satu bulan. Hari ini dapat bantuan air, akan saya manfaatkan untuk mandi, mencuci, dan memasak. Untuk kebutuhan sehari-hari, biasanya saya mengambil air dari rumah anak,” terangnya.
Warga lainnya, Marinah, juga mengaku baru pertama kali menerima bantuan air bersih karena persediaan air di rumahnya telah habis.
Ia memanfaatkan bantuan tersebut untuk memenuhi kebutuhan memasak.
“Tadi dapat informasi dari tetangga kalau air bersih masih banyak, jadi saya ikut mengambil karena persediaan di rumah sudah habis. Air ini saya gunakan untuk memasak,” ungkapnya.
Melalui program berkelanjutan ini, UT Salut Kartini Rembang bersama BPBD Kabupaten Rembang berupaya membantu masyarakat di berbagai wilayah terdampak kekeringan agar tetap memperoleh akses air bersih selama musim kemarau.
Video Pilihan: Lintang Asmoro – Karavista Music