<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Stasiun › SALUT Kartini Rembang</title>
	<atom:link href="https://www.utrembang.com/tag/stasiun/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.utrembang.com</link>
	<description>Layanan Prima sampai Wisuda</description>
	<lastBuildDate>Sun, 27 Sep 2026 04:41:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>

<image>
	<url>https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2025/07/cropped-icon-32x32.webp</url>
	<title>Stasiun › SALUT Kartini Rembang</title>
	<link>https://www.utrembang.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Jejak Stasiun Lasem: Ketika Riuh Kereta Tinggal Kenangan</title>
		<link>https://www.utrembang.com/jejak-stasiun-lasem-ketika-riuh-kereta-tinggal-kenangan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Novi Oktaviani]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Sep 2026 04:41:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Lasem]]></category>
		<category><![CDATA[Rembang]]></category>
		<category><![CDATA[Salut Kartini]]></category>
		<category><![CDATA[Stasiun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.utrembang.com/?p=14006</guid>

					<description><![CDATA[<p>REMBANG, utrembang.com – Tak ada lagi rangkaian gerbong kereta yang datang pada pagi hari. Tak terdengar pula riuh penumpang yang</p>
<p>The post <a href="https://www.utrembang.com/jejak-stasiun-lasem-ketika-riuh-kereta-tinggal-kenangan/">Jejak Stasiun Lasem: Ketika Riuh Kereta Tinggal Kenangan</a> first appeared on <a href="https://www.utrembang.com">SALUT Kartini Rembang</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_14007" style="width: 1610px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/58ec50e5-ae7a-4d1f-b9bf-3a6ba13911fa.webp"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-14007" class="size-full wp-image-14007" src="https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/58ec50e5-ae7a-4d1f-b9bf-3a6ba13911fa.webp" alt="58ec50e5-ae7a-4d1f-b9bf-3a6ba13911fa" width="1600" height="1200" srcset="https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/58ec50e5-ae7a-4d1f-b9bf-3a6ba13911fa.webp 1600w, https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/58ec50e5-ae7a-4d1f-b9bf-3a6ba13911fa-300x225.webp 300w, https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/58ec50e5-ae7a-4d1f-b9bf-3a6ba13911fa-1024x768.webp 1024w, https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/58ec50e5-ae7a-4d1f-b9bf-3a6ba13911fa-768x576.webp 768w, https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/58ec50e5-ae7a-4d1f-b9bf-3a6ba13911fa-1536x1152.webp 1536w" sizes="(max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /></a><p id="caption-attachment-14007" class="wp-caption-text">Jejak bangunan stasiun Lasem di Kabupaten Rembang. (Novi Oktaviani)</p></div>
<p class="p1"><strong><span class="s1">REMBANG, utrembang.com</span></strong><span class="s2"><strong> –</strong> Tak ada lagi rangkaian gerbong kereta yang datang pada pagi hari.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Tak terdengar pula riuh penumpang yang berpadu dengan suara roda besi yang dahulu menyusuri rel dan membawa masyarakat menuju kota-kota di sepanjang pantai utara Jawa.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Di Desa Dorokandang, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, jejak perjalanan kereta api masih tersimpan di antara kehidupan warga.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Bangunan bekas Stasiun Lasem yang dulunya menjadi tempat naik-turunnya penumpang dan pengangkutan hasil bumi kini tak lagi dipenuhi aktivitas perkeretaapian.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Kawasan yang dahulu ramai oleh aktivitas penumpang kini telah berubah menjadi permukiman warga.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Selain itu, halaman yang dahulu dipenuhi penumpang dan lalu-lalang kereta kini sebagian areanya dimanfaatkan sebagai pangkalan truk dan dikelilingi tumbuhan ilalang.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Meskipun kereta api sudah lama berhenti beroperasi, jejaknya masih dapat ditemukan di sekitar kawasan tersebut.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Bekas jalur rel yang dahulu dilalui kereta kini telah berubah menjadi bagian dari jalan dan permukaan tanah yang digunakan warga untuk aktivitas sehari-hari.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Jejak lainnya juga dapat dilihat dari keberadaan jembatan gantung bekas perlintasan kereta api yang berada di Desa Babagan, tepat di sebelah Desa Dorokandang, tempat bangunan stasiun berdiri.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Oleh warga sekitar, jembatan tersebut dikenal dengan sebutan “Treteg Gandul”.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Dahulu, jembatan tersebut menjadi bagian dari perlintasan kereta api.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Kini, keberadaannya menjadi saksi bisu dan pengingat bahwa kawasan Lasem pernah dilalui perjalanan kereta.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Meski fungsinya telah berubah, sejumlah bagian bangunan lama masih kokoh berdiri.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Bangunan kantor stasiun yang menyatu dengan peron menjadi salah satu bagian yang masih tersisa.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Tak jauh dari sana, terdapat bangunan kamar mandi yang dilengkapi menara air.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Usia menjadikan bangunan-bangunan tersebut tampak tua dan terbengkalai.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Namun, bentuknya masih menyimpan ciri khas yang mengingatkan pada masa ketika Stasiun Lasem masih beroperasi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Bangunan stasiun memiliki gaya arsitektur Indis dengan sentuhan aksen Tionghoa.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Pintu dan jendelanya yang berukuran besar menyesuaikan kondisi iklim tropis Lasem.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Lengkungan pada bagian atap juga menjadi salah satu ciri khas bangunan stasiun tersebut.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Di balik bangunan tua itu, tersimpan cerita masa ketika kereta api menjadi bagian dari keseharian masyarakat Lasem.</span></p>
<div id="attachment_14009" style="width: 1610px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/4d0a9bff-1de0-4f68-b21e-e7e47ac52c0b.webp"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-14009" class="size-full wp-image-14009" src="https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/4d0a9bff-1de0-4f68-b21e-e7e47ac52c0b.webp" alt="4d0a9bff-1de0-4f68-b21e-e7e47ac52c0b" width="1600" height="1200" srcset="https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/4d0a9bff-1de0-4f68-b21e-e7e47ac52c0b.webp 1600w, https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/4d0a9bff-1de0-4f68-b21e-e7e47ac52c0b-300x225.webp 300w, https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/4d0a9bff-1de0-4f68-b21e-e7e47ac52c0b-1024x768.webp 1024w, https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/4d0a9bff-1de0-4f68-b21e-e7e47ac52c0b-768x576.webp 768w, https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/4d0a9bff-1de0-4f68-b21e-e7e47ac52c0b-1536x1152.webp 1536w" sizes="(max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /></a><p id="caption-attachment-14009" class="wp-caption-text">Stasiun Lasem berdiri sejak 1900 simpan kenangan riuhnya penumpang di utara Jawa. (Novi Oktaviani)</p></div>
<p class="p1"><span class="s2">Salah seorang warga yang pernah menjadi penumpang kereta, Sus Prihantini, masih mengingat bagaimana suasana perjalanan pada masa itu.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">“Kereta masih kereta uap, bangkunya masih dari kayu, seperti kereta pada zaman dulu,” kenang Sus.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Dalam ingatannya, kereta tiba di Stasiun Lasem sekitar pukul 09.00, 12.00, dan 15.00.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Suasana stasiun menjadi jauh lebih ramai ketika Lebaran tiba.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Penumpang berdesakan hingga, menurutnya, ada yang sampai naik ke atas atap kereta.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">“Kalau sudah musim mudik atau menjelang Lebaran, jumlah penumpang sangat ramai, bahkan sampai ada yang naik ke atap kereta,” ujarnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Bagi Sus dan warga lain yang pernah mengalaminya, kereta bukan alat transportasi semata.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Perjalanan dengan kereta menjadi bagian dari keseharian dan kenangan yang kini hanya dapat diceritakan kembali.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Stasiun Lasem sendiri dibuka pada 1 Mei 1900 oleh Samarang-Joana Stoomtram Maatschappij (SJS), yang menjadi bagian dari jaringan jalur kereta api SJS yang menghubungkan berbagai wilayah, termasuk hingga wilayah Jatirogo.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Keberadaan jalur tersebut turut mendukung aktivitas ekonomi di wilayah pantai utara Jawa.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Berbagai hasil bumi dan hasil laut, seperti kopi, kapas, tembakau, tebu, kayu jati, garam, dan ikan, dapat diangkut dengan lebih cepat dan murah.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Namun, perkembangan transportasi jalan raya perlahan mengubah peran kereta api.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Memasuki era 1980-an, jalur tersebut mulai kehilangan eksistensinya hingga akhirnya perjalanan kereta api dari Lasem berhenti.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Kini, kereta hanya tinggal cerita.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Rel tak lagi menjadi jalan bagi lokomotif, sementara halaman stasiun telah menjadi bagian dari kehidupan baru warga.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Namun, bangunan yang tersisa dan cerita dari mereka yang pernah mengalaminya membuat masa lalu Stasiun Lasem belum sepenuhnya hilang.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Fungsinya telah berubah, tetapi kenangannya masih tinggal.</span></p>
<p>Video pilihan: <a title="Karmila – Karavista Musik" href="https://youtu.be/WIp-2PCexKA?si=MxiVEQK-TtIsZr7U">Karmila – Karavista Musik</a></p><p>The post <a href="https://www.utrembang.com/jejak-stasiun-lasem-ketika-riuh-kereta-tinggal-kenangan/">Jejak Stasiun Lasem: Ketika Riuh Kereta Tinggal Kenangan</a> first appeared on <a href="https://www.utrembang.com">SALUT Kartini Rembang</a>.</p>]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://www.utrembang.com/wp-content/uploads/2026/09/58ec50e5-ae7a-4d1f-b9bf-3a6ba13911fa.webp" medium="image"></media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
